Consumer banking Bank Mandiri menunjukkan keunggulan lewat pertumbuhan kredit yang solid, kualitas portofolio yang terjaga, dan dominasi ekosistem digital Livin’. Ke depan, bank terbesar di Indonesia ini menyiapkan strategi yang lebih nendang berbasis ekosistem dan analitik data untuk memperkuat posisi di pasar konsumer.
Sumber : Istimewa
BISNIS consumer banking Bank Mandiri terus bergerak dalam tren positif, di tengah kompetisi industri yang makin crowded dan ekspektasi pasar yang kian tinggi. Menurut data Biro Riset Infobank (birI), dengan outstanding kredit konsumer mencapai Rp414,05 triliun per September 2025 atau tumbuh 10,94% secara tahunan (year on year/yoy), Bank Mandiri yang dipimpin Riduan sebagai direktur utama, terbukti mampu menjaga kinerja yang resilient dan tetap ngegas, meski kondisi ekonomi bergerak dinamis.
"Kinerja ini mencerminkan daya saing yang kuat serta mempertegas kemampuan Bank Mandiri menjaga momentum ekspansi yang sehat dan berkualitas," ujar Saptari, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, kepada Infobank, bulan lalu.
Dibandingkan dengan industri yang tumbuh 5,75% yoy, performa Bank Mandiri menunjukkan kemam puan mengeksekusi strategi ritel yang lebih terarah dan terukur. Kontribusi kredit konsumer sebesar 23,53% terha dap total portofolio kredit bukan hanya indikator besarnya skala bisnis, tapi juga menunjukkan pergeseran struktur bisnis Bank Mandiri yang makin retail-oriented. Pertumbuhan rata-rata 10,5% per tahun dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan konsistensi eksekusi strategi ritel yang berbasis fundamental.
Secara struktural, komposisi portofolio consumer banking Bank Mandiri berada dalam posisi solid. KPR dan KKB memberikan kontribusi terbesar, yaitu 31,9%, diikuti mikro produktif 31,3%, personal loan 30,3%, dan kartu kredit 6,5%. Seluruh lini pun tumbuh positif pada 2025, menandakan diversifikasi portofolio yang kuat dan risiko yang lebih ter ken dali. Dari perspektif manajemen risiko, struktur ini menunjukkan sta bilitas karena porsi kredit produktif dan konsumsi rumah tangga berada dalam rasio yang seimbang.
Sinergi dengan perusahaan di Bank Mandiri Group meningkatkan efektivitas ekspansi. Integrasi pembia yaan kendaraan dengan Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF) memperluas kapasitas pembiayaan otomotif, sementara kolaborasi bersama AXA Mandiri memperkuat proposisi nilai melalui proteksi finansial. Adapun sinergi dengan Mandiri Sekuritas dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mem per luas kemampuan Bank Mandiri menyediakan layanan investasi dan pembiayaan syariah. Dari perspektif ecosystem strategy, Bank Mandiri Group menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi pemain lain.
Dalam kerangka kebijakan nasional, strategi consumer banking Bank Mandiri selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong ekonomi kerakyatan, pembiayaan produktif UMKM, dan pembangunan 3 juta rumah. "Bank Mandiri memastikan strategi consumer banking tidak hanya memperkuat profitabilitas dan sustainability, tapi juga memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi," tegas Saptari. Penyaluran KUR, pembiayaan mikro produktif, dan dukungan pada Fasilitas Likui ditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi wujud keterlibatan Bank Mandiri sebagai agen pembangunan.
Dari perspektif makro-ekonomi, strategi ini meningkatkan daya do rong sektor-sektor padat karya dan rumah tangga kelas menengah, dua segmen yang paling responsif terha dap ekspansi kredit. Pembiayaan ritel produktif untuk sektor pertani an, perdagangan, dan industri orien tasi ekspor memperkuat ketahanan eko nomi domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada permintaan eksternal. Kualitas kredit menjadi faktor pem beda Bank Mandiri dalam mem per tahankan pertumbuhan bisnis consumer banking yang sehat. Cost of credit yang turun 80 bps (yoy) menja di indikator perbaikan kualitas aset yang signifikan. Ini mencerminkan penerapan risk governance yang disiplin di seluruh lini bisnis konsu mer. Penyempurnaan risk acceptance criteria (RAC) dilakukan secara berkelanjutan agar profil risiko debitur dapat dipetakan lebih presisi pada tahap awal.
