Jangan tunda proteksi karena risiko bisa datang lebih cepat daripada perkiraan. Pilihan premi makin beragam dan terjangkau, tunggu apa lagi? Tapi, jangan lupa pahami produknya sebelum membeli.
Sumber: Istimewa
USIA muda dan kondisi tubuh yang dirasa masih sangat sehat kerap membuat abai. Bagi sebagian anak muda usia produktif, urusan proteksi bisa jadi belum dianggap penting. Sebagian yang lain mungkin menganggap proteksi seperti asuransi belum diperlukan sehingga menunda sampai usia dirasa sudah cukup atau penghasilan lebih stabil. Padahal, keputusan finansial kecil di usia muda bisa berdampak sangat besar di masa depan.
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menilai cara anak muda memandang proteksi ini menjadi sebuah tantangan, di samping soal kemampuan membeli. Banyak anak muda mengaku belum perlu proteksi karena merasa masih sehat. Padahal, risiko kesehatan kini datang lebih cepat karena faktor gaya hidup dan tekanan hidup modern. Di lain sisi, biaya kesehatan terus meningkat, bahkan melampaui peningkatan pendapatan dalam banyak kasus. Tanpa perlindungan, satu kejadian tak terduga bisa langsung mengganggu kondisi finansial.
“Jangan memikirkan asuransi sebagai investasi di tahap awal. Pikirkan asuransi sebagai alat perlindungan yang akan menyelamatkan kita saat hal tak terduga terjadi,” ujar Niharika kepada Infobank
Mengubah cara pandang ini penting, terutama bagi generasi muda dengan bujet terbatas. Asuransi bukan soal mencari untung, tapi memastikan hidup tetap berjalan ketika risiko datang. Niharika membagikan tip memiliki asuransi tanpa harus merasa terbebani.
Pertama, mulai dari yang paling dasar, yakni asuransi kesehatan. Ini adalah fondasi perlindungan. Tanpa asuransi kesehatan, risiko finansial bisa langsung terasa. Tidak perlu langsung besar, yang penting ada dulu. Saat ini, banyak produk asuransi dengan premi yang terjangkau.
Kedua, sesuaikan dengan kemampuan, bukan gengsi. Premi asuransi di usia muda cenderung jauh lebih murah karena risiko dianggap lebih rendah. Artinya, dengan bujet terbatas pun sebenarnya sudah bisa mendapatkan perlindungan yang cukup. Kuncinya bukan besar-kecilnya premi, melainkan konsistensi.
Ketiga, manfaatkan akses digital. Sekarang, banyak produk asuransi yang bisa dibeli secara online, tanpa proses rumit. Ini membuat produk lebih mudah dijangkau dan sering kali lebih terjangkau karena biaya distribusinya lebih efisien
Keempat, pahami sebelum membeli. Jangan sekadar ikut teman atau tergiur penawaran. Banyak kasus kekecewaan terjadi karena nasabah tidak benar-benar memahami manfaat dan batasan produk. Luangkan waktu untuk membaca dan bertanya, karena ini keputusan jangka panjang.
Kelima, jangan menunggu waktu yang tepat. Dalam asuransi, waktu terbaik justru ketika masih sehat. Makin muda, premi pun lebih rendah dan peluang mendapatkan perlindungan lebih luas dan lebih besar, termasuk minimnya pengecualian penyakit bawaan.
Bagi generasi muda, memulai dari langkah kecil dengan premi terjangkau bukanlah beban. Justru itu bentuk perlindungan sederhana untuk masa depan yang lebih pasti. Kini banyak pilihan produk menarik. Salah satunya AXA Good Health, yang menawarkan premi mulai Rp105.000 per bulan dengan usia masuk sejak 18 tahun. Proteksi lebih dini itu lebih baik. Kenapa menunggu mapan?
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menilai cara anak muda memandang proteksi ini menjadi sebuah tantangan, di samping soal kemampuan membeli. Banyak anak muda mengaku belum perlu proteksi karena merasa masih sehat. Padahal, risiko kesehatan kini datang lebih cepat karena faktor gaya hidup dan tekanan hidup modern. Di lain sisi, biaya kesehatan terus meningkat, bahkan melampaui peningkatan pendapatan dalam banyak kasus. Tanpa perlindungan, satu kejadian tak terduga bisa langsung mengganggu kondisi finansial.
“Jangan memikirkan asuransi sebagai investasi di tahap awal. Pikirkan asuransi sebagai alat perlindungan yang akan menyelamatkan kita saat hal tak terduga terjadi,” ujar Niharika kepada Infobank