Belum ada produk di keranjang belanja kamu

PemProv Bali

Bappenas Reaktivasi Sekretariat Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, Apresiasi untuk Kepemimpinan Visioner Koster

menteri PPN/Kepala bappenas rachmat Pambudy meresmikan reaktivasi Sekretariat Transformasi ekonomi Kerthi bali (eKb) gagasan Gubernur Wayan Koster, sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi bali berbasis potensi dan kearifan lokal.

Oleh Ari Nugroho
rachmat Pambudy, menteri PPN/Kepala bappenas bersama Wayan Koster, Gubernur bali  dan jajaran ketika meresmikan meresmikan reaktivasi Sekretariat Transformasi ekonomi  Kerthi bali, pertengahan oktober lalu; pembangunan ekonomi berbasis budaya dan alam

rachmat Pambudy, menteri PPN/Kepala bappenas bersama Wayan Koster, Gubernur bali dan jajaran ketika meresmikan meresmikan reaktivasi Sekretariat Transformasi ekonomi Kerthi bali, pertengahan oktober lalu; pembangunan ekonomi berbasis budaya dan alam

Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas meresmikan reaktivasi Sekretariat Transformasi Ekonomi Kerthi Bali (EKB) di Kantor Bappeda Provinsi Bali, Rabu, 15 Oktober lalu. Acara ditandai dengan pemotongan pita dan pembukaan tirai papan nama oleh Menteri Pambudy bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Langkah ini menjadi penanda dimulainya kembali pelaksanaan program EKB yang digagas Gubernur Koster sebagai strategi besar transformasi ekonomi Bali yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster memaparkan kondisi ekonomi Bali yang terus menunjukkan tren positif. Pertum buhan ekonomi Bali pada 2024 tercatat 5,48%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,03%. Produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Bali mencapai Rp67 juta, meningkat dari Rp57 juta pada 2019. “Tingkat kemiskinan 3,8%, pengangguran 1,79%, dan stunting 7,2%. Semua indikator menunjukkan perbaikan,” ujarnya.

Gubernur dua periode itu menjelaskan bahwa lahirnya konsep EKB berawal dari refleksi mendalam saat pandemi COviD-19 yang memukul keras perekonomian Bali. Pada 2020, ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 9,3% setelah sebelumnya tumbuh 5,3% di 2019. “Kalau Bali terus bergantung pada pariwisata, ini bisa menjadi ancaman. Karena itu, saya memikirkan transformasi agar Bali berdiri di atas potensi sumber daya lokal,” tegasnya.

Koster menambahkan, ketimpangan antarwilayah di Bali juga menjadi alasan penting bagi lahirnya konsep EKB. Tiga daerah, yakni Badung, Denpasar, dan Gianyar, tercatat memiliki kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp10,9 triliun, sementara enam kabupaten lainnya hanya Rp2,3 triliun. “Gap ini terlalu besar dan berdampak pada kesenjangan ekonomi. Karena itu, transformasi EKB menjadi solusi untuk pemerataan dan kemandirian ekonomi daerah,” tukasnya.

Konsep Ekonomi Kerthi Bali, menurut Koster, berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang menekankan harmoni antara manusia dan alam. Konsep ini menekankan ekonomi yang ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, dan inklusif. Berbagai kebijakan daerah pun telah disusun untuk mendorong sektor pertanian, kelautan, energi bersih, serta industri kreatif berbasis budaya Bali.

Rachmat Pambudy menyambut baik gagasan besar itu dan menegaskan dukungan penuh Bappenas. “Kami sangat berkepentingan dengan konsep ini. EKB bisa menjadi model nasional dalam membangun daerah berdasarkan keunikan dan budaya lokal,” ucapnya. ia juga memuji keberanian Bali meninggalkan ketergantungan pada sektor glamour dan beralih ke ekonomi hijau yang berakar pada kekuatan alam.

Acara ditutup dengan penyerahan Peta Jalan Transformasi EKB dan Manual Book Project Management Office (PMO) dari Sekretaris Utama Bappenas kepada Gubernur Bali. Sebagai balasan, Koster menyerahkan Buku EKB dan “100 Tahun Haluan Pembangunan Bali” kepada Menteri Pambudy. Dalam momen penuh kehangatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, turut menyerahkan cendera mata berupa kain tenun endek sebagai simbol kearifan dan identitas budaya Bali.

 

 

 

Dalam sambutannya, Gubernur Koster memaparkan kondisi ekonomi Bali yang terus menunjukkan tren positif. Pertum buhan ekonomi Bali pada 2024 tercatat 5,48%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,03%. Produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Bali mencapai Rp67 juta, meningkat dari Rp57 juta pada 2019. “Tingkat kemiskinan 3,8%, pengangguran 1,79%, dan stunting 7,2%. Semua indikator menunjukkan perbaikan,” ujarnya.

Gubernur dua periode itu menjelaskan bahwa lahirnya konsep EKB berawal dari refleksi mendalam saat pandemi COviD-19 yang memukul keras perekonomian Bali. Pada 2020, ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 9,3% setelah sebelumnya tumbuh 5,3% di 2019. “Kalau Bali terus bergantung pada pariwisata, ini bisa menjadi ancaman. Karena itu, saya memikirkan transformasi agar Bali berdiri di atas potensi sumber daya lokal,” tegasnya.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2025

Rp 65.000

BELI