Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Seni ”Sok Tahu” yang Membawa Berkah

Fakhrul Fulvian Chief Economist and Head of Fixed Income Research Trimegah Sekuritas Indonesia

Oleh SW

SETIAP orang punya kisahnya sendiri dalam meniti karier. Bagi Fakhrul Fulvian, perjalanan menuju dunia analis ekonomi dimulai dari rasa ingin tahu dan sedikit “sok tahu” yang akhirnya menjadi berkah. Kini, ia menjabat sebagai Chief Economist and Head of Fixed Income Research Trimegah Sekuritas Indonesia, posisi yang diraihnya lewat perpaduan passion dan ketekunan.

Minatnya tumbuh sejak kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Titik baliknya datang pada 2009 saat ia ikut CFA Institute Research Challenge, ajang global bagi calon analis muda. “Tadinya ‘kan bingung mau kerja apa. Zaman dulu belum ada informasi online seperti sekarang. Dari ikut ajang itu, saya jadi tahu mau kerja apa. Dan, karena latar belakang saya makro, akhirnya saya memutuskan jadi ekonom,” kenang penyuka olahraga golf ini.

Menurut Fakhrul, profesi analis memang terlihat “sok tahu”, tapi di situlah letak keunikannya. “Saya senang sekali bisa menjelaskan sesuatu yang kata orang rumit, tapi sebenarnya tak serumit itu. Memang complicated, tapi tidak seribet yang orang bayangkan,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa seorang analis harus rendah hati dan terbuka pada perubahan. Dunia ekonomi terus berubah, begitu juga pendekatan analisisnya. Meski jadwalnya padat, Fakhrul menikmati profesinya sebagai bentuk tanggung jawab untuk memberi pandangan ekonomi yang objektif kepada publik. Ia mengaku lelah, tapi tetap bersyukur bisa bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. “Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita prediksi. Kita bahkan tak tahu habis ini jadi apa. Tapi, sama seperti yang golf ajarkan ke saya, focus, just stay on your game,” katanya.

Bagi Fakhrul, menjadi analis bukan sekadar memprediksi angka, tapi juga memahami kehidupan, bahwa kadang, rasa “sok tahu” justru bisa menjadi awal dari sebuah panggilan.

Minatnya tumbuh sejak kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Titik baliknya datang pada 2009 saat ia ikut CFA Institute Research Challenge, ajang global bagi calon analis muda. “Tadinya ‘kan bingung mau kerja apa. Zaman dulu belum ada informasi online seperti sekarang. Dari ikut ajang itu, saya jadi tahu mau kerja apa. Dan, karena latar belakang saya makro, akhirnya saya memutuskan jadi ekonom,” kenang penyuka olahraga golf ini.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2025

Rp 65.000

BELI