Belum ada produk di keranjang belanja kamu

TOP 100 CEO 2025

Membaca Arah Dan Kebijakan Purbayanomic Melepas Jebakan Utang Dan Stagnasi Pertumbuhan 5%

Indonesia akan terus terperangkap dalam jebakan utang dan stagnasi pertumbuhan ekonomi 5% jika kebocoran keuangan negara dan lenyapnya penerimaan negara terus dibiarkan. Bagaimana Purbaya Yudhi Sadewa akan melibas pemain cukai-cukai ilegal dan ekonomi siluman di balik ekspor gelap tambang dan komoditas? Akankah Purbayanomic bisa mendorong ekonomi Indonesia tumbuh cepat dan mewujudkan ambisi pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029?

Oleh Karnoto Mohamad
 ST Burhanuddin, Jaksa Agung bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, dan Prabowo Subianto, Presiden  Indonesia menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,2 triliun dalam sebuah perkara  tindak pidana korupsi, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 20 Oktober lalu

ST Burhanuddin, Jaksa Agung bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, dan Prabowo Subianto, Presiden Indonesia menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,2 triliun dalam sebuah perkara tindak pidana korupsi, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 20 Oktober lalu

    Ekonomi Indonesia terancam dalam jebakan pertumbuhan 5%. Bank Dunia meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,8% pada 2025 dan 2026. Proyeksi International Monetary Fund (IMF) sedikit lebih tinggi yaitu 4,9%. Sebelumnya, IMF pernah memprediksi ekonomi Indonesia pada 2025-2029 tumbuh konstan 5,1%. Pertumbuhan yang terbatas tapi lebih baik daripada pertumbuhan selama 10 tahun dari 2014 sampai dengan 2024 yang tertatih-tatih rata rata hanya 4,11% per tahun atau 4,90% per tahun jika mengeluarkan tahun pandemi 2020. Tapi, data historis dan ramalan lembaga dunia itu mengingatkan Indonesia berada di posisi terperangkap dalam stagnasi pertumbuhan 5%. Angka yang jauh dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Setahun memimpin pemerintahan, Prabowo pantas mengevaluasi program kerjanya. Mengapa program kerja yang menciptakan pertumbuhan ekonomi hingga 5,12% pada kuartal dua 2025 tidak sampai dirasakan oleh masyarakat hingga terjadi demonstrasi besar-besaran pada pengujung Agustus lalu? Lalu, bagaimana mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% jika mesin ekonomi Indonesia hanya mampu menghasilkan pertumbuhan 5%?

Prabowo pastinya sudah tahu masalah perekonomian Indonesia. Dalam berbagai pidatonya dia berulang kali melontarkan masalah korupsi. Dia sering mengancam mengenakan tindak pidana pada pelaku korupsi. “Tidak ada yang kebal hukum, termasuk pejabat atau anggota partai,” tegas Prabowo dalam pidato kenegaraan HUT RI, 15 Agustus 2025. Di sektor sumber daya alam (SDA), 3,1 juta hektare sawit ilegal sudah dikuasai kembali dan pelaku 1.063 tambang ilegal ditindak.

Karena korupsi, dana pembangunan bocor di mana-mana. Begitu juga kebocoran dari sisi penerimaan yang akhirnya memaksa pemerintah terus menarik utang untuk membiayai pembangunan. Menurut data Biro Riset Infobank (birI), utang pemerintah meroket dari Rp2.608,78 triliun pada 2014 menjadi Rp8.680,13 triliun pada 2024. Per Juni 2025, nilai utang pemerintah menjadi Rp9.138 triliun.

Belum lagi utang badan usaha milik negara (BUMN) yang mencapai Rp8.471,78 triliun per Juni 2025. Salah satunya utang kereta cepat Whoosh yang sebesar Rp116 triliun dengan bunga Rp2 triliun per tahun. Muncul spekulasi di publik bahwa ada dugaan kongkalikong dari pinjaman China Development Bank (CDB) maupun pembengkakan investasi senilai US$1,2 miliar sehingga menjadi US$7,2 miliar atau setara dengan Rp113 triliun.

Semua penyakit yang menyandera ekonomi Indonesia sangat bermuara pada masalah uang. Maka, penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025 lalu pun memberi harapan baru. Dengan gaya bawaan yang koboi dan blak-blakan, Purbaya langsung tancap gas. Layaknya seorang chief executive officer (CEO), dia dengan cepat mengambil langkah kebijakan strategis sekaligus turun ke lapangan untuk mengidentifikasi masalah sekaligus memonitor apakah tujuan dari kebijakannya dilaksanakan.

Berbeda dengan kehati-hatian ala Sri Mulyani, mazhab Purbaya atau Purbayanomic yang paling menonjol selain soal likuiditas adalah soal fiskal yang lebih ekspansif dan pro-pasar. Berikut langkah cepat (quick win) Menteri Purbaya yang membetot perhatian publik sekaligus memberi harapan baru terhadap pemerintahan Prabowo.

Satu, mengalihkan dana Rp200 triliun dari sisa anggaran lebih (SAL) pemerintah di rekening Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memompa likuiditas ke sistem perbankan yang memiliki jangkauan luas. Likuiditas tersebut diharapkan mampu mendorong penurunan suku bunga kredit yang pada akhirnya memacu geliat kredit investasi dan konsumsi.

Dua, memangkas dana transfer ke daerah untuk menekan pemborosan dana di daerah dan mengalihkannya ke aset produktif. Menurut Purbaya, belanja pemerintah baik pusat maupun daerah harus memberi impact kepada sektor riil, bukan seremoni. Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2025, Purbaya mencecar para gubernur agar tidak menimbun surplus. Contohnya, Pemda Bojonegoro yang memiliki dana mengendap Rp3 triliun. Pemda didorong untuk belanja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan untuk menabung.

Tiga, tidak menaikkan cukai rokok dan menahan rencana pajak marketplace dan PPh baru. Tujuannya, industri rokok yang menyerap banyak tenaga kerja tidak ambruk dan daya beli masyarakat terjaga serta bisnis digital tetap stabil. Kendati kehilangan potensi penerimaan pajak, Purbaya menolak ide memperlebar defisit fiskal untuk menjaga kredibilitas fiskal dan nilai rupiah. Dia optimistis penerimaan pajak akan naik dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Empat, menentang praktik lama yang membiarkan uang negara tertidur di deposito yang diduga bunganya dinikmati segelintir orang. Padahal, uang publik harus berputar buat rakyat untuk mendorong perekonomian. Dia akan mengusut tuntas dugaan permainan bunga atas simpanan berjangka pemerintah di bank komersial yang angkanya terus naik sejak Desember 2024 yang mencapai Rp204,1 triliun menjadi Rp285,6 triliun per Agustus 2025. Begitu juga pengendapan dana oleh pemda di bank komersial yang per September 2025 mencapai Rp234 triliun, yang seharusnya dibelanjakan untuk mendorong perekonomian daerah.

Lima, mengobok-ngobok anak buahnya di Direktorat Jenderal Pajak dengan memangkas 39 pejabat yang diduga menjadi pemeras pajak. Dia juga siap membersihkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sudah lama dikenal publik sebagai “sarang pungli” hingga pernah dibekukan pada masa Orde Baru. Untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan transparansi, Purbaya membuka saluran pengaduan terkait layanan pajak dan bea cukai bernama “Lapor Pak Purbaya” melalui nomor WhatsApp 0822-4040-6600.

Purbaya juga mengkritik Danantara Indonesia yang dinilai lebih banyak menggunakan dividen BUMN untuk membeli obligasi pemerintah ketimbang menginvestasikan ke sektor riil. Salah satu perusahaan BUMN, yaitu Pertamina, pun ikut menjadi sasaran kritik. Pertamina dianggap malas membangun kilang minyak sehingga terjadi pemborosan devisa yang diakibatkan oleh tingginya impor bahan bakar minyak (BBM).

Sumber Infobank, yang merupakan mantan petinggi Pertamina, pun pernah mengatakan demikian. Pertamina tidak kunjung membangun kilang minyak baru dan terus menyedot minyak di Indonesia untuk dikirim dan diproduksi di Singapura lalu diimpor lagi untuk dijual di Indonesia. “Sengaja tidak dibangun, atau produksi BBM yang dari hasil kilang di Indonesia tidak memenuhi standar, sehingga menjadi alasan untuk melakukan impor BBM,” ujarnya, beberapa bulan lalu. Menurutnya, Pertamina asyik bermain di hilir yang banyak menghasilkan rente ekonomi daripada membangun kompetensi untuk membangun sektor hulu migas.

Akibat tata kelola minyak mentah dan impor BBM, terkuak tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp285 triliun, yang meliputi penyewaan kapal dan terminal, harga BBM yang kemahalan, serta keuntungan dari impor yang melebihi kuota. Pengusaha Riza Chalid yang menjadi salah satu tersangka dan buron ke luar negeri bersama anaknya diduga mengin tervensi PT Patra Niaga agar menyewa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Merak melalui PT Orbit Terminal Merak (OTM) sehingga meraup keuntungan hingga Rp2,9 triliun.

MENGEJAR SUMBER PENERIMAAN YANG HILANG

                SELAMA hampir tiga dekade terakhir, Indonesia gagal menciptakan pertumbuhan ekonomi 7%. Padahal, Indonesia sangat kaya dengan berbagai komoditas sumber daya alam (SDA). Di dunia, cadangan nikel Indonesia adalah yang terbesar, timahnya terbesar nomor dua, batu bara terbesar nomor enam. Indonesia juga memiliki “harta karun” super langka bernama logam tanah jarang (rare earth element), serta penghasil sederet komoditas lain, mulai dari sawit, karet, hingga perikanan.

Dari kekayaan SDA tersebut, seharusnya tidak ada orang miskin di Indonesia. Negara bisa mendapatkan sumber penerimaan untuk membangun infrastruktur maupun memberi makan bergizi gratis tanpa utang dan selama ini mengejar-ngejar pajak yang membuat masyarakat senewen. Sayangnya, kekayaan itu tak berdampak pada penerimaan negara. Dari realisasi penerimaan negara per 31 Agustus 2025 yang mencapai Rp1.638,7 triliun, penerimaan dari SDA nonmigas hanya Rp75,60 triliun atau hanya 4,61%.

Pada 2024, dari penerimaan negara sebesar Rp2.842,5 triliun, penerimaan SDA nonmigas juga hanya Rp118,3 triliun atau 4,16%. Penerimaan negara didominasi dari pajak yang sebesar Rp1.932,4 triliun, yang terus digenjot hingga pemerintah memaksakan diri menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025 hingga pengenaan pungutan baru “opsen” alias tambahan biaya baru yaitu opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Lalu, ke mana hilangnya kekayaan SDA kita yang melimpah hingga pemerintah secara brutal mengejar pendapatan pajak untuk membiayai belanja negara yang pada 2025 sebesar Rp3.621,3 triliun dan 37,85%-nya untuk membayar utang?

Pada 2014, ketika baru memimpin pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji akan memberantas mafia SDA dengan membentuk Satgas Mafia SDA. Tapi, apa yang dijanjikannya tidak pernah terwujud. Salah satu modus operandi mafia SDA adalah melakukan penambangan ilegal maupun melakukan trade misinvoicing transaksi ekspor-impor terutama komoditas untuk penghindaran pajak melalui penggerusan basis pajak dan pemindahan keuntungan. Potensi penerimaan negara dari royalti maupun pajak hilang akibat praktik tersebut.

Menurut laporan International Energy Agency (IEA), pada 2024 Indonesia mencatat volume ekspor batu bara sebesar 558 juta ton. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batu bara hanya sebesar US$30,48 miliar. Artinya, harga yang tercatat secara statistik sebesar US$54,62 per ton. Padahal, harga rata-rata batu bara di pasar internasional tahun lalu mencapai US$136,41 per ton. Artinya ada selisih harga sebesar US$81,79 per ton dengan nilai US$45,64 miliar.

Yang ngeri terjadi pada 2022 ketika harga batu bara di pasar dunia mencapai puncak dengan rata-rata mencapai US$403,71 per ton. Tapi, harga statistik dari volume ekspor batu bara Indonesia yang mencapai 465,74 juta ton nilainya hanya US$54,57 miliar atau harga statistiknya hanya US$117,18 per ton. Ada selisih nilai ekspor yang tidak tercatat mencapai sebesar US$133,46 miliar.

Di sini terjadi indikasi under invoicing ekspor di mana nilai ekspor yang tercatat di Indonesia lebih kecil daripada realisasi impor barang di negara-negara tujuan ekspor. Setiap tahun terjadi selisih. Menurut data Biro Riset Infobank yang diolah dari berbagai sumber, jika menghitung nilai ekspor batu bara yang tidak tercatat selama 12 tahun dari 2013 hingga 2024, akumulasinya mencapai US$495,98 miliar atau sekitar Rp8.084 triliun dengan menggunakan kurs Rp16.300 per US$1.

Dengan asumsi PPN 11%, PPH 2,5%, dan royalti 5%, maka penerimaan negara yang hilang sebesar Rp1.495 triliun. Belum termasuk pajak keuntungan atas pengelolaan SDA yang sebesar 25%, yang membuat hilangnya potensi penerimaan negara jauh lebih besar lagi. Itu baru batu bara, belum komoditas lain, seperti tembaga, lignit, dan minyak sawit. Juga, belum termasuk potensi penerimaan yang hilang dari kegiatan impor ilegal atau penyelundupan, dan kalaupun lewat jalur resmi diduga banyak terjadi praktik over-invocing.

Di sektor minyak sawit, negara telah berhasil merampas Rp13,25 triliun dari korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya. Rampasan tersebut berasal dari Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group. Sejatinya, total kerugian akibat korupsi CPO Rp17 triliun tapi ada Rp4,4 triliun yang belum dikembalikan.

Sangat miris jika uang yang hilang dari hasil komoditas SDA sangat besar tapi pendapatan yang diterima negara sangat kecil. Pemerintah sudah lama menyadari hal ini. Dan, baru kali ini ada pejabat pemerintah yang berani melontarkan adanya praktik misinvoicing yang merugikan negara. Publik kini menunggu – bagaimana Purbaya Yudhi Sadewa akan melibas pemain cukai-cukai ilegal dan ekonomi siluman di balik ekspor gelap tambang dan komoditas yang banyak “jeger” di belakangnya. Dia telah memberi sinyal bakal menangkap pelaku penyelundupan yang memasukkan barang secara ilegal maupun eksportir yang menggunakan praktik under invoicing.

