Belum ada produk di keranjang belanja kamu

RATING BUMD KEUANGAN 2026 -BPD

17 BPD Boyong Predikat “The Best”

Sebanyak 17 BPD meraih predikat “The Best” dalam “Rating BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026”. Bank Jatim menjadi yang terbaik di kelas atas. Bank BPD Bali masih mencatat skor tertinggi.

Oleh Steven Widjaja
Istimewa

Istimewa

SEBANYAK 17 bank pembangunan daerah (BPD) berhasil membawa pulang predikat “The Best” dalam "Rating BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026". Di tengah tekanan yang dihadapi industri sepanjang 2025, capaian ini menunjukkan daya tahan atau resilience bank daerah yang patut diapresiasi.

Rating di kelas BPD ini melibatkan 27 BPD. Sekitar separuhnya dinilai mampu menjaga kinerja tetap solid, sampai dengan September 2025. Meski ruang pertumbuhan industri tak lagi selapang tahun- tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan edisi sebelumnya, bank peraih predikat “The Best” memang turun dari 20 menjadi 17. Tapi, penurunan jumlah ini justru mempertegas kualitas.

Bahwa predikat “The Best” yang disandang sejumlah BPD ini benar- benar mencerminkan performanya: konsisten, bertata kelola yang baik, serta kemampuannya bertahan di tengah tekanan laba dan likuiditas

Bank para peraih predikat bergengsi ini berasal dari dua kelompok besar, yakni KBMI 2 dan KBMI 1. KBMI 2 adalah bank dengan modal inti di atas Rp6 triliun hingga Rp14 triliun, sedangkan KBMI 1 adalah bank bermodal inti hingga Rp6 triliun.

KBMI 2

KBMI 2 diisi oleh empat BPD, yakni Bank Jatim, Bank Jateng, Bank Jakarta, dan Bank Kaltimtara. Keempatnya sama-sama memiliki aset di atas Rp50 triliun, dan menjadi tulang punggung industri BPD nasional.

Dari hasil penilaian, hanya dua bank yang berhasil menyabet predikat “The Best”, yakni Bank Jatim dan Bank Jateng. Keduanya dinilai unggul dari sisi kinerja keuangan, efisiensi, serta kekuatan permodalan.

Bank Jatim, yang dipimpin Winardi Legowo sebagai direktur utama, tampil sebagai yang terbaik di KBMI 2 dengan total skor 88,69%.

Skor Bank Jatim ini meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 81,55%, menandakan tren kinerja yang terus menanjak.

Secara bisnis, Bank Jatim mencatat pertumbuhan aset 17,33% secara tahunan per September 2025 menjadi Rp125,11 triliun. Kredit tumbuh agresif 29,03% menjadi Rp80,25 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit industri BPD yang hanya 2,17%.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim tumbuh 13,51% menjadi Rp99,32 triliun.

Hingga kuartal tiga 2025, laba bersih bank ini mencapai Rp1,15 triliun atau naik 23,51% secara tahunan, mencerminkan efisiensi yang makin terjaga. Posisi berikutnya ditempati Bank Jateng dengan total skor 84,44%. Bank yang dipimpin Irianto Harko Saputro sebagai direktur utama ini bahkan meraih nilai sempurna untuk aspek permodalan dan efisiensi, serta mencatat skor rentabilitas tertinggi di KBMI 2.

Per September 2025, Bank Jateng menghimpun DPK Rp80,27 triliun dan aset Rp97,89 triliun, masing- masing tumbuh di atas 8%. Kredit tercatat Rp63,69 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp1,05 triliun. Kuatnya modal inti, yang sebesar Rp10,73 triliun, menjadi fondasi utama keberlanjutan strategi Bank Jateng.

KBMI 1

Sebagian besar BPD berada di KBMI 1, dengan total 22 bank.

Kelompok ini terbagi lagi berdasar- kan skala aset, yaitu kelompok aset Rp25 triliun ke atas, aset Rp10 triliun hingga di bawah Rp25 triliun dan aset di bawah 10 triliun, dan aset di bawah 10 triliun.

Dari 22 bank, 15 BPD berhasil meraih predikat “The Best”. Ini menunjukkan bahwa bank bermodal lebih kecil pun tetap mampu bersaing. Salah satu caranya yaitu melalui fokus bisnis yang tepat dan pengelolaan risiko secara disiplin.

Di kelompok aset Rp25 triliun ke atas, terdapat lima bank peraih predikat prestisius, yaitu Bank BPD Bali, Bank Kalbar, Bank Sumut, Bank Papua, dan Bank Sumsel Babel.

Kelima bank ini dinilai konsisten menjaga pertumbuhan dan kualitas aset.

Dikomandani I Nyoman Sudarma sebagai direktur utama, Bank BPD Bali mencatatkan prestasi paling menonjol. Dengan total skor 95,29%, bank ini tidak hanya menjadi yang terbaik di kelompoknya, tapi juga mencatat skor tertinggi dalam rating ini.

Sementara itu, di kelompok aset Rp10 triliun hingga di bawah Rp25 triliun, 10 BPD sukses menggondol predikat “The Best”. Mereka adalah Bank Pembangunan Kalteng, Bank Bengkulu, Bank BPD DIY, Bank Jambi, Bank Maluku Malut, Bank Sulteng, Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank SulutGo.

Tampilnya bank-bank ini sebagai yang terbaik menunjukkan bahwa skala bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Konsistensi dan ketepatan arah bisnis tak boleh dikesampingkan.

Bank Pembangunan Kalteng, yang dipimpin Maslipansyah sebagai direktur utama, memimpin kelompok ini dengan total skor 93,37%, naik dari 89,95% pada tahun sebelumnya.

Kenaikan skor itu menjadi gambaran bahwa BPD di KBMI 1 mampu membangun fondasi kinerja yang kuat dan berkelanjutan di tengah tantangan industri yang tidak mudah.

Rating di kelas BPD ini melibatkan 27 BPD. Sekitar separuhnya dinilai mampu menjaga kinerja tetap solid, sampai dengan September 2025. Meski ruang pertumbuhan industri tak lagi selapang tahun- tahun sebelumnya.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Februari 2026

Rp 65.000

BELI