PENULIS ADALAH GURU BESAR PRODI PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA DAN PENULIS BUKU EKONOMIKA INDONESIA.
SATU Tahun lebeih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berlalu. Data triwulan ketiga 2025 menunjukkan, perpertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 5,04%, inflasi terkendali di kisaran 2,6%-2,9%, defisit fiskal aman sekitar 1,56% produk domestik bruto (PDB), dan investasi tumbuh sekitar 13,9%. Di tengah perlambatan ekonomi global, capaian ini patut diapresiasi.
Di balik deretan angka tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah pertumbuhan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat atau hanya menciptakan ilusi kemakmuran? Apakah ekonomi tumbuh secara inklusif atau justru mengulang pola lama tumbuh tanpa cukup menciptakan pekerjaan berkualitas dan menurunkan ketimpangan secara berarti?