BSN langsung tancap gas sejak hari pertama beroperasi dengan aset rp72,9 triliun (unaudited) dan modal inti rp6,4 triliun yang mengantarkannya duduk di KbMi 2. Sebagai bank baru, bank syariah terbesar kedua di indonesia ini secara cepat diterima pasar berkat fundamental kuat, governance rapi, serta positioning bisnis yang jelas.
Bank Syariah Nasional (BSN) memang masih sangat muda. Baru beroperasi pada 22 Desember 2025 lalu setelah proses spin off unit usaha syariah (UUS) dari induknya, Bank Tabungan Negara (BTN), tapi gaungnya langsung terasa di industri perbankan syariah. Sejak hari pertama beroperasi, bank ini tak datang sebagai pemain biasa, melainkan sebagai bank dengan aset besar, modal kuat, dan positioning yang jelas.
Sebagai anak usaha BTN, BSN membawa warisan bisnis pembiayaan perumahan yang sudah matang. Tapi yang menarik, pasar cepat menangkap sinyal bahwa BSN bukan sekadar “copy paste” unit lama. Bank ini hadir dengan wajah baru, spirit baru, dan roadmap yang lebih agresif namun tetap prudent.