Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Jalan Terjal BPRS Menjaga Profitabilitas

Perbaikan kualitas pembiayaan dan efisiensi operasional menjadi PR besar bagi bankir-bankir BPRS. Di tengah kondisi sulit, BPRS tetap berpeluang tumbuh, terutama dari sisi intermediasi. Tapi, ekspansi harus dilakukan secara prudent.

Oleh Mohammad Adrianto Sukarso
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

PENGURUS bank pereko no mian rakyat syariah (BPRS) bisa jadi tengah kedodoran menahan beban demi menjaga profitabilitas. Kinerja interme diasi industri ini tercatat tumbuh moderat, tapi profitabilitasnya justru anjlok cukup dalam. Tekanan beban ditambah memburuknya kualitas aset membuat industri BPRS kesulitan menahan laba bersih untuk tidak turun.

Dari sisi intermediasi, berdasar kan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025, BPRS mencatatkan pertumbuhan di atas ratarata per tum buhan BPR konvensional. Penyaluran pembiayaannya mening kat 11,51% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp20,31 triliun. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 10,31% menjadi sebesar Rp18,17 triliun. Total asetnya pun mengembang 8,00% secara tahunan, dari sebesar Rp25,03 triliun menjadi sebesar Rp26,51 triliun.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Mei 2026

Rp 65.000

BELI