David E. Sumual (Chief Economist Bank Central Asia )
DALAM hidup, banyak orang memilih jalur aman. Profesi yang jelas dan mainstream. Tapi, ada pula yang berani mengikuti passion, meski jalannya kadang terasa penuh tanda tanya. Salah satunya David E. Sumual, Chief Economist Bank Central Asia (BCA), yang sejak masa kuliah sudah jatuh hati pada ekonomi dan riset, meski jurusan awalnya teknik metalurgi.
“Ekonomi memang suka sih, dari awal passion-nya di situ. Di ekonomi dan risetnya juga kaitannya dari awal memang di ekonomi. Memang sesuai dengan kesukaan,” ujarnya saat ditemui Infobank, beberapa waktu lalu.
Ketertarikannya itu ia asah perlahan, dan waktu pun berpihak pada pilihannya. Profesi riset yang dulu kurang mendapat perhatian, kini menjadi bagian penting dalam strategic decision perusahaan. “Di tempat saya ini (BCA) sekarang ada departemen riset untuk ekonomi makro, industri, serta data analytical dan forecast. Jadi, dari awal passion-nya di tiga itu,” jelas David, yang memulai kariernya sebagai ekonom junior di Lembaga Management FEB UI.
Kemajuan teknologi membuat pekerjaan ekonom makin efisien. Internet, otomatisasi, dan big data mempersingkat proses riset yang dulu harus dilakukan secara manual. Tapi, bagi David, minat adalah fondasi utama. Menurutnya, menjadi ekonom menuntut kemauan untuk terus update diri, baik soal kondisi ekonomi maupun software statistik yang terus berubah.
Ia pun mengingatkan bahwa perjalanan ini mesti tetap dinikmati. “Kalau tidak, nanti tak bergaul ke siapa-siapa, tak ada networking, soft skill-nya tidak berkembang,” tutur pria yang sudah berkarya di BCA sejak 2008 ini.
Kisah David menunjukkan bahwa passion bukan hanya kata keren, tapi juga kompas kecil yang bisa mengubah arah hidup bila seseorang berani mengikutinya.
DALAM hidup, banyak orang memilih jalur aman. Profesi yang jelas dan mainstream. Tapi, ada pula yang berani mengikuti passion, meski jalannya kadang terasa penuh tanda tanya. Salah satunya David E. Sumual, Chief Economist Bank Central Asia (BCA), yang sejak masa kuliah sudah jatuh hati pada ekonomi dan riset, meski jurusan awalnya teknik metalurgi.