Di berbagai kesempatan, Purbaya mengatakan, apa yang dilakukannya adalah untuk menyelamatkan uang rakyat. Tapi, Purbaya tentu tak bisa melakukannya sendiri. Gaya koboi dan gaya bahasanya yang ceplas ceplos bisa membuat pihak-pihak tertentu kepanasan. Terutama yang selama ini menikmati hasil kongkali kong antara oknum pejabat dan pengusaha. Atau, mereka yang me nik mati kebocoran uang negara dari sisi penerimaan maupun penge luaran. Pihak-pihak yang terancam kepentingannya akan berbuat apa saja, termasuk melobi ke presiden lewat ketua partai politik (parpol).

Tapi, Prabowo harus mendukung Purbaya yang mengaku tidak memiliki kepentingan politik. Apalagi, pemerintahan Prabowo yang baru berjalan setahun sedang tersandera oleh kewajiban membayar cicilan utang warisan pemerintahan Jokowi yang nilainya fantastis. Pada 2026, pemerintah harus membayar cicilan utang jatuh tempo yang mencapai Rp833,9 triliun dan bunga utang sebesar Rp599,4 triliun. Melampaui utang jatuh tempo 2025 yang sebesar Rp800,3 triliun, dan bunga sebesar Rp552,9 triliun.

Di tengah tekanan fiskal dan ambisi untuk mewujudkan pertu m buhan 8% pada 2029, pemerintah harus memiliki strategi pertumbuhan yang pragmatis dengan memaksimal kan penerimaan negara, menutup kebocoran, dan menciptakan per min taan pasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kalau kebo coran keuangan negara dan hilang nya penerimaan negara terus dibiar kan, Indonesia akan terus ter pe rangkap dalam jebakan utang dan stagnasi pertumbuhan ekonomi 5%.

Menakar Kepemimpinan Di Balik TOP 100 CEO 2025

                MAJALAH Infobank edisi November 2025 kembali menghadirkan laporan “Top 100 CEO,” sebagai bentuk apresiasi bagi para pemimpin terbaik Indonesia di berbagai sektor, mulai dari perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, hingga lembaga pendukung jasa keuangan. Dari lebih 500 perusahaan, Dewan Redaksi Infobank menyeleksi secara ketat hingga terpilih 100 CEO terbaik.

                Daftar ini disusun dengan menyeimbangkan objektivitas data dan kualitas kepemimpinan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada angka kinerja, tapi juga nilai, integritas, serta pengaruh seorang CEO dalam memajukan perusahaan. Infobank tidak sekadar mencari yang terbesar, tapi mereka yang paling berpengaruh dalam menumbuhkan semangat kepemimpinan dan inovasi di dunia korporasi.

                Kriteria pertama adalah kinerja perusahaan yang dipimpin, berdasarkan hasil rating Infobank 2025. CEO yang perusahaannya berpredikat “sangat bagus” menjadi prioritas, baik di kelompok bank, asuransi, multifinance, maupun BUMN. Kinerja yang konsisten menjadi bukti kemampuan seorang CEO menjaga sustainability bisnis di tengah tantangan ekonomi.

Kriteria berikutnya adalah size perusahaan, diukur dari aset untuk bank, modal sendiri dan total pembiayaan bagi asuransi dan multifinance. Selain itu, pencapaian individu dinilai, seperti peningkatan kinerja keuangan, keberhasilan turnaround, transformasi digital, atau pembentukan nilai nilai perusahaan yang kuat. CEO yang mampu melewati krisis dengan strategi adaptif mendapat perhatian khusus.

Pengalaman dan ketokohan juga menjadi pertimbangan penting. Rekam jejak panjang di industri keuangan, kemampuan berinovasi, dan kontribusi terhadap kemajuan sektor menjadi indikator utama. Dewan Redaksi Infobank menilai pula peran mereka dalam memperkuat ekosistem industri melalui penerapan good corporate governance (GCG) dan pengembangan sumber daya manusia.

Meski demikian, Infobank menegaskan bahwa kriteria ini tidak mutlak. Beberapa CEO masuk daftar bukan hanya karena kinerja perusahaannya, tapi juga karena nilai kepemimpinan dan kontribusi luar biasa yang mereka berikan kepada industri. Dengan begitu, “Top 100 CEO 2025” menjadi refleksi kepemimpinan yang inspiratif, bukan sekadar kompetisi angka.

Laporan ini tidak dimaksudkan untuk membandingkan siapa yang lebih unggul, melainkan menampilkan figur representatif dari keunggulan di setiap sektor. Infobank meyakini, setiap CEO, masuk daftar Top 100 CEO atau tidak, tetap berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Menjadi CEO sendiri sudah merupakan bentuk pencapaian luar biasa, sekaligus amanah besar untuk menuntun peru sahaan menuju masa depan yang berkelanjutan. Ar

Ringkasan Kriteria Top 100 CEO 2025

·         Kinerja perusahaan berdasarkan rating Infobank 2024 – diutamakan “sangat bagus”, untuk kelompok bank, asuransi jiwa, asuransi umum, multifinance, dan BUMN.

·         Size perusahaan, berdasarkan aset (bank) dan modal serta pembiayaan (asuransi dan multifinance). l Pencapaian atau prestasi dari CEO.

·         Pengalaman, ketokohan, dan kontribusi CEO terhadap perusahaan dan/atau industri. L

·         Pertimbangan Dewan Redaksi Infobank.

Sumber: Biro Riset Infobank (birI).  

1.       Abdul Haris

Jasaraharja Putera

 

DI bawah kepemimpinan Abdul Haris sebagai direktur utama sejak 2023, Jasa raharja Putera berhasil menunjukkan kinerja luar biasa di 2024. Lahir dan besar bersama Jasa Raharja, induk Jasaraharja Putera, ia mampu mem bawa perusahaan mencatat laba Rp168,5 miliar, tumbuh 27,76% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan melampaui target. Sementara, pendapatan premi brutonya mencapai Rp1,46 triliun atau naik 5,81%, dengan rasio solva bi litas 339,78%, menegas kan posisi keuangan yang sangat sehat dan solid. Ar

 

2.       Achmad S. Kartasasmita

Bank Mestika

 

BANK Mestika tumbuh pesat dan solid di bawah kepemimpinan Achmad S. Kartasasmita sebagai presiden direktur sejak 2010. Selama 15 tahun kepemimpinan nya, aset bank ini meningkat 172%, dari Rp5,98 triliun pada 2010 menjadi Rp16,32 triliun per Juni 2025. Berbekal pengalaman panjang di industri perbankan nasional dan internasional, Achmad berhasil membawa Bank Mestika menjadi lembaga keuangan yang stabil, tangguh, dan terus berkembang di tengah dinamika industri perbankan. Ar

 

3.       Agus Haryoto Widodo Bank Jakarta

Langkah Pasti Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

AGUS Haryoto Widodo, Direktur Utama Bank Jakarta, dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner dan berpe ngalaman panjang di industri keuangan dan perbankan. Lulusan Teknik Sipil ITS dan magister manajemen Universitas Indonesia ini meniti Ar kariernya dengan konsistensi tinggi.

Sebelum dipercaya memimpin Bank Jakarta sejak Januari 2024, Agus menorehkan jejak kepemimpinan di berbagai posisi strategis, seperti Direktur Utama Wika Realty, Komisaris Hotel Indonesia Group, dan group head di Bank Mandiri.

Kepemimpinannya yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan terbukti membawa Bank Jakarta mencatat kinerja impresif, dengan laba bersih semester pertama 2025 mencapai Rp421,19 miliar atau tumbuh 24,42% secara tahunan. Kini, selain memimpin Bank Jakarta, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 57 tahun silam ini juga dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) periode 20252029, menegaskan kiprahnya sebagai figur penting dalam memajukan industri perbankan daerah. Ar

 

4.    Agus Prayitno Wirawan

Toyota Astra Financial Services (TAF)

 

AGUS Prayitno Wirawan memimpin Toyota Astra Financial Services (TAF) sejak 2018 dengan visi yang kuat dan kepemimpinan yang solid. Berkarier di Grup Astra sejak 1994, ia dikenal konsisten menumbuhkan kinerja perusa haan. Di bawah arahannya, TAF menutup 2024 dengan kinerja cemerlang. Labanya tercatat Rp780,89 miliar atau tumbuh 13,12% dengan pembiayaan sebesar Rp31,56 triliun atau naik 3,84%, menegaskan ketajaman nya dalam menjaga momentum pertumbuhan. Ar

 

5.       Alexander

Maybank Indonesia Finance

 

ALEXANDER menakhodai Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) sejak 2007 dengan kepemimpinan yang matang dan berlan das kan prinsip kuat. Lahir di Jakarta pada 7 Juni 1971, ia menempuh pendi dikan di Universitas Taruma nagara hingga jenjang magister, lalu meraih gelar doktor bidang Manajemen Stratejik dari Universitas Trisakti pada 2017.

Kariernya dimulai di Bank Central Dagang, lalu berlanjut di Orix Indonesia Finance dengan menem pati berbagai posisi strategis yang membentuk ketajaman analisis dan kepemimpinan nya. Sejak bergabung dengan Maybank Finance pada 2005, Alexander dikenal sebagai pemimpin yang berorientasi pada integritas dan ketulusan. Ia memegang lima prinsip kerja yang menjadi fondasi kepemimpinan nya: bekerja dengan senang hati, sepe nuh hati, dengan cara yang benar, tanpa pencitraan, dan melakukan kebaikan tanpa pamrih. Ar

 

6.    Alexander Grenz Asuransi

Allianz Life Indonesia

 

ALEXANDER Grenz menjabat sebagai Direktur Utama Asuransi Allianz Life Indonesia sejak April 2023. Ia memiliki pengalaman panjang di industri asuransi global bersama Allianz Group. Lulusan master of business administration dari University of Applied Sciences, Regensburg, ini memulai karier sebagai business analyst di Allianz Global Investors, Jerman. Kemudian, ia menempati berbagai posisi strategis di Eropa, Rusia, Asia Pasifik, hingga Filipina, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Allianz Life Indonesia. Ar

 

7. Ananta Wiyogo

 Sarana Multigriya Finansial

 

ANANTA Wiyogo, Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF), telah lama berkecimpung di industri keuangan Indonesia. Sebelum memimpin SMF pada 2016, peraih dua gelar magister di bidang keuangan dan manajemen dari universitas ternama di Amerika Serikat (AS) ini pernah menjabat di berbagai lembaga penting, seperti PEFINDO, KSEI, dan BNI Sekuritas. Ber sama SMF, Ananta dikenal sebagai sosok profesional berpengalaman yang mendorong pembiayaan perumahan nasional. Ar

 

8.       Andreas S. Soedjijanto

Indolife Pensiontama

 

ANDREAS S. Soedjijanto menduduki kursi Direktur Utama Indolife Pensiontama (Indolife) sejak 1996. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Jembo Cable dan General Manager AJ Central Asia Raya. Lulusan S2 Netherlands International Institute for Management ini sukses membawa Indolife membukukan laba bersih Rp278,76 miliar pada 2024, dengan premi bruto tumbuh 6,21% menjadi Rp12,74 triliun. Indolife sendiri telah beroperasi sejak 1991 sebagai perusahaan asuransi jiwa tepercaya. Ar

 

9.       Anggoro Eko Cahyo

Bank Syariah Indonesia

 

Langkah Visioner untuk BSI

                ANGGORO Eko Cahyo dikenal sebagai sosok pemimpin yang matang dengan pengalaman panjang di industri keuangan. Lahir di Jakarta pada 1969, ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Indonesia dengan gelar sarjana teknik dan manajemen industri. Ia juga meraih gelar magister agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Bekal akademik itu menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun cara pandangnya yang strategis dan analitis terhadap dinamika bisnis perbankan.

                Perjalanan karier Anggoro dimulai di Bank Negara Indonesia (BNI) pada 1994. Selama hampir tiga dekade, ia menapaki berbagai posisi strategis, mulai dari manajerial hingga puncak kepemimpinan, seperti Direktur Bisnis Konsumer, Direktur Keuangan, hingga Wakil Direktur Utama BNI.

                Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan pada 20212025, sebelum akhirnya memimpin Bank Syariah Indonesia (BSI). Pengalaman lintas fungsi ini membuatnya memahami ekosistem keuangan dari berbagai sisi, termasuk operasional, bisnis, dan sumber daya manusia (SDM).

                Sebagai pemimpin, Anggoro dikenal visioner dan berorientasi pada keberlanjutan. Kepemimpinannya di BSI menekankan pentingnya modernisasi sistem dan layanan perbankan syariah agar sejajar dengan bank konvensional. Ia percaya bahwa prinsip syariah memiliki keselarasan dengan nilainilai environmental, social, and governance (ESG) sehingga BSI harus tampil sebagai bank yang modern, andal, dan berkelanjutan. Filosofi ini menjadi dasar arah transformasi yang kini dijalankan di tubuh BSI.

                Bersama BSI, Anggoro membawa visi besar: menjadikan bank syariah ini sebagai pemain global. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) periode 20252027 ini bertekad mewujudkan target ambisius pada 2030, yaitu menempatkan BSI di posisi lima besar bank syariah dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, mencapai ROE 25%, serta melayani 40 juta nasabah dengan total aset Rp1.000 triliun. Bagi Anggoro, langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bentuk kontribusi nyata untuk menjadikan ekonomi syariah Indonesia berdaya saing di tingkat global. Ar

               

10.   Animesh Narang

Home Credit Indonesia

 

ANIMESH Narang memimpin Home Credit Indonesia (Home Credit) sejak 2020. Dengan visi kuat, ia memba ngun pertumbuhan berkelanjutan Home Credit. Berpengalaman luas di sektor pembiayaan, Animesh pernah menjabat sebagai CEO Home Credit India dan berbagai posisi strategis di Indonesia. Di bawah kepemimpin annya, Home Credit mencatat kinerja impresif pada 2024, dengan pembiayaan tumbuh 23,18% dan laba bersih melonjak 120,97%. Ar

 

11.   Anton Hermawan

Krom Bank Indonesia

 

ANTON Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank Indonesia, merupakan sosok berpengalaman dengan perjalanan karier lebih dari dua dekade di industri perbankan. Lulusan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia ini telah menempati berbagai posisi strategis di sejumlah bank besar, termasuk BCA, Permata Bank, Sinarmas, CIMB Niaga, dan KEB Hana. Sejak memimpin Krom Bank pada Februari 2024, bankir kelahiran 1969 ini membawa visi ambisius untuk menjadikan bank ini sebagai salah satu top 3 digital bank di Indonesia. Dengan semangat inovasi dan profitabilitas berkelanjutan, ia berkomitmen memperkuat peran Krom Bank dalam ekosistem digital nasional. Ar

 

12.   Arief Harris Tandjung

Bank Jago

 

BERPENGALAMAN lebih dari 25 tahun di industri perbankan, Arief Harris Tandjung pernah memegang pelbagai posisi penting di Bank Universal, Standard Chartered Bank, Bank Danamon, dan Bank BTPN. Sejak 2019, ia bergabung dengan Bank Jago sebagai wakil direktur utama dan dipercaya menjadi direktur utama pada Mei 2023. Lulusan Teknik Universitas Indonesia ini terus mendorong inovasi digital dan efisiensi operasional untuk memperkuat posisi Bank Jago di industri. Ar

 

13.   Arief Mulyadi

Permodalan Nasional Madani

 

Arsitek Transformasi di Balik Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Indonesia

 

Dari ruang-ruang kecil di pelosok Nusantara hingga pusat bisnis Jakarta, gema pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil kini punya satu nama yang lekat: Arief Mulyadi.

