Penulis adalah budayawan
KATA-KATA dapat melenyap, terbang karena tak ditulis, tetapi buku atau tulisan itu “kekal”. Semboyan ini tak hanya berlaku bagi budaya yang memperjuangkan tulisan atau buku, seperti Penerbit Kompas, Media Indonesia, Kanisius, dan para pejuang tulisan yang masih terus berjuang untuk “terbuka” pada era digital, terutama di media sosial (medsos). Semboyan ini juga berlaku di era artificial intelligence (AI), dengan kecanggihannya.
Namun, bagaimanapun , tetaplah subjek manusia yang memegang kendali, secanggih apapun AI. Karangan atau tulisan seseorang dengan bantuan AI akan mudah dikenali.