Predikat “sangat bagus” diraih 9 dari 16 perusahaan pembiayaan di kelompok aset Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Mahada Finance tampil sebagai kampiun di kelas ini, diikuti Cakrawala Citramega Multifinance dan Indonesia International Finance.
Infobank
TAHUN 2025 menjadi periode yang membanggakan bagi Mahada Adipratama Sejati Finance (Mahada Finance). Di tengah beragam dinamika dan tantangan yang mesti dihadapi industri multifinance, Budiman, Direktur Utama Mahada Finance, beserta jajarannya mampu mengukir pertumbuhan kinerja yang apik. Hal itu tecermin dari rapor biru sejumlah indikator keuangan penting milik perusahaan pembiayaan satu ini.
Terbukti, dalam rating multifinance ini, Mahada Finance berhasil menjadi kampiun di kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Mahada Finance mencatat skor sempurna di tiga aspek penilaian, yaitu pertumbuhan, rasio pembiayaan berbanding kewajiban, dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO).
Pada aspek pertumbuhan, sejumlah indikator keuangan penting perusahaan yang berdiri pada 1991 ini memang tercatat tumbuh solid. Kinerjanya meningkat dibandingkan dengan periode 2024. Lihat saja, total asetnya melonjak 47,24% year on year (yoy) menjadi Rp385,92 miliar. Sementara, modal sendirinya tercatat Rp271,47 miliar, naik 4,40% dari Rp260,03 miliar di tahun sebelumnya. Piutang pembiayaan juga memelesat 53,09% dari Rp207,15 miliar menjadi Rp317,13 miliar. Alhasil, laba bersih Mahada Finance terbang ke angka Rp11,45 miliar atau naik 44,17% dari 2024.
Perusahaan pembiayaan ini juga mencatat skor sempurna di aspek pembiayaan berbanding kewajiban, dengan persentase 277,09%. Aspek terakhir yang mendapat nilai sempurna adalah rasio BO/PO. Mahada Finance terbukti mampu menjaga beban perusahaan dengan baik, tecermin dari rasio BO/PO sebesar 56,96%, jauh di bawah rata-rata industri yang di posisi 82,86%.
Meski tidak memperoleh skor sempurna, rasio keuangan perusahaan yang dulu bernama Astria Multi Finance ini juga terbilang sangat sehat. Return on asset (ROA) dan return on equity (ROE)-nya masing-masing berada di posisi 4,35% dan 4,31%. Sementara, financing asset ratio (FAR)-nya masih tergolong ideal, yakni sebesar 82,18%.
Pada rating kali ini, Mahada Finance berhasil mencetak total skor 96,46% dengan predikat “sangat bagus”. Predikat prestisius ini sudah diraih Mahada Finance secara beruntun dalam tiga tahun terakhir. Ini membuktikan konsistensi perusahaan pembiayaan ini, yang masih bisa melakukan ekspansi dengan tetap sehat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi.
POSISI kedua di kelompok ini ditempati Cakrawala Citramega Multifinance (CCM Finance) yang mendapat total skor 96,27% sehingga berhak atas predikat “sangat bagus”. Aset perusahaan ini melonjak 48,74% ke posisi Rp313,90 miliar di 2025. Pembiayaan CCM Finance juga naik 45,12% menjadi Rp234,38 miliar. Sementara, laba bersihnya tercatat Rp14,56 miliar atau naik 178,54%. Rasio BO/PO CCM Finance pun terjaga dengan baik, berada di posisi 86,08%. Secara keseluruhan, kinerja CCM Finance terbilang mengesankan di tahun lalu.
DIPIMPIN Yunus Putra Jaya dan Albert Steinlee, masing masing sebagai direktur, Indonesia International Finance (IIFinance) kembali menyabet predikat “sangat bagus” dengan total skor 96,23%. IIFinance menjadi salah satu perusahaan dengan rasio solvabilitas terbaik di kelasnya. Gearing ratio (GR) tercatat 8,50%, di bawah batas maksimal regulator sebesar 10%. Tahun lalu, pembiayaannya tumbuh 16,11% menjadi Rp231,44 miliar. Total asetnya pun mengembang 7,65% menjadi Rp306,86 miliar. Sementara, laba bersih tumbuh 8,44% menjadi Rp11,83 miliar.
KONSISTENSI Modalku Finansial Indonesia (MFI) dalam beberapa waktu terakhir patut dihargai. Apresiasi tertinggi pun perlu diberikan kepada Steven Gunawan, Presiden Direktur MFI, beserta jajarannya yang menjadi aktor di balik kesuksesan MFI di 2025. Aspek profitabilitas MFI menjadi yang terbaik di antara peers-nya, tecermin dari ROA dan ROE sebesar 8,17% dan 8,12%. Aset dan pembiayaannya masing-masing naik 30,65% dan 5,35% menjadi Rp273,66 miliar dan Rp211,66 miliar. MFI pun mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,15%.
DI posisi kelima ada Beta Inti Multifinance (Beta Finance) yang tahun lalu mencatat kinerja apik. Perusahaan yang dinakhodai Helen Widjaja selaku direktur utama ini mencatat lonjakan laba bersih 49,47% menjadi Rp10,50 miliar. Salah satunya berkat peningkatan pembiayaan ke angka Rp131,52 miliar, atau naik 11,53%. Solvabilitas Beta Finance juga tercatat solid, salah satunya tecermin dari GR sebesar 0,75%. Semua itu cukup membawa perusahaan untuk duduk di posisi kelima dan meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,69%.
MENUTUP jajaran top six, ada Aditama Finance yang berhasil menyabet predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,57%. Perusahaan yang dipimpin Kurniawan Phoamus sebagai presiden direktur ini mencatatkan laba bersih Rp6,29 miliar di 2025. Angka ini naik 33,62% dari periode sebelumnya, tumbuh jauh di atas rata-rata industri yang minus 18,07%. Sementara, pembiaya annya naik 0,45% menjadi Rp297,39 miliar. FAR Aditama Finance menjadi yang paling sehat di antara perusaha an lain di jajaran enam besar, yakni sebesar 93,57%. Rasio BO/PO-nya juga terjaga di posisi 82,63%.
Terbukti, dalam rating multifinance ini, Mahada Finance berhasil menjadi kampiun di kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Mahada Finance mencatat skor sempurna di tiga aspek penilaian, yaitu pertumbuhan, rasio pembiayaan berbanding kewajiban, dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO).