Belum ada produk di keranjang belanja kamu

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN BERASET RP500 MILIAR SAMPAI DENGAN DI BAWAH RP1 TRILIUN

Internusa Tribuana Citra Multi Finance Tempati Peringkat Pertama

Internusa Tribuana Citra Multi Finance jadi yang terbaik di kelompok aset Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Dari 14 perusahaan pembiayaan di kelompok ini, predikat “sangat bagus” diraih 9 perusahaan. MNC Guna Usaha Indonesia dan Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia melengkapi tiga terbaik.

Oleh Ayu Utami Saraswati
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

TAHUN 2025 memang bukan periode mudah bagi industri multifinance. Kinerja industri ini mengalami perlambatan. Tapi, secara individu, sejumlah perusahaan pembiayaan tetap mampu memacu kinerjanya hingga tumbuh positif. Tekanan daya beli masyarakat ditambah penurunan penjualan otomotif yang menjadi pasar utama multifinance, menjadi tantangan. Risiko pembiayaan pun turut meningkat.

Dalam rating multifinance tahun ini, ada 14 perusahaan di kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

Internusa Tribuana Citra Multi Finance (ITCF) menjadi yang terbaik di kelas ini dengan raihan total skor 96,01%. Capaian itu sejalan dengan performa bisnisnya yang memang ciamik.

Performa apik ITCF tidak hanya terlihat dari pertumbuhan pembiayaan dan laba, tapi juga dari konsistensi kinerja di berbagai indikator utama. Di tengah persaingan yang ketat di kelompok ini, ITCF mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, profitabilitas, dan penguatan permodalan.

Biro Riset Infobank (birI) mencatat, pada 2025 kinerja ITCF tumbuh di atas rata-rata industri. Perusahaan yang dipimpin Felix Audian sebagai presiden direktur ini menyalurkan pembiayaan Rp634,42 miliar, tumbuh 9,76% year on year (yoy) dari Rp578,02 miliar pada tahun sebelumnya.

ITCF meraup laba bersih Rp29,05 miliar atau tumbuh 25,08%. Perolehan laba ini ditopang kenaikan pendapatan operasional dari Rp204,56 miliar menjadi Rp207,89 miliar.

Sedangkan, beban operasional justru bisa ditekan hingga turun menjadi Rp170,41 miliar pada 2025 dari Rp173,06 miliar pada 2024. Ini mencerminkan operasional bisnisnya yang makin efisien.

Penurunan beban operasional itu turut memperlebar ruang profitabilitas perusahaan. Di lain sisi, pertumbuhan pendapatan operasional juga menunjukkan aktivitas bisnis yang tetap terjaga di tengah tantangan industri pembiayaan.

Kinerja bisnis yang tumbuh solid turut mendongkrak total aset ITCF menjadi Rp690,70 miliar atau naik 7,78%. Ketahanan modalnya pun makin kuat, dengan modal sendiri tumbuh 13,88% menjadi Rp216,43 miliar. Seluruh indikator kinerja keuangan ITCF, baik pembiayaan, laba, aset, maupun modal, tercatat berada di atas rata-rata industri multifinance.

Di sisi rasio keuangan, perusahaan pembiayaan ini juga mampu menjaga pertumbuhannya secara sehat. Akhir tahun lalu, FAR ITCF tercatat 91,85%, menunjukkan kualitas asetnya tetap terjaga. Tingkat profitabilitasnya pun tergolong baik dengan ROA 5,63% dan ROE 14,29%. Sementara, rasio BO/PO nya di posisi 81,97%.

MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing) menjadi runner up di kelompok ini. Perusahaan pembiayaan yang dipim pin Henri Gunawan, Yusnandi Liauw, dan Miron D. Panjaitan masing-masing sebagai direktur ini menunjuk kan kinerja solid di 2025. MNC Leasing meraup laba Rp29,85 miliar atau tumbuh 13,50% secara tahunan. Adapun pembiayaan naik 17,85% menjadi Rp850,01 miliar. MNC Leasing mendapat nilai sempurna di aspek pertumbuhan, pembiayaan banding aset total (FAR), pembiayaan banding kewajiban, rasio BO/PO, dan rentabilitas, dengan total skor 95,51% dan predikat “sangat bagus”. 

USAHA Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance) meraih total skor 94,66% dengan predikat “sangat bagus”. Tahun lalu, perusahaan pembiayaan ini mencatat total pembiayaan Rp711,59 miliar atau tumbuh 7,36% dan berada di atas rata-rata pertumbuhan pembiayaan industri multifinance. Reliance Finance membukukan laba Rp14,74 miliar. Dari sisi rasio keuangan, tingkat efisiensi dan profitabilitas perusahaan ini cukup baik. Tecermin dari rasio BO/PO di level 75,29%, sementara ROA dan ROE masing-masing tercatat 2,53% dan 5,58%. 

PROLINE Finance Indonesia (Proline Finance) mencatat kinerja solid tahun lalu. Pembiayaan perusahaan ini terbang 51,09% menjadi Rp662,47 miliar, mencerminkan ekspansi bisnis tetap kuat. Di lain sisi, total asetnya meningkat 34,00% menjadi Rp873,65 miliar. Proline Finance tercatat meraup laba Rp20,65 miliar atau tumbuh 13,62%. Perusahaan pembiayaan yang dipimpin Erisca Wiraatmadja sebagai presiden direktur ini mampu menjaga efisiensi dengan rasio BO/PO di level 72,02%. Proline Finance pun meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,58%. 

BERBEKAL total skor 93,36%, Pacific Multi Finance meraih predikat “sangat bagus”. Tahun lalu, perusaha an pembiayaan ini mencatatkan ke naikan pembiayaan 124,05% menjadi Rp468,18 miliar. Pertumbuhan ini jauh di atas rata rata industri dan menjadi salah satu indi kator yang paling menonjol di kelom pok ini. Pacific Multi Finance mem bukukan laba Rp10,61 miliar atau tum buh 8,92%. Perusahaan pem biayaan ini terlihat unggul pada aspek penilaian pertumbuhan, pembiayaan banding kewajiban, modal sendiri banding aset total, serta efisiensi. 

ASTRA Multi Finance unggul di sejumlah indikator penilaian, seperti efisiensi dan pembiayaan banding kewajiban. Tahun lalu, Astra Multi Finance menyalurkan pembiayaan Rp660,04 miliar dan meraup laba Rp108,26 miliar. Perusahaan yang dipimpin Antony Sastro Jopoetro sebagai direktur utama ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 92,63%. Astra Multi Finance tercatat sebagai perusahaan pembiayaan berpredikat “sangat bagus” selama 15 tahun berturut-turut. 

Dalam rating multifinance tahun ini, ada 14 perusahaan di kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juni 2026

Rp 65.000

BELI