Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan
Ignasius Jonan adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, Dan Menteri ESDM 2016-2019.

Ignasius Jonan adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, Dan Menteri ESDM 2016-2019.

TAHUN 2026 diawali dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh tentara Amerika Serikat (AS). Kejadian itu memberi pesan penting adanya perubahan politik luar negeri AS di bawah kepemim pinan Presiden Donald Trump. Venezuela adalah contoh negara yang sebelumnya sudah dilanda krisis keuangan dan kelemahan ekono minya mengakibatkan kedaulatannya mudah goyang oleh dominasi yang lebih kuat dan campur tangan kekuatan besar yang memiliki kepentingan di negara tersebut.

Kebijakan politik luar negeri dan kebijakan perdagangan yang agresif membawa dunia berada dalam persimpangan dan tatanan baru yang risikonya makin kompleks. Risiko yang dampaknya tak hanya ke kehidupan politik, tapi juga ekonomi dan bisnis. Banyak perusahaan AS dan Eropa mengalami lonjakan kebangkrutan karena adanya kombinasi buruk dari kebijakan proteksionisme AS dengan tekanan biaya, kredit yang ketat, dan permintaan pasar yang melemah.

Di AS sendiri, menurut S&P Global Market Intelligence, pada 2025 sampai dengan November, setidaknya ada 717 perusahaan yang mengajukan kebangkrutan. Jumlah ini naik 14% dari periode yang sama tahun lalu, sekaligus angka tertinggi sejak 2010. Di antaranya jaringan apotek Rite Aid, perusahaan penguji an genetika 23andMe, restoran cepat saji Hooters, dan Spirit Airlines.

Di Jerman, yang bergulat dengan kemerosotan ekonomi, juga diwarnai kebangkrutan perusahaan pada 2025 yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Lembaga Creditreform memper kirakan ada sekitar 23.900 perusa haan mengajukan kebangkrut an pada 2025, meningkat 8,3% dari 2024, dan menimbulkan kerugian hingga 57 miliar euro (US$66,41 miliar).

Laporan ekonomi terbaru dari IMF menyebutkan bahwa perjuangan regional, tekanan global, dan jangkauan teknologi baru yang makin luas akan mengubah cara setiap negara menavigasi gejolak ekonomi dunia pada 2026. Para pemimpin di dunia menghadapi risiko krisis keuangan, rasio utang yang berlebihan, inflasi, ketidakstabilan, dan dampak dari kebijakan AS yang telah menaikkan harga bahan impor dan mengacaukan rantai pasokan global.

Demikian juga para pemimpin bisnis yang menghadapi ancaman inflasi dan suku bunga yang memangkas permintaan dan akses ke modal. Kesulitan lebih dirasakan para pemimpin di sektor industri, baik sebagai produsen maupun pemasok, yang dihantam oleh dampak perang tarif. Di lain sisi, permintaan pasar mengalami krisis keterjangkauan (affordability crisis) karena pembeli memprioritaskan makanan, sewa rumah, dan utilities, sehingga mengabaikan pengeluaran yang tidak penting.

Ketidakpastian adalah isu aktual yang dihadapi para pebisnis di dunia dalam lima tahun terakhir sejak pandemi COVID19. Betul bahwa ketidakpastian bisa mendorong orang menjadi kreatif, seperti kata Ilya Prigogine, peraih hadiah Nobel Kimia pada 1977, the future is uncertain, but this uncertainty is at the heart of human creativity.

Tapi, untuk menghadapi ketidakpastian di abad ini, para pemimpin bisnis perlu memahami lima prinsip ekonomi menghadapi abad ke21 yang dirilis The London Consensus, SLE Press 2025. Satu, bukan hanya uang, melainkan kesejahteraan adalah kuncinya. Dua, pertumbuhan itu penting, tapi tempat juga penting. Tiga, membangun ketahanan di mana pemerintah mampu menjadi penjamin terakhir. Empat, tidak ada ekonomi yang baik tanpa politik yang baik. Lima, negara yang mumpuni adalah pelengkap penting untuk segalanya.

Membaca lima prinsip tersebut di tengah perubahan dunia yang dipicu oleh kebijakan politik ekonomi serta revolusi teknologi, maka para pemimpin perlu merumuskan kembali tujuan yang ingin dicapai dan bagaimana strategi untuk mencapainya. Strategy is important, but execution is everything.

Karena kepemimpinan menjadi jantungnya organisasi, maka penting sekali bagi seorang pemimpin untuk menetapkan prioritas yang harus dikerjakan.

Banyak negara, perusahaan, dan organisasi mengalami krisis padahal para pemimpinnya sudah melakukan banyak hal. Ini adalah pelajaran yang sangat penting sekaligus memberikan pesan bahwa apa yang dikerjakan setiap pemimpin harus menciptakan hasil dan kegunaan. Seperti dikatakan begawan manajemen, Peter Drucker, “Leadership is all about getting result.”

 

 

Kebijakan politik luar negeri dan kebijakan perdagangan yang agresif membawa dunia berada dalam persimpangan dan tatanan baru yang risikonya makin kompleks. Risiko yang dampaknya tak hanya ke kehidupan politik, tapi juga ekonomi dan bisnis. Banyak perusahaan AS dan Eropa mengalami lonjakan kebangkrutan karena adanya kombinasi buruk dari kebijakan proteksionisme AS dengan tekanan biaya, kredit yang ketat, dan permintaan pasar yang melemah.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Februari 2026

Rp 65.000

BELI