Oleh Ranu Arasyki Lubis

 

Selama lebih dari dua dekade berkarier di dunia keuangan, Arief dikenal sebagai figur yang tenang, strategis, dan memiliki empati sosial yang tajam. Sebagai Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief bukan hanya pemimpin korporasi, melainkan sosok yang menafsirkan ulang makna pembangunan melalui pemberdayaan. Penghargaan “Infobank Top 100 CEO 2025” yang baru disematkan kepadanya adalah bukti nyata bahwa kepemimpinan yang berakar pada empati sosial bisa menghadirkan dampak besar. Di bawah kepemimpinannya, PNM bertransformasi dari lembaga pembiayaan mikro biasa menjadi institusi keuangan yang menorehkan jejak global dengan 15,4 juta nasabah aktif di 6.165 kecamatan, menjadikan PNM sebagai grup lending institution terbesar di dunia. Lahir di Jakarta, 23 Juli 1969, Arief menapaki jalannya dengan fondasi akademik yang tak lazim bagi seorang bankir. Ia merupakan lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan studi magister Kajian Strategi Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia. Dua disiplin ilmu yang bagi banyak orang tampak berjauhan, namun di tangan Arief justru berpadu dalam visi: membangun kekuatan ekonomi masyarakat sebagai pilar ketahanan bangsa. Arief Mulyadi menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Ia meyakini bahwa ketahanan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pada kemandirian ekonomi masyarakat. “Akses keuangan seharusnya bukan hak eksklusif segelintir orang. Masyarakat kecil harus punya ruang untuk tumbuh dan berusaha,” ujarnya, Oktober lalu.

 

                Perjalanan karier Arief di dunia keuangan dimulai dari Bank Nusa Internasional pada 1994 hingga 1999. Tahun itu pula ia bergabung dengan PNM sebagai Account Officer Lapangan, sebuah posisi yang membuatnya mengenal langsung denyut nadi usaha kecil di lapangan. Dua dekade kemudian, tepatnya pada 2018, Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno, menunjuknya sebagai Direktur Utama PNM. Jabatan tersebut kembali diperpanjang oleh Erick Thohir pada 2022, menandakan kepercayaan pemerintah atas konsistensi dan arah transformasi yang ia bawa.

                Selama kepemimpinannya, Arief mengarahkan PNM untuk menjadi motor transformasi sosial berbasis ekonomi perempuan. Di tangannya, program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) tumbuh menjadi salah satu gerakan ekonomi terbesar yang menjangkau lebih dari 55 ribu desa/kelurahan di 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia. Hingga pertengahan 2025, PNM telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp355 triliun kepada lebih dari 22,8 juta nasabah, sebagian besar perempuan prasejahtera yang kini menjadi pelaku usaha ultra mikro.

                Kolaborasi menjadi salah satu prinsip yang terus diperkuat Arief Mulyadi dalam memimpin PNM. Pada tahun 2021, pemerintah melalui Kementerian BUMN menginisiasi pembentukan Holding Ultra Mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM sebagai strategi untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro serta mendorong pemulihan ekonomi. Dalam struktur baru tersebut, PNM berperan aktif menjalankan mandat pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui pembiayaan dan pendampingan yang kian terintegrasi dengan ekosistem keuangan nasional.

                Arief juga menggandeng mitra strategis lain seperti PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) dalam program tanggung jawab sosial Pemberdayaan & Literasi Keuangan untuk UMKM. Tujuannya, mendorong agar setiap rupiah yang disalurkan memiliki nilai ganda: memperkuat ekonomi sekaligus menumbuhkan pengetahuan finansial.

                Dua periode kepemimpinannya menjadi saksi transformasi besar di tubuh PNM. Arief membawa semangat digitalisasi ke dalam tubuh perusahaan pelat merah tersebut dengan meluncurkan Mekaar Digi, PNM Digi, dan EOffice sebagai sistem pendukung operasional. Langkah ini memperkuat sistem pemantauan berbasis data untuk 13,3 juta nasabah aktif menjadi lebih cepat dan efisien. “Digitalisasi bukan sekadar efisiensi, melainkan cara kami menjaga agar masyarakat di pelosok tidak tertinggal,” ucapnya.

                PNM pun kini tidak hanya menjadi lembaga pembiayaan, melainkan mitra perubahan sosial. Arief membawa gagasan untuk mengedepankan good corporate governance (GCG) dan pertumbuhan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan PNM bukan semata soal jumlah nasabah, melainkan kualitas pemberdayaan dan kemandirian ekonomi. Meski tetap fokus pada pertumbuhan, di satu sisi ia enggan terjebak pada euforia ekspansi agresif yang cenderung ceroboh. “Kami tetap menjaga sustainability growth, tidak terlalu agresif, tapi memastikan ekosistem yang sudah ada terus hidup dan kuat. Lebih baik membangun ekosistem yang kokoh daripada sekadar mengejar angka,” tutur Arief.

                Filosofi itu membimbing PNM untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi yang tangguh, bukan hanya memperluas jangkauan pembiayaan. Alhasil, dedikasi Arief membawa PNM meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk “The Best StateOwned Enterprise (SOE) 2025” versi The Asian Post: Indonesia Economic Summit 2025.

                Namun bagi Arief, capaian sejati bukan sekadar deretan penghargaan. Ia melihat bahwa keberhasilan PNM tecermin dari bagaimana pendekatan pemberdayaan berbasis kelompok (group lending) mampu memberikan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat prasejahtera. Melalui sistem tanggung renteng, kualitas pembiayaan tetap terjaga sekaligus memperkuat modal sosial di antara para perempuan pelaku usaha. Pendekatan ini menjadi diferensiasi PNM dalam ekosistem pembiayaan mikro nasional dan terus mendorong peningkatan kepercayaan diri serta kemandirian ekonomi para nasabah.

 

Terobosan Baru: Orange Bonds

                Program unggulan PNM Mekaar menjadi simbol paling nyata dari gagasan inklusi ekonomi yang diusung Arief. Program ini menargetkan perempuan prasejahtera dan ibu rumah tangga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

                Setiap minggu, kelompok nasabah berkumpul untuk berdiskusi, belajar mengelola keuangan, dan mencicil pembiayaan dengan skema ringan. Pola ini bukan hanya membantu permodalan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif yang menjadi modal sosial tak ternilai.

                Dari keberhasilan di lapangan, Arief membawa semangat pemberdayaan itu ke ranah pasar modal melalui inovasi finansial berwawasan sosial: Orange Bonds. PNM menjadi lembaga pertama di Indonesia yang menerbitkan Orange Bonds, sebuah instrumen keuangan berorientasi sosial untuk pember dayaan perempuan, melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai total Rp16 triliun. Penerbitan ini terdiri atas obligasi senilai Rp6 triliun dan Sukuk Mudharabah Orange senilai Rp10 triliun. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar dan menggerakkan transformasi sosial.

                Fokusnya jelas, yaitu mendukung kesetaraan gender dan inklusi keuangan perempuan prasejahtera, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) PBB poin kelima (UN SDGs 5: Kesetaraan Gender). “Orange Bonds bukan sekadar produk keuangan, tetapi wujud nyata komitmen kami menghadirkan pasar modal yang berdampak,” ujar Arief dalam peluncurannya, Juni 2025.

                Pada tahap awal, PNM berhasil menghimpun senilai Rp2,75 triliun, yang terbagi dalam tiga seri obligasi dengan tenor hingga lima tahun dan kupon kompetitif antara 6,25%6,85% per tahun.

                Langkah inovatif ini mendapat respons positif dari investor. Lembaga pemeringkat PEFINDO memberikan peringkat tertinggi idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk, menegaskan kestabilan keuangan PNM. Dukungan juga datang dari Impact Investment Exchange (IIX) yang menjadi bagian dari gerakan Orange Movement global, menghubungkan investor sosial dengan proyek berdampak di lapangan. Distribusi efek dilakukan secara elektronik pada Juli 2025 dan langsung tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasilnya, PNM tidak hanya memperkuat posisi finansial, tetapi juga membuka jalan baru bagi instrumen keuangan berorientasi sosial di Indonesia. Menurut Arief, inovasi seperti ini hanyalah alat untuk tujuan yang lebih besar, membangun bangsa dari akar rumput. “Kami ingin membuktikan bahwa perempuan desa yang dulu tidak punya rekening bank kini bisa jadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional, bahkan pasar modal,” ucapnya dengan senyum penuh keyakinan.

                Lebih dari sekadar CEO, Arief Mulyadi adalah arsitek ekonomi kerakyatan yang menyalakan asa jutaan perempuan di pelosok negeri. Ia membuktikan bahwa bisnis dan kemanusiaan dapat berjalan seiring, membangun kemandirian sekaligus harapan baru bagi masa depan ekonomi Indonesia.

 

14.   Arif Suhartono

Pelabuhan Indonesia (Pelindo)

 

SEBAGAI seorang leader berpengalaman, Arif Suhartono telah meniti karier panjang di dunia kepelabuhanan dengan berbagai posisi strategis di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group. Ia dipercaya memimpin Pelindo sejak 2021, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo II dan beberapa anak perusahaan lainnya. Lulusan Teknik Sipil ITB ini memiliki dua gelar magister, termasuk M.B.A. dari Nanyang Technological University, yang memperkuat strategic mindsetnya dalam memimpin transformasi Pelindo. Ar

 

 

15.   Ario Tejo Bayu Aji

Jalin Pembayaran Nusantara

 

Visi dan Jalan Panjang Transformasi Jalin

 

Ario memandang kepemimpinan sebagai perjalanan panjang layaknya lari maraton yang menuntut kecepatan dan ketahanan. Ia menempatkan diri di depan, tengah, dan belakang tim, dengan visi yang menyiapkan jalan bagi masa depan.

Oleh Ari Nugroho

 

Di ruang kerjanya yang sederhana, Ario Tejo Bayu Aji lebih suka berbicara tentang tim ketimbang dirinya sendiri. “Saya percaya pemimpin itu seperti pelari jarak jauh,” ujarnya bulan lalu. “Tidak hanya fokus pada garis finis, tapi juga mengatur ritme agar seluruh tim tetap punya tenaga.” Sejak Februari 2023, Ario dipercaya memimpin PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), perusahaan yang menjadi tulang punggung sistem pembayaran nasional. Lulusan magister teknik dari Queensland University, Australia, ini memegang filosofi lead with vision, serve with humility. Filosofi itu ia wujudkan dalam tiga nilai utama Jalin: commitment, collaboration, dan grit. “Nilai ini kami jadikan napas bersama. Kami ingin berlari cepat menjawab kebutuhan hari ini, tapi juga menjaga stamina untuk perjalanan panjang,” kata pria yang masih aktif di Bank Mandiri ini. Dalam dunia yang serba dinamis, Ario menyadari pentingnya membangun budaya kolaboratif di tengah tim lintas generasi. Baginya, kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, melainkan menciptakan ruang aman bagi setiap orang untuk bersuara dan berinovasi. Generasi muda di Jalin hadir sebagai motor ideide segar. Sementara itu, generasi senior berperan menjaga ritme sekaligus menjadi mentor untuk bisa mengimplementasikan ke dalam sebuah produk atau solusi. “Senior di Jalin itu seperti pengajar di sebuah digital business school,” ujar Ario. “Mereka tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tapi juga berbagi pengalaman, membimbing, dan memberi wawasan yang menjadi bekal penting bagi talenta muda.” Dari sinilah kemudian lahir inisiatif internal bernama Jalin Digital Business School. Bukan dalam bentuk sekolah formal, melainkan sebuah ajang pertukaran gagasan, diskusi, dan pembelajaran lintas generasi. Dari percakapan sehari hari, lahir ide yang lebih matang; dari diskusi ringan, lahir arah baru yang bisa diterjemahkan menjadi rencana bersama. Dengan lebih dari 60 persen Jaliners (sebutan untuk karyawan Jalin) berasal dari generasi milenial dan Gen Z, energi ideide segar menjadi dominan. Namun, pengalaman para senior tetap menjadi penyeimbang penting. Pertemuan dua kekuatan inilah yang membentuk ruang belajar bersama, menjadikan Jalin bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga tempat tumbuh dan berkembang. Pengalaman menyatukan jaringan ATM Himbara menjadi ATM Link menjadi salah satu ujian nyata kepemimpinan di Jalin. Menyatukan infrastruktur empat bank besar milik negara tentu bukan perkara mudah, karena tantangannya tidak hanya teknis. Ario melihat pengalaman itu sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya keyakinan, komunikasi yang jernih, serta keteguhan hati dalam membawa banyak pihak pada arah yang sama. Visi Ario untuk Jalin melampaui peran sebagai switching company. Ia membayangkan Jalin menjadi digital enabler nasional, sebuah infrastruktur yang tak hanya melayani industri perbankan, tapi juga menjadi mitra pemerintah dalam program strategis. Dari distribusi bansos hingga pemungutan pajak digital, Jalin diposisikan sebagai tulang punggung yang membuat sistem pembayaran Indonesia lebih efisien, inklusif, dan berdaulat. Namun, Ario menekankan, peran Jalin tidak berhenti pada program pemerintah semata. Konsep shared services yang dikembangkan memungkinkan kolaborasi lintas institusi bank, fintech, ritel, hingga UMKM, agar ekosistem digital tumbuh bersama. Inovasi seperti Jalin Verifi3d untuk keamanan transaksi e-commerce menggunakan debit GPN, layanan Cardless Cash Withdrawal di jaringan ATM Link, serta QRIS Cross-Border menjadi bukti langkah nyata yang ditempuh timnya. Semua itu diperkuat dengan sistem keamanan siber seperti Fraud Detection System (FDS). Ario selalu kembali pada pandangan dasarnya: kepemimpinan bukan soal siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang bisa menumbuhkan rasa memiliki dalam tim. “Teknologi hanya akselerator. Inti inovasi tetap manusia,” katanya. Dengan gaya kepemimpinan yang dimilikinya, Ario menempatkan dirinya tidak hanya di depan, tetapi juga di tengah dan di belakang tim. Baginya, kepemimpinan adalah perjalanan panjang, mirip lari maraton yang menuntut kecepatan sekaligus ketahanan. “Visi itu bukan hanya tentang jawaban hari ini. Visi adalah bagaimana kita menyiapkan jalan untuk masa depan,” tutupnya.

