Belum ada produk di keranjang belanja kamu

OCBC Paling Mengesankan, Permata Bank Mode Bertahan

OCBC mencatat lonjakan paling mencolok dengan memelesat ke posisi puncak. Permata Bank konsisten bertahan di jajaran tiga besar. BSI kini di KBMI 3, menegaskan skala dan daya saingnya yang makin kompetitif.

Oleh Ari Nugroho
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

BANK OCBC NISP (OCBC) melompat impresif dengan berhasil duduk di puncak peringkat survei Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) 2026. Pencapaian ini mencermin kan peningkatan per forma pelayanan yang signifikan dibandingkan dengan ta hun sebelumnya. Di tengah persaingan ketat bisnis bank, OCBC tampil menon jol dan ber hasil mencuri perhatian nasabah. Persaingan di kelompok bank bermodal inti (KBMI) 3 atau bank dengan modal inti Rp14 triliun hingga Rp70 triliun kian dinamis. Survei yang melibatkan tujuh bank KBMI 3 ini menunjukkan bahwa posisi tiga besar terus berubah dari tahun ke tahun. Kondisi ini menggambarkan ke tatnya adu kualitas layan an dan pengalaman nasabah di kelas ini.

Dari hasil survei, hanya Permata Bank yang mampu mempertahankan posisinya di jajaran tiga besar. Dua posisi lainnya diisi oleh pendatang baru, dengan OCBC sebagai pemuncak pering kat. OCBC me lompat dari posisi kelima pada survei sebelumnya, sebuah lompatan yang menegaskan keberhasilan transformasi layanan yang dijalankan bank ini.

Secara angka, performa OCBC memang bicara banyak. Bank yang dipim pin Parwati Sur jaudaja sebagai presiden direktur ini meraih total skor 72,56%, melonjak tajam dari 55,50% pada survei sebelumnya. Skor ini melampaui ratarata industri per bankan umum yang sebesar 66,31% dan ratarata KBMI 3 sebesar 64,15%. Dengan aset Rp293,81 triliun per September 2025, OCBC unggul di hampir seluruh aspek penilaian, mulai dari kepuasan (satisfaction) nasabah hingga branded customer experience.

Meski begitu, OCBC masih memiliki ruang perbaikan. Di beberapa aspek, seperti layanan dan proses, kepuasan satpam, serta mobile banking, bank ini masih kalah dari May bank Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Tapi, secara keseluruhan, peningkatan yang dicapai sudah sangat terasa dan menjadi sinyal kuat bahwa strategi bank ini sudah berada di jalur yang tepat.

Permata Bank menempati posisi kedua dengan skor 67,92%, meningkat dari 65,50% pada survei sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Meliza M. Rusli sebagai presiden direktur, Permata Bank konsisten menjaga persepsi positif nasabah dan tetap bertahan di jajaran tiga besar. Dengan aset Rp269,28 triliun per September 2025, konsis tensi ini menunjukkan fondasi layanan yang solid dan berkelanjutan dari Permata Bank.

Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) berada di posisi ketiga dan kini resmi ditempatkan di KBMI 3, tidak lagi disan dingkan dengan bank syariah lainnya. Dengan aset Rp416,57 triliun per September 2025 dan meraih skor 65,78%, BSI menegaskan skala bisnis serta daya saingnya yang makin kuat. Overall, hasil survei ini menggambarkan bahwa inovasi dan pening katan layanan adalah kunci. OCBC, Permata Bank, dan BSI adalah bukti dari bank bank yang mampu beradaptasi di tengah persaingan bisnis dan layanan perbankan yang makin panas.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Januari 2026

Rp 65.000

BELI