Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Apakah Ini Seleksi Serius, Atau Formalitas Berkedok Fit and Proper Test?

Berdasarkan syarat yang ditetapkan pansel, anggota parpol boleh ikut mendaftar calon komisioner OJK. Benarkah ruang uji publik hanya tinggal seremoni? Apa bahayanya komisioner OJK yang tak independen?

Oleh Tim Infobank
Gedung OJK; menjaga urat nadi perekonomian

Gedung OJK; menjaga urat nadi perekonomian

HARI-HARI ini, publik kembali disuguhi informasi seputar proses seleksi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK). Dan, lagi-lagi, satu pertanyaan klasik terselip: apakah ini seleksi, atau sekadar formalitas berkedok fit and proper test? Pertanyaan itu muncul sebab seleksi ini sejujurnya hanya untuk memenuhi prosedur hukum. Sebab, calon jadinya sudah ditetapkan di ruang ruang politik.

Jujur saja, pertanyaan itu kembali relevan jika melihat terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengalahkan dua calon dari dalam BI, yaitu Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono yang sudah punya jam terbang di BI lebih dari 30 tahun. Untuk pertama kali, prinsip meritokrasi hilang dari BI, dan ini preseden buruk bagi BI.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Maret 2026

Rp 65.000

BELI