 

16.   Armand Hermawan

Artajasa Pembayaran Elektronis

 

Menakhodai Transformasi Pembayaran Nasional

 

                ARMAND Hermawan, Direktur Utama Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) sejak 2023, merupakan profesional dengan rekam jejak panjang di industri keuangan dan telekomunikasi. Lulusan Ph.D. bidang keuangan dari University of Newcastle, Australia, dan Master in Financial Econometrics dari Lincoln University, New Zealand, ini menakhodai transformasi dan Arif Suhartono Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 17 SEBAGAI seorang leader berpengalaman, Arif Suhartono telah meniti karier panjang di dunia kepelabuhanan dengan berbagai posisi strategis di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group. Ia dipercaya memimpin Pelindo sejak 2021, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo II dan beberapa anak perusahaan lainnya. Lulusan Teknik Sipil ITB ini memiliki dua gelar magister, termasuk M.B.A. dari Nanyang Technological University, yang memperkuat strategic mindsetnya dalam memimpin transformasi Pelindo. Ar Benny Waworuntu Reasuransi Indonesia Utama pengembangan bisnis Artajasa dengan visi modernisasi layanan pembayaran nasional. Sebelum bergabung dengan Artajasa, ia menjabat sebagai Director and Chief Strategy & Execution Officer Indosat.

                Armand juga pernah menduduki berbagai posisi strategis, seperti direktur strategi di Angkasa Pura II dan Presiden Direktur Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Ia juga berpengalaman sebagai anggota dewan komisaris di BDx Indonesia, Gapura Angkasa, dan Bandara Kertajati. Sejak 2024, Armand turut dipercaya sebagai Chairman of Asian Payment Network (APN), memperkuat kiprahnya dalam mendorong kolaborasi dan inovasi sistem pembayaran di kawasan Asia. AA

 

17.   Benny Waworuntu

Reasuransi Indonesia Utama

 

BENNY Waworuntu menjabat sebagai Direktur Utama Reasuransi Indonesia Utama sejak 2021. Ia telah meniti karier panjang di industri asuransi, termasuk menjabat sebagai director & head of Indonesia di Swiss Reinsurance Company Ltd Singapore, chief corporate affairs officer di AXA Service Indonesia, dan direktur kepatuhan di Mandiri AXA General Insurance. Di bawah kepemimpinannya, Reasuransi Indonesia Utama terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan reasuransi terbesar di Indonesia. AA

 

 

 

18.   Budi Herawan

Asuransi Candi Utama

 

Tumbuh dari Rasa Hormat dan Integritas

 

                BUDI Herawan, sosok yang dikenal luas di industri asuransi umum, telah meniti karier lebih dari 35 tahun dan menjadi salah satu figur penting di dunia asuransi Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1961, ini menjabat sebagai Direktur Utama Asuransi Candi Utama sejak 2018 dan juga dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) periode 20232026. Reputasinya sebagai pemimpin yang berintegritas menjadikannya panutan bagi banyak profesional di industri ini.

                Sebelum menakhodai Asuransi Candi Utama, lulusan Universitas Krisnadwipayana ini pernah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan asuransi maupun lembaga regulator. Ia antara lain pernah menjabat sebagai Direktur Teknik Tugu Reasuransi Indonesia, Presiden Direktur Victoria Insurance, Direktur Utama Asuransi Purna Arthanugraha, serta Staf Ahli Kepala Departemen IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20142015. Deretan pengalaman tersebut membentuknya menjadi pemimpin yang matang dan berwawasan luas dalam mengelola risiko dan membangun kepercayaan industri.

                Bagi Budi, kepemimpinan sejati selalu berakar pada respek. Nilai itu menjadi dasar bagi setiap langkahnya dalam membangun kerja sama, menjaga integritas, dan memotivasi tim. Dengan prinsip tersebut, ia berhasil membawa setiap perusahaan yang dipimpinnya mencapai kinerja yang solid. Ketokohan penggemar otomotif, khususnya Vespa klasik ini, makin menegaskan bahwa gaya kepemimpinannya yang hangat dan menghargai sesama menjadi sumber kekuatannya dalam menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan. AA

 

19.   Budi Santoso

Central Java Power

                BUDI Santoso, Chief Executive Officer (CEO) Central Java Power, berpenga laman lebih dari 25 tahun di industri keuangan. Lulusan sarjana ekonomi Universitas Indo ne sia dan jebolan Harvard Business School ini pernah menduduki berbagai posisi seni or di sejumlah bank investasi ternama. Kini, ia memimpin Central Java Power dengan visi memperkuat kinerja dan keberlanjutan bisnis perusahaan tersebut. AA

 

20.   Budi Susanto

Kliring Berjangka Indonesia

 

BUDI Susanto menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sejak 2024, membawa pengalaman panjangnya di berbagai perusahaan BUMN. Lulusan sarjana dan magister dari Universitas Indonesia ini sebelumnya pernah menduduki posisi direksi di Danareksa Sekuritas dan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). AA

 

 

 

21.   Budi Tua Arifin Tampubolon

Asuransi Jiwa IFG

 

SEJAK 2024, Budi Tua Arifin Tampubolon dipercaya memimpin Asuransi Jiwa IFG sebagai direktur utama. Lulusan Universite de Nantes, Prancis, dan Universitas Indonesia ini memiliki pengalaman panjang di industri asuransi jiwa dengan rekam jejak kepemimpinan di berbagai perusahaan besar. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur BNI Life, AXA Financial Indonesia, dan Lippo Life Assurance, serta Direktur Utama Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. Dengan pengalaman itu, Budi membawa visi memperkuat fondasi bisnis dan tata kelola Asuransi Jiwa IFG agar makin kompetitif dan berkelanjutan. Saat ini, Budi juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode 20252028. AA

 

22.   Chen Yong

Bank ICBC Indonesia

 

CHEN Yong, yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia sejak 2023, memiliki peng alaman lebih dari 30 tahun di ICBC Group. Sebelum nya, ia sukses memimpin ICBC (Thai) Leasing sebagai president dan menjabat Deputy Presi dent ICBC Thailand, dengan capaian pertum buhan signifikan. Rekam jejak kepemimpinannya yang kuat menjadikannya sosok tepat untuk memba wa ICBC Indonesia terus tumbuh dan berdaya saing di pasar keuangan nasional. AA

 

23.   Daisuke Ejima

Bank Danamon Indonesia

 

DAISUKE Ejima, yang menjabat sebagai Direktur Utama Bank Danamon Indonesia sejak 2023, merupakan alumnus University of Tokyo dan Ross School of Business, University of Michigan. Ia memiliki pengalaman panjang di MUFG, grup keuangan global asal Jepang yang menjadi induk Bank Danamon. Sebelum bergabung dengan Bank Danamon, ia menjabat sebagai managing executive officer sekaligus regional executive for Asia Pacific di MUFG. Pengalaman internasional dan kepemimpinan strategisnya menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Bank Danamon di industri perbankan Indonesia. AA

 

24.   Damar Latri Setiawan

PT Pegadaian

 

DAMAR Latri Setiawan menjabat sebagai Direktur Utama PT Pegadaian sejak 2022, setelah sebelumnya berkarier di berbagai posisi strategis, seperti direktur produk serta direktur jaringan, operasi, dan penjualan. Lulusan STAN ini juga meraih gelar sarjana dan magister manajemen keuangan dari Universitas Indonesia serta doktor manajemen pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. AA

 

25.   Denny Santoso

Astra Auto Finance

 

DENNY Santoso telah memimpin Astra Auto Finance sebagai presiden direktur sejak 2020. Lulusan teknik elektro Universitas Kristen Petra ini dikenal sebagai profesional loyal di lingkungan Astra Financial. Ia bergabung dengan Astra Credit Companies (ACC) sejak 1995 dan menempati berbagai posisi strategis, termasuk Presiden Direktur PT Sedaya Pratama pada 20192020. Pengalamannya yang panjang menjadikannya sosok penting dalam pengembangan bisnis pembiayaan di grup Astra. AA

 

26.   Dian Siswarini

Telekomunikasi Indonesia

 

Inspirasi di Puncak Industri Telekomunikasi

                DIAN Siswarini dikenal sebagai salah satu tokoh penting di industri telekomunikasi Indonesia. Lulusan teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki perjalanan karier panjang dan cemerlang di XL Axiata, yang ia masuki pada 1996 sebagai radio planning engineer sebelum akhirnya dipercaya sebagai presiden direktur & CEO pada 20152025.

Berbekal pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan itu, Dian dipercaya pemegang saham untuk memimpin PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sejak medio 2025. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi direktur utama di perusahaan telekomunikasi pelat merah itu.

Dengan latar akademik yang kuat, termasuk program Executive Advance Management di Harvard Business School, Dian kini memegang tanggung jawab besar dalam mengarahkan transformasi Telkom, perusahaan dengan aset mencapai Rp299,68 triliun per 2024, menuju era digital yang lebih inovatif dan berkelanjutan. AA

 

27.   Djaja Suryanto Sutandar

Wahana Ottomitra Multiartha

 

DJAJA Suryanto Sutandar memimpin Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) sebagai presiden direktur sejak 2011. Lulusan finance dari California State University of Sacramento ini berpengalaman panjang di industri keuangan, khususnya perbankan. Sebelum bergabung dengan WOM Finance, ia pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris Maybank Indonesia Finance pada 20072013.AA

 

28.   Edhi Tjahja Negara

Zurich Asuransi Indonesia

 

EDHI Tjahja Negara, lulusan ekonomi Univer sitas Negeri Jember, telah memimpin Zurich Asuransi Indonesia sejak 2022. Sebelumnya, ia berkarier panjang di industri perbankan dengan posisi strategis, seperti EVP Head Sales & Distribution Maybank dan Director Wealth & Personal Banking HSBC. Di bawah kepemim pinannya, Zurich Asuransi Indonesia terus memperkuat kinerja dengan total aset Rp9,33 triliun pada 2024. AA

 

29.   Edy Handojo Santoso

Indomobil Finance Indonesia

 

EDY Handojo Santoso menjabat sebagai Presi den Direktur Indomobil Finance Indonesia sejak 2020. Lulusan ekonomi manajemen Universitas Katolik Parahyangan dan magister manajemen Prasetiya Mulya ini me miliki pengalaman panjang di dunia keuangan. Di bawah kepemimpinannya, Indomobil Finance Indonesia mencatat total aset Rp16,73 triliun pada 2024. AA

 

30.   Fachrudin

Bank Kalsel

 

FACHRUDIN, putra asli Banjarmasin, meniti kariernya dari bawah hingga dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Kalsel sejak 2023. Lulusan Universitas Lambung Mangkurat ini dikenal sebagai figur loyal yang mendedikasikan seluruh perjalanan profesionalnya untuk Bank Kalsel. Sebelum menjabat posisi puncak, ia sempat mengemban peran sebagai direktur bisnis dan plt direktur utama hingga awal 2023. AA

 

31.   Freddy Thamrin

Asuransi Jiwa Central Asia Raya

 

FREDDY Thamrin, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, telah memimpin Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance) sejak 2008 setelah sebelumnya berkarier panjang sebagai bankir. Pria kelahiran Jakarta, 29 Juni 1956, ini dikenal aktif dalam pengembangan industri asuransi, termasuk melalui peran nya di Asosiasi Asuransi Jiwa Indo nesia (AAJI) sebagai ketua bidang operasional dan perlindungan konsumen. Dedikasinya mencermin kan komitmen terhadap kemajuan sektor asuransi nasional. AA

 

32.   G.C. Koen Yulianto

Asuransi Tri Pakarta

 

G.C. Koen Yulianto menjabat sebagai Direktur Utama Asuransi Tri Pakarta sejak 2021. Lulusan Universitas Diponegoro dan Universitas Semarang ini memiliki pengalaman hampir tiga dekade di BNI sebelum beralih ke industri asuransi. Dengan gaya kepemimpinan terbuka dan kolaboratif, ia menargetkan membawa Asuransi Tri Pakarta masuk dalam 10 besar asuransi umum di Indonesia. AUS

 

33.   Gimin Sumalim

Bank Index Selindo

 

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di perbankan, ia memimpin dengan ketenangan dan ketulusan, menumbuhkan pemimpin baru serta memastikan Bank Index tumbuh berkelanjutan tanpa kehilangan sentuhan manusiawi.

Oleh Ayu Utami Saraswati

 

Di tengah derasnya arus perubahan dunia keuangan dan teknologi, Gimin Sumalim, Presiden Direktur Bank Index Selindo, memilih untuk tidak berdiri sebagai sosok yang memberi perintah dari menara tinggi. Ia lebih suka berjalan di antara timnya untuk mendengar, berdialog, dan memberi teladan. “Kepemimpinan hari ini bukan lagi soal memberi instruksi, tapi bagaimana menjadi sumber inspirasi,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.

Dengan gaya kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif, dan visioner, Gimin membuka ruang seluas luasnya bagi generasi muda untuk berpendapat dan berinovasi. Ia percaya, gagasan segar dari mereka adalah energi baru yang menggerakkan roda organisasi. Terlebih bagi Gimin, tugas seorang pemimpin bukan membatasi, melainkan mengarahkan agar setiap potensi tumbuh dalam satu visi yang sejalan. “Pemimpin yang baik adalah yang mampu menumbuhkan pemimpin pemimpin baru,” katanya.

Selain kolaborasi, Gimin menempatkan integritas dan fokus pada nasabah sebagai poros utama setiap kebijakan. Ia meyakini, inovasi sejati lahir bukan semata dari teknologi, melainkan dari niat tulus untuk memberi manfaat. “Inovasi tak selalu besar. Kadang dimulai dari langkahlangkah kecil yang konsisten. Prinsip ini kami terapkan di seluruh lini Bank Index, menciptakan lingkungan kerja terbuka, di mana ideide baru bisa tumbuh tanpa rasa takut salah,” tuturnya.

