PENULIS ADALAH KETUA DEWAN PERS
MENTAL kepiting (crab mentality) pertama kali saya tahu dari teman sewaktu masih kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Teman saya ini berasal dari daerah pesisir utara Pulau Jawa, wilayah Jawa Tengah, yang punya pengalaman menangkap kepiting. Katanya, kalau kita menangkap kepiting, lalu dimasukkan keranjang atau ember, tidak usah khawatir akan keluar meskipun embernya tidak ditutup. Kok bisa? Karena, kepiting yang hendak keluar loncat dari keranjang atau ember akan ditarik ke bawah oleh kepiting yang lain.
Dalam kajian psikologi, mental kepiting ini sangat destruktif dalam sebuah kerja kelompok ataupun relasi sosial. Karena, seseorang cenderung iri melihat prestasi dan kemajuan orang lain. Dia tidak melihat potensi pintu sukses itu begitu luas dan banyak pilihan. Sehingga, jika ada teman yang maju dan memperoleh promosi, dia pandang itu telah menutup jalannya untuk sukses.