Belum ada produk di keranjang belanja kamu

peta consumer banking 2026

Arus Kompetitif Bank Danamon ke Level Baru Lewat Ekosistem

Bank Danamon menegaskan kekuatan consumer banking-nya lewat ekosistem terintegrasi, digitalisasi D-Bank PRO, serta strategi digital-first yang membuat bisnis ritelnya terus melaju. Bank ini menargetkan pertumbuhan dua digit di 2026 sembari memperluas granular funding berbasis transaksi. Berbekal sinergi dengan MUFG Group dan kemampuan menawarkan solusi lengkap lintas kebutuhan nasabah, Bank Danamon siap menjaga momentum dan memantapkan posisi di segmen konsumer yang kian panas.

Oleh Steven Widjaja & Ari Nugroho
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

BISNIS konsumer Bank Danamon setajam samurai. Penetrasinya lumayan dalam di tengah dinamika pasar ritel yang kompetitif. Hal ini memperlihatkan fondasi yang sekuat baja dalam menopang kinerja ritel bank yang menjadi bagian dari MUFG, raksasa keuangan global asal Jepang ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis konsumer Bank Danamon mengalami pertumbuhan solid. Itu terjadi berkat strategi terukur, ekspansi ekosistem, serta digitalisasi layanan yang makin matang. Seluruh pergerakan ini mengukuhkan consumer banking sebagai pilar penting dalam agenda pertumbuhan jangka panjang bank yang per September 2025 beraset Rp259,51 triliun ini.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Daisuke Ejima, Bank Danamon menempatkan bisnis ritel, yang di dalamnya mencakup consumer banking dan Adira Finance, sebagai mesin vital pertumbuhan. “Retail adalah fondasi penting Bank Dana mon. Kami melihatnya sebagai bisnis strategis dengan potensi besar untuk mendorong kinerja bank secara menyeluruh,” ujar Ejima kepada Infobank, November lalu.

Hingga akhir September 2025, kredit konsumer Bank Danamon ber kontribusi 11,48% terhadap total porto folio kredit konsolidasi Bank Danamon. Nilainya mencapai Rp22,52 triliun dari total kredit Bank Danamon yang sebesar Rp196,19 triliun. Secara tahunan, kredit konsumsi Bank Danamon itu tumbuh 12,21%. Angka kredit konsumsi itu mencakup kredit hunian, kredit tanpa agunan, kartu kredit, dan berbagai fasilitas pembiayaan personal. Dengan basis yang sehat, Bank Danamon menargetkan pertumbuhan dua digit untuk 2026, sejalan dengan perbaikan konsumsi nasional.

Lebih jauh, jika kontribusi Adira Finance digabungkan, melalui pembiayaan langsung maupun joint financing, porsi ritel mencapai 39% dari total kredit konsolidasi Bank Danamon. Peran Adira Finance yang mencapai 28% menegaskan bahwa strategi grup finansial terintegrasi masih menjadi diferensiasi utama Bank Danamon di industri.

Dalam tiga tahun terakhir, per tum buhan KPR menjadi motor utama bisnis konsumer. Penyaluran kredit hunian Bank Danamon tercatat lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata industri, memperlihatkan kemampuan bank dalam mengoptimalkan peluang pasar residensial. Produk KPR ini sering menjadi pintu masuk yang memperdalam relasi perbankan dengan nasabah.

Kredit konsumer juga menjadi kanal penting untuk memperluas hubungan nasabah di luar pinjaman. Setelah masuk melalui KPR, KTA, maupun kartu kredit, bank dapat menawarkan wealth management, asuransi, dan tabungan, menciptakan holistic financial solutions yang lebih kuat dan tahan lama.

Keunggulan unik consumer banking Bank Danamon adalah ke mam puannya menggabungkan layanan bank dan nonbank dalam satu ekosistem terintegrasi. “Kami bisa menawarkan solusi lengkap, dari pembiayaan mobil, asuransi ken daraan, hingga pembelian gadget melalui mitra fintech. Kemampuan kolaboratif ini tidak dimiliki semua bank,” tegas Ejima.

Pendekatan Satu Grup Finansial menghubungkan Bank Danamon de ngan Adira Finance, Zurich Asuransi Indone sia, Home Credit Indonesia, dan unit-unit lain dalam MUFG Group. KPM Prima misalnya, menjadi contoh nyata kolaborasi pembiayaan ken daraan yang memperluas basis nasa bah baru di berbagai segmen pasar.

