Sumber : Istimewa
Pemerintah terus mendorong perbankan agar lebih agresif menyalurkan kredit. Melalui Kementerian Keuangan, Rp200 triliun telah disalurkan ke lima bank Himbara dan akan diperluas ke bank pembangunan daerah (BPD). Dana ini menjadi amunisi penting untuk memperkuat likuiditas dan menjaga momentum pemulihan ekonomi. Laporan OJK mencatat, di Juni 2025, potensi penyaluran kredit masih besar dengan undisbursed loan mencapai Rp2.304 triliun, naik 9,52% dari Juni 2024 yang sebesar Rp2.152 triliun, menunjukkan kesiapan sektor perbankan untuk menggerakkan pembiayaan dalam skala lebih luas.
Meski NPL UMKM sedikit naik menjadi 4,41% di Juni 2025 dari 3,76% di akhir 2024, bank-bank tetap optimistis menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian. Pertumbuhan kredit nasional pun mencapai 7,77% secara tahunan, mendekati target 10%. Dengan dukungan dana besar dan kebijakan pemerintah yang proaktif, sektor perbankan diyakini siap menyalakan efek domino positif bagi perekonomian nasional. SW