Namun, perjalanan sebagai pemimpin tak pernah bebas dari ujian. Bagi Gimin, menjaga keseimbangan antara stabilitas dan perubahan merupakan tantangan tersendiri. Begitu pula dengan upaya menyatukan perbedaan lintas generasi agar tetap bergerak dalam satu arah yang sama. Ia pun menarik satu pelajaran penting: fighting spirit dan semangat pantang menyerah adalah bahan bakar utama bagi keberlanjutan sebuah organisasi. “Saya belajar bahwa setiap krisis mengajarkan kita tentang fleksibilitas, ketenangan, dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.

Pandangan matang tentang kepemimpinan itu tidak lahir dalam semalam, tetapi tumbuh dari perjalanan Gimin di dunia perbankan selama lebih dari tiga dekade. Padahal, siapa sangka, lulusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti ini sejatinya tidak pernah berencana menjadi banker. Tapi takdir membawanya ke arah berbeda—pada tahun 1992, ia bergabung dengan Bank Bali (kini Permata Bank) melalui Officer Development Program.

Keputusan itu pun menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia ke mu dian berkiprah di Bank Ekono mi Raharja, menempati berbagai posisi strategis mulai dari Relation ship Manager hingga Direktur Retail Banking. Konsis tensi dan integritas mengantarkan Gimin mencapai puncak karier sebagai Presiden Direktur Bank Index Selindo pada 2017.

Di luar ruang kerja, Gimin dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Setiap pagi dan malam, ia meluangkan waktu 15 20 menit untuk meditasi–ritual kecil yang menyeimbangkan pikiran di tengah padatnya aktivitas. Selain itu di akhir pekan, Gimin menyalurkan hobinya berkebun di halaman rumah untuk menanam sawi, tomat, kangkung, kunyit, hingga belimbing. “Berkebun mengajar kan kesabaran. Tak ada hasil instan, tapi kalau dirawat dengan hati, semuanya akan tumbuh,” ujarnya.

Kecintaannya pada alam mungkin berakar dari masa kecilnya di Sumatera, di tengah hamparan perkebunan tempat ia tumbuh besar. Dari sana, ia menimba makna tentang arti kerja keras dari para pekerja kebun yang bangun sebelum matahari terbit, dan tentang ketenangan dari pepohonan yang tetap tegak meski diterpa hujan. Nilai nilai itu ia bawa hingga kini, yakni menjadi pemimpin yang tegas tanpa amarah, rasional dalam tekanan, dan selalu memilih mencari solusi daripada menyalahkan. “Bekerja profesional tak perlu marah. Semua tantangan pasti ada jalan keluarnya,” ujar Gimin.

Ke depan, Gimin ingin memastikan Bank Index tetap tumbuh berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan sentuhan manusiawi. “Saya percaya masa depan perbankan bukan hanya soal digitalisasi, tapi bagaimana teknologi dapat memperkuat nilai nilai kemanusiaan dan keperca yaan yang telah menjadi dasar hubungan antara bank dan nasabah,” ungkapnya.

Di tangan Gimin, kepemim pinan bukan sekadar soal strategi bisnis, melainkan tentang mera wat kepercayaan. Sebuah nilai yang tumbuh, seperti tanaman di kebunnya, dengan kesabaran, ketulusan, dan keyakinan bahwa yang dirawat dengan hati akan berbuah pasti.

 

 

34.   Gusti Candra

Bank Nagari

 

Tumbuh dari Pengabdian

 

GUSTI Candra resmi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Nagari pada 2024, setelah lebih dari dua dekade berkarier di dunia perbankan. Lulusan sosial ekonomi pertanian Universitas Andalas ini memulai perjalanan profesio nalnya di Bank Nagari pada 1997 dan dikenal sebagai sosok yang konsisten, inovatif, serta berorientasi pada hasil. Ia berperan besar dalam transformasi digital dan penguatan portofolio kredit mikro, pertanian, serta komersial. Di usia 53 tahun, pria kelahiran Lintau, 7 Agustus 1972, ini dipercaya menjadi direktur utama termuda dalam sejarah Bank Nagari. Bagi Gusti, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk nyata dedikasi dan pengabdian kepada tanah kelahiran nya, Sumatra Barat. AUS

 

35.   Hadi Hadi Wibowo Wibowo

BTPN Syariah

 

HADI Wibowo, 57 tahun, menjabat sebagai Direktur Utama BTPN Syariah sejak April 2020. Berpe ngalaman lebih dari tiga dekade di HADI Wibowo, 57 tahun, menjabat sebagai Direktur Utama BTPN Syariah sejak April 2020. Berpe ngalaman lebih dari tiga dekade di industri perbankan, ia pernah memegang berbagai posisi strategis di bidang retail banking, digital banking, hingga micro banking di sejumlah bank besar, termasuk Bank BTPN (kini SMBC Indonesia). Dedi kasinya terhadap inklusi keuangan membawanya meraih penghargaan The Schwab Foundation Corporate Social Intrapreneur of the Year 2020 dan The Best Digital Financial Inclusion Initiative dari The Asian Banker. Lulusan teknik dari Institut Teknologi Bandung ini dikenal memi liki komitmen kuat dalam pemberda yaan masyarakat prasejahtera melalui inovasi dan pengembangan literasi keuangan. Ar

 

36.   Handojo Gunawan Handojo Gunawan Kusuma

AXA Mandiri Financial AXA Mandiri Financial Services

 

Semangat Belajar yang Menggerakkan

                HANDOJO Gunawan Kusuma telah menapaki karier panjang lebih dari tiga dekade di in dustri asuransi, dengan pengalaman luas di Mandiri Financial Services sebagai presiden direktur sejak 2018, setelah sebelumnya men bat Presiden Komisaris AXA Insurance Indo sia dan sejumlah posisi penting di Allianz, Ar 37 37 HANDOJO Gunawan Kusuma telah menapaki karier panjang lebih dari tiga dekade di in dustri asuransi, dengan pengalaman luas di berbagai posisi strategis. Pria kelahiran Semarang ini dipercaya memimpin AXA Mandiri Financial Services sebagai presiden direktur sejak 2018, setelah sebelumnya men ja bat Presiden Komisaris AXA Insurance Indo ne sia dan sejumlah posisi penting di Allianz, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.

 

Berbekal gelar master of business administration dengan konsentrasi keuangan dari Western Michigan University, AS, Handojo membawa visi untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Di bawah arahannya, AXA Mandiri Financial Services berhasil mempertahankan posisi sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia, dengan total aset Rp41,91 triliun pada akhir 2024.

 

Filosofi kerja Handojo sederhana namun kuat; setiap hari adalah kesempatan untuk belajar hal baru. Semangat belajar inilah yang menjadi fondasi keberhasilannya, membuatnya terus berkembang dari peran awal di bidang pemasaran dan underwriting hingga memimpin perusahaan di puncak industri asuransi nasional. AUS

 

37.   Hanindio W. Hadi

Perta Life Insurance

HANINDIO W. Hadi telah memimpin Perta Life Insurance sejak 2020 dan kembali dipercaya melan jutkan kepemimpinannya pada 2024. Lulusan ekonomi pembangunan Universitas Padjadjaran ini meraih dua gelar magister dari Wichita State University dan University of Houston. Memulai karier di Tugu Pratama Indonesia pada 1998, Hanindio kemudian menempati berbagai posisi strategis di Pertamina sebelum menakhodai Perta Life Insurance. AUS

38.   Hari Purnomo

Penjaminan Jamkrindo Syariah

Meneguhkan Transformasi Penjaminan Jamkrindo Syariah Jamkrindo Syariah Berbasis Nilai Kepercayaan

Di bawah kepemimpinan Hari Purnomo, Jamkrindo Syariah menegaskan transformasi berbasis nilai kepercayaan dan integritas, dengan fokus pada pembentukan budaya kerja yang berlandaskan amanah, tanggung jawab moral, dan profesionalisme.

Oleh Ayu Utami Saraswati

                Bagi Hari Purnomo, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menumbuhkan nilai di tengah perubahan. Sejak dipercaya menjabat Direktur Utama Penjaminan Jamkrindo Syariah pada 2023, pria kelahiran Pekalongan, 4 Juni 1966 ini menegaskan arah baru perusa haan, antara lain memperkuat 39ssgovernance melalui perbaikan mitigasi risiko, memperkuat digitalisasi, efisiensi operasional, dan ekspansi penjaminan syariah untuk mendukung UMKM serta meningkatkan daya saing nasional.

                Sebelum memimpin Jamkrindo Syariah, Hari meniti karier panjang di lingkungan BRI Group. Ia pernah menjabat sebagai Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Regional CEO Lampung BRI, Direktur PT Bringin Karya Sejahtera, dan Direktur Dana Pensiun BRI. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bekal penting baginya dalam mengelola Jamkrindo Syariah dengan pende katan yang terukur dan berlandaskan nilai kepercayaan.

                Kepada seluruh insan Jamkrindo Syariah, Hari kerap menekankan bahwa perusahaan penjaminan bukan sekadar memberikan assurance, tetapi guarantee atau sebuah tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga kepercayaan. “Kita bukan hanya bicara bisnis, tapi juga amanah. Kepercayaan itu modal utama. Begitu hilang, semua akan runtuh,” ujarnya, kepada Infobank, beberapa waktu lalu.

                Pandangan tersebut menjadi landasan gaya kepemimpinannya yang menekankan integritas, kolaborasi, dan mindset per ubahan. Hari percaya, transfor masi sejati bukan sekadar per gantian struktur atau digitalisasi proses, melainkan pembentukan budaya dan pola pikir baru. “Transformasi bukan hanya ganti struktur atau sistem. Ini tentang cara berpikir, membangun trust, dan menggerakkan orang dengan nilai,” tegasnya.

                Di bawah kepemimpinannya, Jamkrindo Syariah memasuki fase transformasi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia mendorong perubahan dalam penguatan mitigasi risiko melalui penguatan business process yang prudent, untuk penguatan digitalisasi guna mempercepat layanan, meningkatkan efisiensi, serta memperluas jangkauan penjaminan syariah yang lebih inklusif.

                Namun, di balik fokus pada teknologi dan ekspansi, Hari menegaskan pentingnya menjaga roh syariah dan semangat pelayanan kepada pelaku usaha mikro dan kecil. Ia meyakini bahwa kekuatan utama Jamkrindo Syariah terletak pada keseimbangan antara profesionalisme bisnis dan nilai nilai syariah yang dijunjung tinggi. “Saya ingin Jamkrindo Syariah jadi lembaga yang profesional tapi tetap membawa nilainilai syariah—nilai kebaikan, keadilan, dan keberkahan,” ujarnya.

                Di internal organisasi, Hari dikenal sebagai pemimpin yang membangun ekosistem kerja berbasis kepercayaan dan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melihat perubahan bukan sebagai ancaman, tetapi peluang untuk tumbuh. “Kalau kita mau berubah, yang pertama harus kita ubah adalah mindset. Teknologi bisa dibeli, sistem bisa disusun, tapi pola pikir hanya bisa dibentuk,” ungkapnya.

                Kini, di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri penjaminan, Hari menatap ke depan dengan optimisme. Baginya, keberlanjutan Jamkrindo Syariah bukan semata hasil dari strategi bisnis, melainkan buah dari konsistensi nilai. “Kita ingin tumbuh menjadi lembaga penjaminan syariah yang tidak hanya besar secara aset, tapi juga kuat secara nilai. Karena pada akhirnya, yang membuat perusahaan bertahan adalah kepercayaan,” pungkasnya.

39.   Harjanto Tjitohardjojo

Clipan Finance Indonesia

SEJAK 2021, Harjanto Tjitohardjojo memimpin Clipan Finance Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri otomotif dan pembiayaan. Lulusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Krida Wacana ini berhasil mendorong transformasi perusa haan melalui penguatan budaya kerja dan visi menjadi lima besar multifinance nasional. Pada 2024, Clipan Finance mencatat total aset Rp10,12 triliun. AUS

40.   Harry Iman Subekti

Swadharma Bhakti Sedaya Finance

HARRY Iman Subekti memimpin HARRY Iman Subekti memimpin Swadharma Bhakti Sedaya Finance sejak 2020 dan kembali Finance sejak 2020 dan kembali 40 40 mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinannya pada 2024. Lulusan magister manajemen Universitas Gadjah Mada ini memiliki pengalaman panjang di industri keuangan, termasuk sebagai bankir di Permata Bank dan Bank Niaga. Ia dikenal berkompetensi dalam perencanaan korporasi serta strategi bisnis yang menjadi fondasi penguatan perusahaan. AUS

 

 

41.   Hendra Gunawan

KB Bukopin Finance

 

HENDRA Gunawan menjabat sebagai Direktur Utama KB Bukopin Finance sejak 2022, membawa pengalaman luas di industri pembiayaan dan 41 41 perbankan. Lulusan magister manajemen Indonesia Banking School ini memulai karier pada 1998 di Astra Credit Companies, hingga menduduki posisi branch manager. Ia juga pernah menempati berbagai posisi strategis di Permata Bank, Adira Dinamika Multi Finance, U Finance Indonesia, dan Shinhan Indo Finance. AUS

 

42.   Hendro H. Wenan

Asuransi Umum BCA

 

HENDRO H. Wenan, lulusan magister The George Washington University, memimpin Asuransi Umum BCA dengan pengalaman panjang di industri keuangan dan asuransi. Sebelum menjabat sebagai direktur utama, pria berusia 57 tahun ini pernah dipercaya sebagai direktur keuangan dan operasional pada 2011 serta direktur teknik pada 2017. Kariernya dimulai di Flagship Technologies AS dan berlanjut di sejumlah perusahaan, termasuk CV Wery Agricom, Verena Oto Finance, Transpacific Mutual Capita, dan Transpacific General Insurance. AUS

 

43.   Hendry Christian Wong

Astra Sedaya Finance

 

HENDRY Christian Wong menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Sedaya Finance sejak 2024. Lulusan teknik mesin Universitas Indonesia ini memiliki pengalaman panjang di Grup Astra, termasuk di Federal International Finance (FIF) dan Serasi Autoraya (SERA). Ia juga pernah dipercaya sebagai presiden komisaris di beberapa anak usaha, seperti Astra Transportasi Indonesia dan Astra Digital Mobil. AUS

 

44.   Hengky Djojosantoso

Asuransi Ciputra Indonesia

 

HENGKY Djojosantoso menjabat sebagai Presiden Direktur  Asuransi Ciputra Indonesia sejak 2016. Lulusan teknik kimia Institut Teknologi Bandung dan master of commerce dari University of New South Wales ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri asuransi nasional. Sebelumnya, ia pernah memimpin AXA Life Indonesia dan menjabat sebagai chief alternate distribution Officer di AXA Services Indonesia. AUS

 

 

 

45.   Henoch Munandar

SMBC Indonesia

 

HENOCH Munandar menjabat sebagai Direktur Utama SMBC Indonesia sejak 2022. Lulusan sarjana ekonomi Universitas Atma Jaya Jakarta ini memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan, dimulai dari PT Indomarco pada 1989. Sebelumnya, pria kelahiran 22 Juni 1966 ini pernah menduduki berbagai posisi penting di sejumlah institusi, termasuk Bank UFJ, Bank DBS Indonesia, dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. AUS

 

46.   Hery Gunardi

Bank Rakyat Indonesia

 

Bankir dan Leader Mumpuni

HERY Gunardi adalah salah satu bankir paling berpengaruh di Indonesia, dikenal sebagai leader mumpuni dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri keuangan. Setelah sukses memimpin transformasi besar Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air, Hery kini dipercaya menakhodai Bank Rakyat Indonesia (BRI), membawa semangat “visionary leadership” dalam setiap langkah strategisnya.

