Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Perkuat Fondasi, Bank Lampung Siap Ekspansi

Di tengah dinamika perbankan di Lampung yang makin kompleks, Bank Lampung terus berbenah. Tak hanya mengoptimalkan peran sebagai agen pembangunan daerah, BPD ini terus memperkuat fondasi untuk menopang ekspansi. KUB dengan Bank Jatim membawa peluang untuk lebih agresif.

Oleh Ari Astriawan
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

ROVINSI Lampung tak lagi sekadar ingin dikenal sebagai “Gerbang Sumatra”, melalui perannya sebagai pintu masuk arus logistik dan perdagang­an antara Pulau Jawa dan Sumatra. Provinsi berjuluk “Sai Bumi Ruwa Jurai” ini berambisi meng­optimalkan potensinya sebagai salah satu mesin pertum­buhan ekonomi di Sumatra.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per­ekonomian Lampung tumbuh 5,04% di kuartal ketiga 2025. Laju ekonomi Lampung terutama ditopang permintaan domestik. Selain konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah, investasi juga tumbuh solid. Ini bisa menjadi angin segar bagi industri perbankan. Ekspansi sektor riil yang mendorong perekonomian akan diikuti kenaikan permintaan kredit atau pembiayaan perbankan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan, per September 2025, industri perbankan di Lampung tum­buh positif. Penyaluran kredit tumbuh 3,22% year to date (ytd), dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 5,16%. Hal ini merefleksikan aktivitas intermediasi perbankan masih berjalan baik.

Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) memang sedikit meningkat menjadi 2,47% dari 2,09% di akhir 2024. Tapi, angka itu masih berada di level terkendali dan jauh di bawah threshold 5%. 

“Per September 2025, pertumbuhan kredit perbankan di Provinsi Lampung terutama didorong oleh sektor kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, serta rumah tangga dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 13,54% (ytd), 7,58%, dan 6,70%. Ketiga sektor ini menjadi kontributor utama terhadap peningkatan total kredit,” jelas Otto kepada Infobank. 

OJK menyebut beberapa sek­tor ekonomi lain masih me­miliki ruang besar untuk tumbuh dan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perbankan Lampung. Di antaranya, sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi.

Perbankan di Lampung sendiri masih di­kuasai bank-bank milik negara (Himbara), dengan porsi aset mencapai 45%. Sementara, BPD dan BPR/BPRS masing-masing menggenggam porsi 8% dan 11%.

Khusus Bank Lampung, Otto menyebut, kerja sama kelompok usaha bank (KUB) dengan Bank Jatim ber­potensi mendorong pengembangan bisnis yang kian luas, termasuk memperluas jangkauan pembiayaan produktif. Ini tentu ditopang penguatan permodalan, peningkatan kapasitas manajemen risiko, serta transfer pengetahuan dan teknologi, khususnya terkait digitalisasi perbankan serta pembiayaan sektor UMKM dan produktif. 

Sebagai tuan rumah, Bank Lampung sendiri tengah melakukan transformasi demi memperkuat positioning-nya. Rencana agresif pun disiapkan sembari memperkuat akar fundamental. Per September 2025, Bank Lampung mengantongi laba Rp169,98 miliar, meroket 83,26% dari Rp92,75 miliar di September 2024. Raihan ini disokong ekspansi kredit  dan manajemen dana yang efisien. 

Strategi manajemen yang matang mampu dieksekusi dengan baik oleh semua jajaran Bank Lampung. Dukung­an solid dari semua pemegang saham pun membuat bank ini makin percaya diri memacu bisnisnya. 

“Kami bersinergi antarpengurus dan jajaran di bawah. Eksekusinya berjalan baik. Bagaimana kami mengegolkan rencana-rencana yang sudah disusun. Alhamdulillah, hasilnya terbukti oke,” jelas Mahdi Yusuf, Direktur Utama Bank Lampung, kepada Infobank, November lalu.

Dalam melakukan ekspansi, Bank Lampung tak hanya memperkuat posisi di captive market, segmen kredit ASN. BPD ini juga melakukan penetrasi ke segmen lain, termasuk UMKM dan sektor pertanian. Misalnya, lewat dukungan terhadap program pemda terkait dengan ketahanan pangan, yakni migrasi tanaman singkong ke jagung.

 

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per­ekonomian Lampung tumbuh 5,04% di kuartal ketiga 2025. Laju ekonomi Lampung terutama ditopang permintaan domestik. Selain konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah, investasi juga tumbuh solid. Ini bisa menjadi angin segar bagi industri perbankan. Ekspansi sektor riil yang mendorong perekonomian akan diikuti kenaikan permintaan kredit atau pembiayaan perbankan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Desember 2025

Rp 65.000

BELI