BAGI Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia), bekerja bukan sekadar soal profesi, tapi juga tentang menemukan ruang tumbuh bersama orang-orang yang sejalan dalam visi dan nilai. Ia yakin, manusia berkembang melalui lingkungan yang saling menantang dan menginspirasi.
Keyakinan itu mengiringi perjalanan karier Maika di industri asuransi selama hampir satu dekade, hingga akhirnya berlabuh di Sun Life Indonesia. Sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh kesamaan pandangan dan karakter kepemimpinan di dalam organisasi.
Maika menilai figur pemimpin visioner sebagai fondasi penting dalam membangun organisasi sekaligus diri sendiri. Menurutnya, keselarasan nilai dengan pemimpin membuat proses bekerja terasa lebih utuh dan bermakna.
“Menurut saya, matters banget ketika kita bekerja dengan leader yang tepat. Maksudnya, yang sesuai dengan kita. Kalau saya punya definisi bahwa leader itu harus visioner,” ujarnya kepada Infobank. Dari gaya kepemimpinan seperti itu, ia belajar bahwa arah yang jelas akan memandu setiap keputusan dan langkah profesional.
Menurut Maika, visi itu tak berhenti pada target bisnis, tapi juga pada misi yang lebih besar. Dan, bekerja di industri asuransi menjadi jalan baginya untuk membantu banyak orang menata masa depan keuangan dengan lebih baik. Tantangan justru menjadi peluang untuk menciptakan pembeda.
“Misalnya, Sun Life ingin memfokuskan diri pada syariah. Sesuatu yang sebenarnya challenging, gimana nih kita men-tackle, selain membesarkan yang sudah ada. Jadi, membuat diferensiasi di industri,” tutur wanita yang akrab disapa Kikie ini.
Dalam praktik kepemimpinan sehari-hari, Maika menempatkan objektivitas dan akuntabilitas sebagai nilai utama. Baginya, visi yang jelas harus ditopang standar kinerja yang terukur agar keadilan tetap terjaga. “Saya selalu bilang, meskipun Anda tidak pernah makan siang sama saya, bila Anda kerjanya bagus, jangan worry. Dan, walaupun Anda selalu makan siang sama saya, kalau Anda tak kerja baik, you should worry. So for me, KPI itu eliminates subjektivitas,” tutupnya.
Keyakinan itu mengiringi perjalanan karier Maika di industri asuransi selama hampir satu dekade, hingga akhirnya berlabuh di Sun Life Indonesia. Sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh kesamaan pandangan dan karakter kepemimpinan di dalam organisasi.