Dalam hal kualitas kredit, bank terbesar ke-10 di Indonesia ini, dari sisi aset, menjaga portofolio secara ketat melalui kebijakan prudent dan penguatan manajemen risiko. Bank

Danamon melakukan penilaian karakter nasabah secara menyeluruh untuk memastikan profil credit worthy alias kelayakan kredit tetap terjaga meski permintaan kredit meningkat.

Ejima menjelaskan pentingnya disiplin. Menurutnya, menumbuhkan kredit tanpa mengorbankan kualitas adalah prinsip utama Bank Danamon. “Di tengah dinamika ekonomi, kehati hatian tetap menjadi fondasi agar pertumbuhan tidak hanya cepat tetapi juga berkelanjutan,” tukasnya.

Transformasi digital menjadi katalis lain dari penguatan consumer banking Bank Danamon. Peluncuran dan peningkatan D-Bank PRO mene gaskan posisi bank ini sebagai bank universal dengan kapabilitas digital yang setara pemain fully digital. Aplikasi ini menjadi pusat touch point nasabah dari onboarding hingga transaksi sehari-hari.

Per September 2025, transaksi melalui D-Bank PRO tumbuh 35% secara tahunan (year on year/yoy), sementara nilai transaksinya naik 30%. Fitur live chat, tampilan 360° finansial nasabah, live FX rate, QRIS lintas negara, hingga pembelian asuransi memperkaya pengalaman digital yang lebih personal dan efisien.

Bank Danamon juga mengem bang kan digital advisory berbasis artificial intelligence (AI) untuk mening katkan ketepatan rekomendasi finansial. Teknologi ini dirancang agar bank mampu memberikan layanan yang relevan bagi setiap segmen nasabah, termasuk emerging affluent dan affluent.

Dari sisi pendanaan, consumer banking memberi kontribusi lebih dari 50% terhadap total DPK Bank Danamon. Dana kelolaan tumbuh mendekati 10% per September 2025, didorong program akuisisi berkelan jutan, transaksi yang meningkat, serta penguatan Tabungan Multi-Currency Danamon LEBIH PRO. Fokus Bank Danamon adalah memperluas granular funding agar biaya dana tetap rendah dan stabil. Ekspansi fitur multivaluta dan pening katan transaksi digital menjadi stra tegi inti untuk menjaga pertumbuhan DPK yang efisien sambil meningkat kan loyalitas nasabah.

Prospek consumer banking nasio nal sendiri, oleh Bank Danamon dinilai sangat positif. Pertumbuhan konsumsi kelas menengah, gaya hidup digital, serta tren penurunan suku bunga membuka ruang bagi peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah baru. Bank ini melihat momentum itu sebagai kesempatan untuk memperbesar pangsa pasar “Dengan konsumen yang makin digital savvy dan permintaan kredit yang terus naik, kesempatan bagi bank untuk tumbuh sangat besar. Kuncinya adalah inovasi digital dan kemampuan memahami kebutuhan nasabah secara lebih personal,” jelas Ejima.

Meski peluang bisnis consumer banking sangat positif, bukan berarti tak ada tantangan. Tantangan utama tetap berada pada daya beli masyara kat dan kompetisi yang makin ketat. Makanya, untuk menjaga pertum buh an, Bank Danamon melakukan sejumlah upaya strategis, seperti menyesuaikan produk, memperluas segmentasi, meningkatkan literasi nasabah, memberi insentif loyalitas, dan memperkuat penawaran digital.

Sementara, strategi lending Bank Danamon ke depan diarahkan pada penguatan KPR, kartu kredit, dan Dana Instan, dengan fokus utama pada akses digital yang lebih simpel dan cepat. Sinergi dengan MUFG Group juga menjadi fondasi untuk memperkuat kemampuan pendanaan dan pembiayaan jangka Panjang.

                Dengan seluruh fondasi itu, Bank Danamon menargetkan pertumbuhan consumer banking dua digit secara berkesinambungan pada 2025-2026. Pendekatan digital first, kolaborasi ekosistem, serta disiplin risiko men jadi formula utama bagi bank ini un tuk mempertahankan keunggulan di segmen ritel dan bertarung dalam are na perbankan yang terus berubah.

 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis konsumer Bank Danamon mengalami pertumbuhan solid. Itu terjadi berkat strategi terukur, ekspansi ekosistem, serta digitalisasi layanan yang makin matang. Seluruh pergerakan ini mengukuhkan consumer banking sebagai pilar penting dalam agenda pertumbuhan jangka panjang bank yang per September 2025 beraset Rp259,51 triliun ini.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Desember 2025

Rp 65.000

BELI