Karier Hery dimulai di Bank Bapindo pada 1991, kemudian menapaki berbagai posisi strategis di Bank Mandiri, seperti dari direktur micro & retail banking hingga wakil direktur utama. Gelar master of business administration dari University of Oregon, AS, makin menguatkan fondasinya sebagai bankir profesional yang mampu menggabungkan disiplin korporasi dengan inovasi dalam pengelolaan perbankan.

Mandat besar berikutnya datang saat Hery memimpin integrasi BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah menjadi BSI, sekaligus menjadi direktur utama pertama pada 2021. Pria kelahiran Bengkulu, 26 Juni 1962, ini dikenal mampu menyatukan strategi bisnis dengan nilai-nilai keberlanjutan, memastikan setiap keputusan berdampak positif bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Kini, di BRI, Hery fokus memperluas akses keuangan, terutama bagi segmen UMKM dan mikro, sekaligus menjabat Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) periode 2024-2028. Dengan visi yang jelas dan komitmen tinggi, Hery terus mendorong BRI tumbuh secara berkelanjutan, memberikan nilai ekonomi dan sosial yang seimbang bagi Indonesia. AUS

 

47.   I Dewa Made Susila

Adira Dinamika Multi Finance

 

I Dewa Made Susila menjabat sebagai Direktur Utama Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) sejak 2022, setelah lebih dari dua dekade berkarier di industri pembiayaan. Lulusan sarjana agribisnis Institut Pertanian Bogor dan magister manajemen STIE PPM ini pernah memegang berbagai posisi strategis di Adira Finance, termasuk direktur keuangan, direktur kepatuhan & corporate secretary, serta direktur strategi bisnis & transformasi. Kepemimpinannya yang solid menjadi kunci kepercayaannya memimpin Adira Finance. AUS

 

 

48.   Imam Santoso

Perum Jasa Tirta II

 

IMAM Santoso menjabat sebagai Direktur Utama Perum Jasa Tirta II sejak 2020, setelah berkarier panjang di sektor sumber daya air dan infrastruktur. Peraih gelar master sains dari Southampton University dan doktor dari Universitas Diponegoro ini pernah menjadi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Komisaris Utama Wijaya Karya. AUS

 

49.   Iwan Satawidinata

Bank CTBC Indonesia

 

IWAN Satawidinata menjabat sebagai Presiden Direktur Bank CTBC Indonesia sejak 2019 dan memiliki pengalaman panjang di industri perbankan. Lulusan bachelor of science in business administration University of Southern California ini memulai karier di United Savings Bank FSB, USA, pada 1990, dan kemudian menempuh berbagai posisi di Bank UOB Indonesia hingga menjadi wakil direktur utama. Pria berusia 57 tahun ini dikenal memiliki rekam jejak yang solid dalam perbankan. AUS

 

50.   Iwan Setiawan

Rintis Sejahtera

 

IWAN Setiawan, Direktur Utama Rintis Sejahtera (Rintis), membawa peng alaman lebih dari dua dekade di industri sistem pembayar an dan sektor keuangan. Lulusan Akun tansi Universitas Trisakti ini me miliki rekam jejak yang solid dalam mengelola operasional perusahaan. Kepemim pinan nya telah menjadi kan Rintis sebagai salah satu leading switching provider terbesar dan terkemuka di Indonesia. MAS

 

51.   Jamalludin

Komatsu Indonesia

 

JAMALLUDIN menjabat sebagai Presiden Direk tur Komatsu Indonesia sejak 2023, dan punya pengalaman pan jang dalam ekosis tem Komatsu Indonesia. Lulusan magister teknik mesin Universitas Indo nesia ini sebelumnya menjadi Wakil Presiden Direktur Komatsu Indonesia dan Presiden Direktur Komatsu Remanufacturing Asia. MAS

 

52.   Jemmy Atmadja

Asuransi Maximus Graha Persada

 

JEMMY Atmadja men jabat sebagai Direktur Utama Asuransi Maximus Graha Persada (Asuransi Maximus) sejak 2020, setelah bergabung se bagai direktur pe masaran pada 2015 dan mem bangun legacy yang kuat di perusahaan. Lulusan sarjana manajemen eko nomi Universitas Atmajaya ini dikenal memiliki rekam jejak kinerja yang cemerlang. MAS

 

 

53.   Jenny Wiriyanto

Bank Hibank Indonesia

 

Transformasi yang Menghidupkan UMKM

 

Di tangan visioner Jenny Wiriyanto, Hibank tumbuh pesat dan bermakna. Bank ini menempatkan UMKM di pusat inovasi serta menjadikan digitalisasi sebagai kekuatan utama menuju inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Oleh Ari Nugroho

 

                Jenny Wiriyanto bukan sekadar seorang bankir berpengalaman. Ia adalah figur dengan visi tajam dan empati mendalam, yang mampu menjembatani dunia bisnis yang rasional dengan nilai-nilai kemanusiaan yang hangat.

 

                Menyandang gelar Master of International Business, Jenny tumbuh menjadi bankir dan pemimpin yang memahami kompleksitas perubahan indus tri per bankan modern. Selama lebih dari dua dekade, ia mengukir karier panjang di sektor perbankan, dari BII, Bank Danamon, hingga Bank Maybank, dengan fokus pada segmen UKM, community banking, dan digital transformation.

 

                Karakternya sebagai pemimpin lebih dekat dengan gaya empowering leadership. Dia per caya, perubahan tak lahir dari struktur semata, melainkan dari semangat bersama yang ditum buhkan lewat kepercaya an. Di setiap peran nya, ia selalu membawa energi yang sama, mem berdaya kan. “Saya selalu percaya, kekuatan sejati sebuah institusi bukan hanya dari sistem nya, tapi dari orang orang yang berani tumbuh di dalamnya,” ujarnya.

 

                Kini, sebagai Direktur Utama Bank Hibank Indonesia (Hibank), Jenny kembali menegaskan esensi dari purpose-driven banking. Ia hadir di momen penting, ketika Hibank bertransformasi dari “bank tradisional” menjadi bank yang lebih dinamis dan fokus pada pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi.

 

                Jenny tak sekadar memimpin perubahan itu. Ia menjadi architect of transformation bagi arah masa depan Hibank. Transformasi yang diusungnya tak berhenti pada inovasi produk, tapi pada filosofi baru, menjadikan per bankan lebih dekat, relevan, dan bermakna bagi masyarakat pelaku usaha kecil.

 

                Peluncuran aplikasi digital “hi by Hibank” pada Februari 2025 menjadi salah satu simbol nyata visi itu. Jenny menargetkan satu juta peng guna baru di tahun ini, dengan positioning yang jelas, menjadi “bank transaksinya para pelaku UMKM”. Dalam pandangannya, UMKM bukan hanya segmen bisnis, melainkan denyut nadi eko nomi nasional. “Di Hibank, kami meyakini bahwa UMKM adalah motor penggerak ekonomi dan pemberi kehidupan bagi jutaan rakyat,” tuturnya.

                Hibank mengembangkan model bisnis yang menarik untuk memenuhi kebutuhan UMKM melalui pendekatan komunitas terpilih dan meng ukuhkan perannya sebagai orkestrator UMKM dalam ekosistem nasional. Pendekatan ini dijalankan melalui integrasi rantai pasok (supply chain) dari berbagai sektor usaha. Fokus pada model bisnis rantai pasok inilah yang men jadi keunggulan sekaligus pembeda Hibank dengan “bank bank digital” lainnya. Selain itu, Hibank mengadopsi strategi hybrid, yakni menggabungkan saluran digital dengan physical community engagement, guna menjangkau UMKM yang belum sepenuhnya terhubung ke dunia digital. Melalui jaringan kantor cabang, Hibank memastikan seluruh pelaku UMKM dapat terlayani, baik secara digital maupun non-digital.

 

                Ia menegaskan komitmen Hibank untuk menyediakan solusi digital, literasi keuangan, serta dukungan yang tailor-made bagi kebutuhan spesifik UMKM. Dengan pendekatan ekosistem, Hibank membantu para pelaku usaha kecil tak hanya mengakses pembiayaan, tapi juga mengelola arus kas, mencatat transaksi, hingga menata rencana bisnis secara berkelanjutan.

 

                Langkah-langkah strategis yang dijalankan Hibank membuahkan hasil positif dan semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu bank digital terdepan. Hibank tercatat menjadi Top 3 bank digital di Indonesia dengan Total aset sebesar Rp 23.1 Triliun. Hal ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang meningkat 45% YoY Sept 25, dan penyaluran kredit yang meningkat sebesar 23% YoY Sept 25.

 

                Di tangan Jenny, Hibank bukan sekadar bank yang tumbuh cepat, melainkan simbol financial intermediatary with purpose. Ia mengubah cara pandang bank terhadap nasabah, dari sekadar penyedia layanan keuangan menjadi mitra pertumbuhan.

 

54.   Jobi Triananda Hasjim

Sucofindo

 

JOBI Triananda Hasjim menjabat sebagai Direktur Utama Sucofindo. Berpengalaman luas sebagai executive di berbagai perusahaan pelat merah. Lulusan University of Strathclyde, Skotlandia, ini sebelumnya memimpin PT Rekayasa Industri, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Semen Baturaja. MAS

 

55.   Juliati Boddhiya

Asuransi Central Asia

 

Leadership yang Menginspirasi

 

                JULIATI Boddhiya adalah jiwa dan wajah Asuransi Central Asia (ACA). Dengan setia, ia mengabdi lebih dari tiga dekade dengan dedikasi luar biasa di perusahaan asuransi umum itu. Sebelumnya, ia pernah bertugas sebagai direktur business development pada 1995. Selama 25 tahun, ia berperan membangun fondasi bisnis yang kuat, menjadikan ACA sebagai perusahaan asuransi umum yang dikenal luas.

 

                Dipercaya menjadi direktur utama sejak Juni 2020, Juliati menakhodai perusahaan dengan strategic leadership yang matang, menjaga kinerja ACA tetap konsisten di level tertinggi. Hingga akhir 2024, ACA membukukan premi bruto Rp4,37 triliun, tumbuh 9,18% secara tahunan. Bukti nyata kepiawaian Juliati dalam mengembangkan perusahaan yang berdiri sejak 1956 ini. MAS

 

 

56.   Keisuke Nakao

Bank Resona Perdania

 

                KEISUKE Nakao menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Resona Perdania sejak 2024, membawa pengalaman signifikan dari Bank Resona di Jepang. Lulusan sarjana administrasi bisnis Ritsumeikan University, Kyoto, ini sebelumnya menjadi general manager divisi bisnis global di kantor pusat bank pada 20222023. MAS

 

57.   Khairul Suhairi

Bank Jambi

 

KHAIRUL Suhairi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Jambi sejak Maret 2024, setelah menempuh berbagai posisi di bank itu, mulai dari pemimpin cabang hingga direktur pemasaran & syariah pada 2020. Lulusan Universitas Jambi ini dikenal memiliki rekam jejak kinerja yang solid. MAS

 

58.   Kim Eungchul

Bank Woori Saudara Indonesia 1906

 

KIM Eungchul menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Woori Saudara Indonesia 1906 sejak 2024. Pengalamannya luas di ekosistem Bank Woori. Lahir di Seoul pada 1966, ia pernah menem puh berbagai posisi di Bank Woori Korea Selatan, termasuk sebagai chief executive officer (CEO) di Woori Investment Bank. MAS

 

59.   Kokok Alun Akbar

Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah

 

                KOKOK Alun Akbar men jabat sebagai Direktur Utama Jaminan Pem biayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) sejak 2023, setelah menempuh karier panjang di ber bagai sektor. Pria asal Banyu wangi ini pernah menjadi direktur retail banking di BSI dan Komisaris Utama Bahana Artha Ventura. Kepemim pinannya me nekankan performance consistency dalam men jaga kinerja perseroan. MAS

 

60.   Kustiawan

Heksa Solution Insurance

 

KUSTIAWAN menjabat sebagai Direktur Utama Heksa Solution Insurance. Berpengalaman luas di industri keuangan. Lulusan master of business administration University of Missouri Kansas City ini pernah memegang berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan ternama. Kepemim pinan nya dikenal mengedepankan corporate governance yang kuat dalam mengelola perusahaan. MAS

 

 

61.   Lani Darmawan

Bank CIMB Niaga

 

Srikandi Tangguh di Dunia Perbankan

 

LANI Darmawan dikenal sebagai salah satu srikandi perbankan Indonesia yang kariernya penuh prestasi dan keteguhan. Sebelum bergabung dengan Bank CIMB Niaga pada 2016, ia menempuh perjalanan panjang di industri perbankan melalui sejumlah lembaga perbankan ternama, seperti Standard Chartered Bank, Permata Bank, dan Maybank Indonesia. Pengalaman luas itu membentuk karakter kepemimpinannya yang tangguh dan berorientasi hasil.

