Kebutuhan pembiayaan nasional terus melaju, tetapi risiko yang mengiringinya ikut membesar. Di saat perbankan makin berhati-hati menyalurkan kredit dan dunia usaha membutuhkan ruang ekspansi, industri penjaminan berubah menjadi penyangga penting stabilitas pembiayaan nasional.
Sumber: Istimewa
PEMBAHASAN mengenai masa depan industri penjaminan pun tak lagi sekadar urusan teknis lembaga keuangan. Isu ini mulai menyentuh daya tahan ekonomi, keberlanjutan pembiayaan sektor produktif, hingga kemampuan UMKM bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global.
Peta besar itulah yang mengemuka dalam Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026 yang digelar Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) di Hotel Aryaduta Jakarta pada 21 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan regulator, perbankan, perusahaan penjaminan, akademisi, hingga pemerintah daerah untuk membahas agenda “Pemurnian Industri Penjaminan sebagai Fondasi Penguatan Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan”.