Bank Mandiri juga menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dalam memperkuat kualitas portofolio. Dengan memetakan hubungan bisnis nasabah utama hingga jaringan turun annya, risiko menjadi lebih mudah dikendalikan. Pendekatan ini dikombinasikan dengan early warning system digital, meningkatkan kemam puan bank mendeteksi potensi kredit bermasalah jauh sebelum masuk fase yang berisiko.
Diversifikasi portofolio kredit pun menjadi elemen kunci dalam mitigasi risiko. Dengan komposisi yang tidak bertumpu pada satu produk saja, Bank Mandiri memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi ekonomi. Segmentasi berbasis risiko rendah dan data driven customer selection memperkuat fondasi per tumbuhan jangka panjang yang lebih aman.
Digitalisasi memberikan kontribu si signifikan dalam transformasi bis nis ritel Bank Mandiri. Livin’ by Man diri yang memiliki 35 juta pengguna atau tumbuh 27% yoy, menjadi pusat ekosistem layanan keuangan konsu mer. "Selain dukungan sinergi dengan anak perusahaan, keunggulan utama consumer banking Bank Mandiri terletak pada kekuatan ekosistem bisnis yang solid, terutama melalui platform digital Livin’ by Mandiri," kata Saptari. Platform ini memungkinkan pengajuan pembiayaan secara end-to-end, mulai dari Livin’ KPR, Livin’ Auto, Livin’ KSM, hingga Livin’ Credit Card.
Di luar produk pembiayaan, Livin’ memperkuat engagement dengan fitur gaya hidup seperti Sukha, Branch Reservation, Livin’ Points, dan program Member Get Member. Sementara, Livin’ Merchant memberi nilai tambah bagi UMKM melalui kemudahan transaksi digital, integrasi QRIS, dan dukungan promosi. Dari sudut pandang bisnis, ekosistem digital ini meningkatkan retensi nasabah, penjualan produk, serta cross-selling ratio.
Inovasi produk kredit secara digital juga terus dipercepat. Kolaborasi dengan lebih dari 500 developer mem perkuat Livin’ KPR sebagai plat form pembiayaan rumah terbesar di industri. Sementara, Livin’ Auto bekerja sama dengan dealer otomotif nasional untuk mempercepat proses pembiayaan kendaraan. Di kartu kredit, fitur Tap to Pay, Powercash, dan konversi cicilan menciptakan pengalaman transaksi yang lebih fleksibel dan efisien.
Ke depan, pengembangan consumer banking Bank Mandiri difokuskan pada akuisisi nasabah berbasis ekosistem dan predictive analytics. Penguatan data analytics dalam proses underwriting memungkinkan Bank Mandiri menilai risiko calon debitur secara lebih akurat. Penyempurnaan RAC menjadi strategi utama untuk menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global dan potensi perlambatan ekonomi.
Peluang akselerasi bisnis consu mer banking masih besar, ditopang tren penurunan suku bunga, pening katan konsumsi rumah tangga, serta pematangan digitalisasi. Integrasi Livin’ dan Kopra memperkuat kemampuan bank ini melakukan akuisisi, scoring, hingga customer engagement secara real-time. Opti malisasi ekosistem payroll dan perlu asan akses pembiayaan perumahan rakyat menjadi pendorong pertum buhan berikutnya.
Namun, mempercepat ekspansi sekaligus menjaga kualitas bukan tanpa tantangan. Sejak 2024, Bank Mandiri memperkuat prudent banking framework dengan seleksi nasabah yang lebih ketat, proses bisnis yang lebih standardized, serta pendekatan risiko yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar ritel. Analisis vintage menunjukkan profil nasabah baru makin baik dan lebih rendah risiko.
Efisiensi portofolio juga membaik, tecermin dari penurunan CKPN sebesar 21,9% yoy. Penurunan ini mencerminkan peningkatan efek tivitas manajemen risiko dan efisiensi biaya pencadangan. Secara analitis, penurunan CKPN memberi ruang lebih besar bagi bank untuk memper lu as ekspansi tanpa meningkatkan beban risiko secara signifikan.
Dengan strategi pertumbuhan yang selektif, optimasi ekosistem, dan fondasi digital yang kuat, consumer banking Bank Mandiri berada dalam posisi strategis untuk menjadi mesin pertumbuhan utama pada 2025-2026. Pendekatan yang menggabungkan pertumbuhan berkualitas, integrasi digital, dan penguatan risiko menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu pemain paling tangguh di bisnis ritel Indonesia.
"Kinerja ini mencerminkan daya saing yang kuat serta mempertegas kemampuan Bank Mandiri menjaga momentum ekspansi yang sehat dan berkualitas," ujar Saptari, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, kepada Infobank, bulan lalu.