Sejak diangkat menjadi Direktur Utama CIMB Niaga pada 2021, Lani membawa semangat transformational leadership dalam setiap langkahnya. Di bawah arahannya, bank dengan total aset Rp357,87 triliun per Juni 2025 ini terus memperkuat kinerja dan inovasi digital, menegaskan peran Lani sebagai sosok bankir visioner yang menginspirasi banyak profesional di dunia keuangan Indonesia. MAS

 

62.   Lanny Budiati

Bank Digital BCA

 

LANNY Budiati menjabat sebagai Direktur Utama Bank Digital BCA (BCA Digital) sejak 2020 dan merupakan alumnus management trainee BCA. Lulusan magister manajemen Universitas Tarumanagara ini pernah menempati berbagai posisi di cabang dan divisi kantor pusat, termasuk Head of Regional Office I BCA Jawa Barat. MAS

 

63.   Lauren Sulistiawati

Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

 

Ketegasan dan Visi Seorang Pemimpin

 

                LAUREN Sulistiawati adalah sosok tangguh yang telah berkarier lebih dari 30 tahun di industri keuangan, membangun reputasi melalui ketegasan dan kemampuan strategisnya. Kariernya dimulai di ANZ Panin Bank, yang menjadi pijakan awal bagi langkah profesionalnya yang gemilang. Keberhasilannya membuat sejumlah bank besar seperti Standard Chartered Bank, Citibank, dan Permata Bank tertarik meminangnya.Torehan prestasi di dunia perbankan mengantarkan Lauren menjadi Presiden Direktur Bank Commonwealth Indonesia pada 2016, posisi yang ia emban selama sembilan tahun dengan penuh dedikasi.

                Pada pertengahan 2025, ia menerima tantangan baru sebagai Presiden Direktur Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife). Sebagai pemimpin baru, Lauren membawa semangat customer obsession dalam setiap strategi bisnisnya. Ia berkomitmen menempatkan nasabah di pusat setiap keputusan, sekaligus memperkuat fondasi Manulife yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade.

                Lauren berfokus menciptakan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan keuangan masyarakat secara menyeluruh. Visinya jelas dan penuh makna, menjadikan Manulife Indonesia sebagai perusahaan asuransi paling dipercaya dan relevan bagi setiap fase kehidupan masyarakat. MAS

 

 

64.   M. Fankar Umran

Asuransi Kredit Indonesia

 

Teladan Unggul dengan Dedikasi Tinggi

 

M. Fankar Umran, Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), adalah figur unggul yang menegaskan arti dedikasi dan kerja keras di industri keuangan nasional. Lahir di Makassar pada 1 Januari 1964, ia memulai kariernya bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), tempat ia meniti perjalanan profesional dari posisi pemimpin cabang hingga pemimpin wilayah. Selama lebih dari dua dekade, Fankar membangun reputasi sebagai sosok yang disiplin, strategis, dan berorientasi pada hasil.

                Pada 2020, latar belakangnya yang kuat di dunia perbankan dan keuangan membuatnya dipercaya untuk menakhodai BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance). Di bawah arahannya, BRI Insurance berkembang pesat, menunjukkan peningkatan kinerja dan daya saing yang solid di industri asuransi nasional.

Selanjutnya, Fankar mendapat amanah baru, memimpin Askrindo pada 2023. Sejak saat itu, Fankar berhasil membawa Askrindo menorehkan berbagai pencapaian, termasuk peningkatan bisnis. Hasil ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi dan komitmennya dalam memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Lebih dari sekadar pemimpin, Fankar dikenal sebagai pribadi visioner yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan. Ia terus mendorong transformasi Askrindo agar menjadi institusi asuransi yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan industri yang dinamis. MAS

 

65.   Meliza Musa Rusli

Permata Bank

 

MELIZA Musa Rusli men jabat sebagai Direktur Utama Permata Bank sejak Mei 2022, setelah sebelumnya sebagai wakil direktur utama. Lulusan Master of Business Administration University of Melbourne ini memiliki pengalaman luas sebagai executive di berbagai perusahaan ternama. Kepemimpinannya mencerminkan kombinasi pengalaman dan visi strategis dalam mengelola perbankan. MAS

 

66.   Muhammad Yamin

Bank Kaltimtara

 

MUHAMMAD Yamin, Direktur Utama Bank Kaltimtara, lahir di Parepare pada 1967. Lulusan Ekonomi Manajemen Universitas Mulawarman ini memulai karier di Bank Kaltimtara sebagai pelaksana dan menapaki berbagai jabatan strategis, termasuk pemimpin cabang di Tenggarong, Balikpapan, dan Jakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin divisi kredit korporasi serta divisi pengendalian dan penyelamatan kredit. Sebelum menduduki kursi direktur utama sejak 2020, ia sempat mengemban tugas sebagai direktur operasional dan plt direktur utama. ASP

 

 

67.   Nico Tahir

Asuransi Jiwa Astra

 

NICO Tahir menjabat sebagai Presiden Direktur Asuransi Jiwa Astra sejak 2023. Ia tercatat pernah berkarier di Astra Agro Lestari sebagai chief commercial officer selama empat tahun. Peraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Tarumanagara ini dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan adaptif terhadap perubahan industri. Di bawah kepemimpinannya, Asuransi Jiwa Astra memperkuat transformasi bisnis menuju layanan perlindungan berbasis digital dan efisien. ASP

 

68.   Nixon L.P. Napitupulu

Bank Tabungan Negara

 

Sosok Tenang di Balik Ketangguhan BTN

 

NIXON L.P. Napitupulu adalah bankir berpengalaman yang memimpin Bank Tabungan Negara (BTN) sejak Maret 2023. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara ini telah menapaki karier dengan kokoh di BTN, mulai dari direktur finance, planning, & treasury hingga wakil direktur utama, sebelum akhirnya dipercaya menakhodai bank yang menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional ini.

Kiprah Nixon dikenal menonjol dalam manajemen keuangan, pengelolaan aset, dan restrukturisasi kredit. Penguasaan mendalam terhadap risiko dan karakter bisnis BTN membuatnya mampu membaca arah perubahan industri perbankan dengan presisi. Ia bukan sekadar pemimpin teknokratis, tapi juga sosok yang membangun leadership culture berbasis integritas, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial.

Di bawah kepemimpinan Nixon, BTN makin memperkuat peran sebagai bank pembiayaan perumahan nasional melalui inovasi produk, efisiensi operasional, dan akselerasi transformasi digital. Ia mendorong lahirnya ekosistem pembiayaan perumahan yang utuh, dari hulu ke hilir, demi memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk memiliki rumah impian.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan visioner, Nixon berkomitmen membawa BTN menjadi bank modern yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Ia menanamkan nilai bahwa keberhasilan BTN tidak hanya diukur dari angka kinerja, tapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat, mewujudkan rumah untuk negeri sekaligus harapan bagi jutaan keluarga Indonesia. ASP

 

69.   Oh In Taek

Bank IBK Indonesia

 

OH In Taek, Direktur Utama Bank IBK Indonesia, meraih gelar sarjana international trade dari Jeonbuk National University. Pria kelahiran 1969 ini memiliki pengalaman panjang di Industrial Bank of Korea (IBK). Sejak Februari 2024, ia dipercaya memimpin Bank IBK Indonesia. Dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat dan pemahaman mendalam tentang sektor perbankan global, ia berkomitmen memperkuat posisi Bank IBK Indonesia yang berfokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). ASP

 

 

70.   Pinohadi G. Sumardi

Mandiri Tunas Finance

 

PINOHADI G. Sumardi telah meniti karier panjang di industri perbankan dan keuangan sebelum diper caya memimpin Mandiri Tunas Finance (MTF) sejak Oktober 2020. Se belum bergabung dengan MTF, Pinohadi berkarier lebih dari dua dekade di Bank Mandiri dan men duduki berbagai posisi strategis, termasuk inter national network & development department head, general manager di Kantor Cabang Luar Negeri Cayman Islands, dan banking book management department head. ASP

 

71.   Putrama Wahju Setyawan

Bank Negara Indonesia

 

Menggerakkan Kekuatan BNI

 

                PUTRAMA Wahju Setyawan adalah sosok bankir yang tumbuh dan berakar kuat di lingkungan Bank Negara Indonesia (BNI). Lahir pada 1969, ia meraih gelar sarjana kehutanan dan magister manajemen dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di balik sikapnya yang tenang, tersimpan dedikasi panjang dan keahlian mendalam tentang dunia perbankan, terutama di bidang bisnis korporasi, menengah, dan treasury yang menjadi fondasi penting kariernya. Langkah besar Putrama di BNI dimulai dengan tanggung jawab besar sebagai direktur bisnis menengah pada 2016, lalu direktur bisnis korporasi pada 2018. Pengalaman dan reputasinya yang solid membuatnya dipercaya untuk menangani sektor treasury dan internasional pada 2020. Kemudian, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada 2022, momen yang memperkaya perspektifnya sebagai pemimpin di industri keuangan nasional.

 

                Usai masa tugasnya di Jamkrindo, Putrama kembali ke BNI, memperkuat fondasi bisnis. Ia menakhodai divisi treasury pada 20222023, lalu menjadi direktur retail banking hingga 2024. Konsistensinya dalam memperkuat lini ritel membawanya ke posisi wakil direktur utama, hingga akhirnya dipercaya menduduki kursi Direktur Utama BNI pada 2025. ASP

 

72.   Rahmat Budi Legowo

BRI Insurance

 

Ketulusan yang Menumbuhkan Kekuatan

 

                RAHMAT Budi Legowo adalah sosok profesional yang tumbuh bersama BRI Insurance sejak awal kariernya pada 1997. Pria kelahiran Jakarta, 30 Juli 1973, ini menamatkan pendidikan magister manajemen dengan konsentrasi marketing di STIE ABI Surabaya pada 2007. Lebih dari dua dekade ia mengabdikan diri di industri asuransi umum, menapaki pelbagai posisi strategis. Mulai dari manager divisi teknologi sistem informasi, pemimpin cabang, hingga senior executive vice president (SEVP) bisnis. Setiap langkahnya menunjukkan perpaduan antara kemampuan analitis, pemahaman teknologi, dan kepekaan bisnis yang kuat.

                Konsistensi dan dedikasi Rahmat membuatnya dipercaya menjadi Direktur Bisnis BRI Insurance pada 20212023, sebelum akhirnya menakhodai perusahaan ini sebagai direktur utama. Dalam perannya, ia menumbuhkan semangat servant leadership yang menekankan kerja sama, empati, dan keberlanjutan.

                Rahmat fokus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, memperluas portofolio bisnis, dan mempercepat transformasi digital. Di tangannya, BRI Insurance terus tumbuh sebagai perusahaan asuransi umum yang adaptif dan tangguh, melayani masyarakat dengan nilai yang berpihak pada kepercayaan dan kebermanfaatan. ASP

 

73.   Ramiyatie

Bank Sulteng

 

RAMIYATIE menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sulteng sejak 2024. Ia dikenal sebagai pemimpin berintegritas dengan komitmen kuat pada penguatan tata kelola dan literasi keuangan. Peraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palu ini memiliki pengalaman panjang di berbagai divisi strategis perbankan daerah. ASP

 

74.   Ramli Forez

Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

 

                RAMLI Forez berkarier di industri asuransi sejak 1989. Pria kelahiran Bulungan, pada 8 Agustus 1965, ini berpengalaman di AJB Bumiputera 1912 dan pernah menjabat sebagai direktur pemasaran serta pengelola statute bidang operasi. Peraih gelar magister manajemen dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini kemudian dipercaya menakhodai Asuransi Bumiputera Muda 1967, setelah sebelumnya menjabat sebagai komisaris utama. ASP

 

75.   Revino M. Pepah

Bank SulutGo

 

REVINO M. Pepah berkarier di Bank SulutGo sejak 1989. Di bank ini ia menempati berbagai posisi strategis, sebelum dipercaya menjadi direktur utama pada 2021. Dengan pengalaman luas dan kepemimpinan ber orientasi performance excellence, Revino berhasil membawa Bank SulutGo tumbuh sebagai bank daerah unggulan di kawasan timur Indonesia dengan kinerja solid dan layanan yang inklusif. ASP

 

76.   Reynaldi Hermansjah

Sarana Multi Infrastruktur

 

REYNALDI Hermansjah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang investasi dan pasar modal. Sebelum memim pin Sarana Multi Infrastruktur (SMI), lulusan Teknik Elektro Universitas Trisakti yang meraih gelar magister dan doktor manajemen dari Universitas Pelita Harapan ini pernah men jabat sebagai Presiden Direktur Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan chief financial officer di beberapa perusahaan infrastruktur nasional. ASP

 

 

77.   Ridha D.M. Wirakusumah

Indonesia Investment Authority

 

RIDHA D.M. Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA), dikenal sebagai eksekutif berpengalaman di bidang perbankan, jasa keuangan, dan investasi. Dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade di institusi global dan nasional, ia pernah memimpin Permata Bank, Maybank Indonesia, dan Menjabat sebagai Head of Indonesia KKR & Co. Alumnus Ohio University dan City University Hong Kong ini juga pernah berkarier di GE Capital dan AIG Asia Pasifik. Dengan visi global competitiveness, Ridha berkomitmen memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang tepercaya dan berkelanjutan. ASP

 

78.   Rino Santodiono Donosepoetro

Standard Chartered Bank

 

RINO Santodiono Donosepoetro menjabat sebagai Cluster CEO Indonesia and ASEAN Market Standard Chartered Bank yang membawahkan Indonesia, Australia, Brunei, dan Filipina. Bankir senior dengan pengalaman lebih dari 25 tahun ini memiliki rekam jejak internasional dan pernah memimpin Standard Chartered di berbagai negara. ASP

 

79.   Ristiawan Suherman

CIMB Niaga Auto Finance

 

RISTIAWAN Suherman, yang menjabat sebagai Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance sejak 2017, dikenal sebagai pemimpin visioner dengan fokus pada customer centric approach. Lulusan STIA LAN ini ber peng alaman di bidang pen jualan dan pemasaran serta berhasil memperluas segmen pembiayaan oto motif melalui digitalisasi dan kemitraan strategis dengan dealer. ASP

 

80.   Rivan Achmad Purwantono

Jasa Marga

 

Energi Baru di Balik Perubahan Jasa Marga

 

                RIVAN Achmad Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, merupakan sosok profesi o nal yang dikenal memiliki perjalanan karier lintas industri dengan rekam jejak mengesan kan di bidang keuangan, hukum, dan manajemen korporasi. Latar belakang pendidikannya menjadi fondasi kuat dalam membentuk cara pandangnya sebagai pemimpin. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang ilmu sosial-filsafat di Universitas Gadjah Mada, kemudian meraih gelar magister hukum dari Universitas Pelita Harapan, serta doktor hukum dari Universitas Islam Sultan Agung. Kombinasi keilmuan yang beragam itu membentuk pribadi Rivan sebagai pemimpin dengan cara berpikir strategis, visioner, dan berorientasi pada keberlanjutan.

