Lonjakan mobilitas di momen Lebaran tak lagi otomatis mendorong pembiayaan otomotif. Di tengah daya beli masyarakat yang belum kuat dan risiko kualitas kredit pasca-Lebaran, multifinance beralih dari euforia volume menuju strategi selektif berbasis kualitas portofolio.
Istimewa
MOMENTUM Lebaran yang selama bertahun- tahun menjadi andalan industri otomotif dan perusahaan pembiayaan (multifinance), kini tak lagi bisa dibaca dengan pola lama. Lonjakan mobilitas masyarakat memang tetap terjadi di momen ini, tapi tak lagi berbanding lurus dengan peningkatan pembelian kendaraan baru.
Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mencatat pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta jiwa atau sekitar 52% dari total penduduk Indonesia. Tapi, besarnya arus mudik itu tidak otomatis berimbas pada euforia penjualan otomotif.