Dalam konteks inilah, Bank Banten mulai menempati posisi strategis. Provinsi yang punya julukan Tanah Jawara ini memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemandirian, termasuk di bidang keuangan. Salah satu simbolnya adalah mesin cetak Oeridab (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah Banten), yang kini tersimpan di Kantor Pusat Bank Banten, di Serang, Banten.
Mesin cetak Oeridab pernah digunakan pada masa perang kemerdekaan, di periode 1946-1947, untuk mencetak Oeang Repoeblik Indonesia Daerah Banten, mata uang darurat yang lahir akibat blokade Belanda. Kala itu, pemerintah pusat memberi kewenangan kepada Residen Banten untuk menjaga roda ekonomi daerah tetap berputar. Sejarah ini menjadi pengingat bahwa kemandirian keuangan selalu relevan bagi Banten.