Salah satu dampak terbesar dari risiko AI adalah meningkatnya potensi penipuan. Hal ini berdampak pada perlindungan konsumen, potensi gangguan stabilitas sistem keuangan, dan penurunan kepercayaan publik. Keberhasilan implementasi agentic AI bergantung pada kesiapan data.
Sumber: Istimewa
TRANSFORMASI digital, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), merupakan sebuah keniscayaan bagi industri perbankan. Pemanfaatan AI pun perlu diarahkan secara selektif, relevan dengan kebutuhan bank, serta selaras dengan profil risiko dan tingkat kesiapan setiap bank. Lantas, bagaimana bank memanfaatkan AI? Apa saja dampak AI terhadap perlindungan nasabah dan stabilitas sistem keuangan?
Sektor perbankan termasuk leading adopter dalam implementasi AI. Bagi industri ini, AI tidak lagi dipandang sebagai sebuah pilihan, tapi sudah menjadi katalis efisiensi dan inovasi layanan. Misalnya, AI bisa dimanfaatkan dalam mengembangkan layanan chatbot, deteksi fraud real time, credit scoring dan analisis risiko, proses Know Your Customer (KYC), dan automasi dokumen. Bank of America, misalnya, menggunakan Erica, asisten virtual AI, untuk memberikan dukungan nasabah, menjawab pertanyaan perbankan, dan memberikan wawasan keuangan yang dipersonalisasi kepada pengguna melalui aplikasi seluler.