 

                Sebelum dipercaya memimpin Jasa Marga pada Mei 2025, Rivan telah menorehkan pengalaman luas di berbagai perusahaan besar nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Utama Bank Bukopin, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja. Dalam setiap peran tersebut, Rivan menunjukkan kemampuannya mengintegrasikan berbagai disiplin dan menciptakan harmoni antara efisiensi bisnis serta nilai-nilai kemanusiaan. Pengalaman panjang itu menempanya menjadi figur leader yang adaptif, berpikiran terbuka, dan mampu menavigasi organisasi melewati berbagai tantangan industri dengan pendekatan yang humanis.

 

                Sebagai pemimpin, Rivan mengusung prinsip transformational leadership, gaya kepemimpinan yang berfokus pada perubahan budaya kerja, peningkatan kompetensi, serta pemberdayaan sumber daya manusia. Ia percaya bahwa perubahan sejati tidak hanya datang dari sistem atau teknologi, tetapi dari manusia yang memiliki semangat dan keyakinan terhadap tujuan besar organisasi. Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya kolaborasi, transparansi, serta inovasi yang berpihak pada kepentingan publik. Bagi Rivan, pemimpin harus mampu menyalakan inspirasi, bukan hanya mengarahkan, tetapi juga memberi teladan yang nyata dalam setiap tindakan.

               

                Kini, di bawah kepemimpinan Rivan, Jasa Marga terus bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global. Ia mendorong percepatan digitalisasi dalam pengelolaan jalan tol, memperkuat tata kelola perusahaan (corporate governance), dan menanamkan prinsip keberlanjutan di setiap lini operasi. Dengan arah yang jelas dan konsistensi dalam pelaksanaan, Jasa Marga kini bergerak menjadi perusahaan infrastruktur yang tak sekadar menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pembangunan nasional.

 

                Rivan hadir sebagai energi baru di balik perubahan Jasa Marga. Di tangannya, Jasa Marga diarahkan menjadi penggerak kemajuan nasional yang memberi manfaat nyata bagi bangsa. Kepemimpinan Rivan menjadi cerminan bagaimana visi besar, dedikasi, dan semangat keberlanjutan dapat menjelma menjadi kekuatan utama dalam membangun perusahaan yang berdampak luas bagi negeri. ASP

 

81.   Rokidi

Bank Kalbar

 

ROKIDI memimpin Bank Kalbar sejak 2021. Sebelumnya, peraih gelar magister manajemen dari Universitas Tanjungpura ini menjabat sebagai direktur umum. Ia berhasil mengarahkan peningkatan kinerja bank melalui penguatan budaya kerja dan akselerasi digitalisasi. Kepemimpinannya mencerminkan komitmen untuk menjadikan Bank Kalbar makin adaptif terhadap perubahan zaman. ASP

 

82.   Sandry Pasambuna Sandry Pasambuna

Surveyor Indonesia

 

SANDRY Pasambuna, Direktur Utama Surveyor Indonesia sejak 2024, dikenal sebagai pemimpin visioner yang mendorong digital transformation di sektor jasa verifikasi dan sertifikasi nasional. Berpengalaman di Kereta Api Indonesia (KAI) dan DAMRI, Alumnus UPN Veteran Yogyakarta ini memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan bisnis dan keselamatan. ASP

 

 

83.   Santoso Rohmad

Bank BPD DIY

 

SANTOSO Rohmad men jabat sebagai Direktur Utama Bank BPD DIY sejak 2018, setelah meniti karier panjang di internal bank tersebut. Berbekal pengalaman memimpin berbagai divisi dan cabang, ia me mahami corporate culture Bank BPD DIY secara men dalam. Se belumnya, ia menjabat sebagai direktur kepatuhan pada periode 20142018. SW

 

84.   Sasmaya Tuhuleley

Bank Seabank Indonesia

 

SASMAYA Tuhuleley menjabat sebagai Direktur Utama Bank Seabank Indonesia sejak April 2015, membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di industri perbankan. Lulusan master in business management dari Asian Institute of Management, Manila, ini pernah meniti karier di Bank Tabungan Negara (BTN). SW

 

85.   Siswadi

Federal International Finance

 

Pemimpin Berpengalaman di Industri Pembiayaan

 

                SISWADI merupakan sosok profesional dengan pengalaman luas di industri pembiayaan, khususnya di bawah naungan Grup Astra. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Brawijaya pada 1994 dan magister hukum di Universitas Padjadjaran pada 2004. Latar belakang akademiknya menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya yang konsisten dan berorientasi pada pencapaian.

 

                Meniti karier sejak 1997 di PT Astra Sedaya Finance, Siswadi terus menunjukkan komitmen dan kinerja unggul hingga dipercaya memimpin berbagai perusahaan multifinance di Grup Astra. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Multi Finance, Swadharma Bhakti Sedaya Finance, dan Astra Sedaya Finance, serta menduduki posisi komisaris di sejumlah entitas, seperti Astra Auto Finance, Sedaya Pratama, dan Garda Era Sedaya.

 

                Sejak April 2024, Siswadi dipercaya sebagai Presiden Direktur Federal International Finance (FIF). Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan strategic leadership yang kuat, ia terus membawa FIF berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika industri pembiayaan nasional. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Astra Digital Arta dan Astra Kreasi Digital. SW

 

 

86.   Suhaimin Djohan

Bank Nationalnobu

 

SUHAIMIN Djohan telah memimpin Bank Nationalnobu (Nobu Bank) sebagai direktur utama sejak 2013. Insinyur lulusan IPB ini memiliki pengalam an panjang di industri keuangan, termasuk sebagai Retail Banking Director Bank CIMB Niaga, Komisaris Utama Kencana Internusa Artha Finance, dan Personal Financial Services Director Bank UOB Buana. SW

 

87.   Suwandi Wiratno

Chandra Sakti Utama Leasing

 

SUWANDI Wiratno menjabat sebagai Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) sejak 2012 dan dikenal sebagai salah satu tokoh senior di industri pembiayaan nasional. Lulusan sarjana manajemen dari University of San Francisco ini memiliki pengalaman luas, mulai dari head of corporate finance di Orix Indonesia Finance, Kepala Cabang Bank Tamara, hingga Direktur Utama Wahana Ottomitra Multiartha. Sejak 2013, ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Dengan professional expertise dan kepemimpinan yang visioner, Suwandi berperan penting dalam memperkuat arah dan kredibilitas sektor pem biayaan di Indonesia. SW

 

88.   Syahril

Asuransi Ramayana

                SYAHRIL telah memimpin Asuransi Ramayana se bagai direktur utama sejak 2008. Lulusan sarjana ekonomi Universitas Krisnadwipayana ini sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasar an dan kemudian wakil direktur utama. Dengan pengalaman men dalam dan business acumen yang kuat, Syahril berhasil membawa Asuransi Ramayana tumbuh stabil di tengah persaingan industri asuransi nasional. SW

89.   Teguh Budiman

Tugu Reasuransi Indonesia

 

TEGUH Budiman merupakan profesional muda berprestasi yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur Tugu Reasuransi Indonesia sejak 2023. Lulusan sarjana ekonomi Islam dari IAIN Cirebon dan doktor ilmu manajemen dari Universitas Padjadjaran ini sebelumnya memimpin Jamkrida Jabar. SW

90.   Tigor M. Siahaan

Super Bank Indonesia

Menyulut Kebangkitan Superbank

                TIGOR M. Siahaan merupakan bankir senior dengan pengalaman selama tiga dekade di industri keuangan. Ia memulai karier di Citi Indonesia pada 1995 dan menempati berbagai posisi strategis, seperti country head for institutional clients group, head of corporate and investment banking, hingga Chief Country Officer Citibank Indonesia. Sebelum dipercaya menjadi Presiden Direktur Super Bank Indonesia (Superbank) pada Januari 2022, Tigor juga sempat menjabat sebagai Presiden Direktur Bank CIMB Niaga.

Sebagai pemimpin yang dikenal berkarakter kuat dan visioner, Tigor membawa semangat transformasi besar bagi Superbank. Ia juga aktif di industri perbankan nasi onal sebagai Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Pengalam an panjang dan strategic mindset-nya menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap bank yang berorientasi pada layanan digital ini.

Di bawah kepemimpinannya, Superbank menunjukkan performa impresif. Pada September 2025, bank ini mencatat laba bersih Rp60,12 miliar, berbalik dari rugi Rp285,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset pun melonjak 70% secara tahunan menjadi Rp16,5 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 203%, mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap Superbank yang terus berinovasi di ranah digital banking. SW

91.   Tony Benitez

Prudential Life Assurance

                TONY Benitez menjabat sebagai Presiden Direktur Prudential Life Assurance sejak Maret 2024, membawa pengalaman lebih dari 30 tahun di industri keuangan dan asuransi. Ia pernah berkarier di Allianz Group selama 13 tahun serta menjabat sebagai CEO dan managing partner di Ancora Management Consulting. SW

92.   Tri Andayani

Pelayaran Nasional Indonesia

TRI Andayani menjabat sebagai Direktur Utama Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sejak Februari 2022. Lulusan magister manajemen UGM ini pernah memegang peran strategis sebagai Direktur Keuangan dan Operasi Len Industri, Direktur Keuangan Pelni, serta Direktur Marketing Phapros. SW

93.   Wahyudi Darmawan

BRI Multifinance Indonesia

WAHYUDI Darmawan menjabat sebagai Direktur Utama BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) sejak November 2023, setelah meniti karier panjang di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Lulusan Universitas Gadjah Mada, ini pernah menduduki posisi wakil kepala divisi bidang bisnis credit card pada 2018 dan regional CEO Palembang pada 2022. SW

94.   Wempy Kunto Wiambodo

Surya Artha Nusantara Finance

WEMPY Kunto Wiambodo menjabat sebagai Direktur Utama Surya Artha Nusantara Finance sejak April 2018, setelah ber karier lebih dari dua dekade di Grup Astra Financial. Lulusan UPN Veteran Surabaya dan ITB ini memulai kariernya sebagai management trainee di Astra Sedaya Finance pada 1996, sebelum memimpin Staco Estika Sedaya Finance pada 2014. SW

95.   Werry Prayogi

Pertamina Lubricants

WERRY Prayogi telah berkarier lebih dari 29 tahun di Pertamina dan kini memimpin Pertamina Lubricants sebagai direktur utama. Lulusan Universitas Andalas dan UGM ini sebelumnya mengisi posisi strategis, seperti Direktur Operasi Pertamina Lubricants dan Executive GM Regional Pertamina di sejumlah wilayah. Werry berperan penting dalam memper kuat daya saing Pertamina Lubricants di pasar domestik maupun global. SW

 

96.   Yadi Jaya Ruchandi

Danareksa

YADI Jaya Ruchandi men jabat sebagai Direktur Utama Danareksa sejak 2023, memimpin holding BUMN transformasi dengan total aset Rp63,73 triliun per Juni 2025. Lulusan M.B.A. dari Thunderbird–The American Graduate School of International Management ini juga mengantongi sertifikasi Chartered Financial Analyst, mencerminkan keahliannya dalam manajemen keuangan dan investasi. SW

 

97.   Yuli Melati Suryaningrum

Bank BCA Syariah

YULI Melati Suryaningrum menjabat sebagai Pre siden Direktur Bank BCA Syariah sejak Mei 2021, setelah meniti karier pan jang di Bank Central Asia (BCA) selama 25 tahun. Ia pernah menjadi Kepala Group Corporate Banking and Finance BCA. Dengan pengalaman mendalam dan strategic mindset yang kuat, Yuli membawa Bank BCA Syariah, yang memiliki aset Rp17,62 triliun per Juni 2025, terus tumbuh sebagai bank syariah modern dan tepercaya. SW

 

98.   Yuliana D. Yembise

Bank Papua

YULIANA D. Yembise diangkat sebagai Direktur Utama Bank Papua pada 2023, setelah menempuh karier panjang di bank itu mulai dari Kepala Kantor Cabang Timika hingga direktur keuangan. Lulusan Pascasarjana UGM kelahiran Biak 1965 ini membawa profesio nalisme dan pengalaman luas dalam treasury, human capital, dan manajemen keuangan. SW

 

99.   Yulis Suandi

Bank Sulselbar

Menjadi Pilar Bank Sulselbar

YULIS Suandi meniti karier panjang di Bank Sulselbar, menjabat mulai dari Pemimpin Cabang Jeneponto, Masamba, hingga Cabang Utama Palopo, serta memimpin grup kredit dan direktur kredit & UMKM. Menunjukkan pengalaman luas dalam operasional dan manajemen. Lulusan magister ilmu administrasi STIA YAPPANN Jakarta ini dikenal karena integritas dan dedikasinya yang konsisten.

Berkat rekam jejak tersebut, ia diangkat menjadi Direktur Utama Bank Sulselbar pada 2022 – sempat menjabat plt direktur utama – untuk memimpin bank beraset Rp33,49 triliun itu per Juni 2025 dengan corporate excellence yang terus diperkuat. Pengalaman lintas divisi ini menjadikannya sosok penting dalam memastikan kinerja Bank Sulselbar tetap stabil dan berkembang. SW

 

100.  Yuwono Waluyo

Bank Mega Syariah

                YUWONO Waluyo menjabat Direktur Utama (Dirut) Bank Mega Syariah sejak 2019, setelah menempuh karier panjang di perbankan, mulai dari Bank Summa, Bank Universal, hingga Permata Bank, serta berbagai posisi strategis di Bank Mega sejak 2003, termasuk Kepala Divisi Operasi dan Regional Manager Jawa Barat. Sebelum diangkat sebagai dirut, ia memimpin sebagai direktur operasional dan teknologi informasi pada 2015. SW

Ket: disusun berdasarkan abjad

Setahun memimpin pemerintahan, Prabowo pantas mengevaluasi program kerjanya. Mengapa program kerja yang menciptakan pertumbuhan ekonomi hingga 5,12% pada kuartal dua 2025 tidak sampai dirasakan oleh masyarakat hingga terjadi demonstrasi besar-besaran pada pengujung Agustus lalu? Lalu, bagaimana mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% jika mesin ekonomi Indonesia hanya mampu menghasilkan pertumbuhan 5%?

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2025

Rp 65.000

BELI