Infobank
SESEORANG akan melihat dirinya dengan rasa bangga dan senang ketika dalam posisi mengasihani, bukan dikasi hani. Dalam posisi memberi, bukan diberi. Dalam posisi menolong, bukan ditolong.
Ketika seseorang orientasi hidup nya lebih memilih melayani, membantu, dan meringankan beban orang lain, mentalnya lebih sehat, bahagia, dan kaya. Sementara, orang yang masih suka mengambil hak orang lain, misalnya korupsi, orang itu bermental miskin. Tidak sehat. Meski dari luar terlihat gagah, dalam dirinya terdapat lubang kehinaan yang menganga.
Karena fitrah manusia pada dasarnya selalu ingin menapaki jalan kebenaran, kebaikan, dan keadilan, maka manusia disebut moral being. Hidupnya selalu mendambakan kebaikan. Semua tindakannya tidak bisa bebas dari nilai dan implikasi moral yang melekat padanya. Bahkan, dalam keyakinan umat beragama, semua tindakannya – entah bernilai baik atau buruk, entah dilakukan diamdiam atau diketahui orang lain – akan mendapatkan akibat berupa kebahagiaan atau kesengsaraan di akhirat setelah kematian nanti.