Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Wahai Pak Presiden, BPR Perlu Relaksasi untuk Tetap Bisa Membiayai UMKM

Oleh Eko B. Supriyanto
Infobank

Infobank

NASIB bank perekonomian rakyat (BPR) berada di persimpangan jalan. Dalam riuh-rendah narasi pemulihan ekonomi nasional, suaranya nyaris tenggelam. Walaupun, sesungguhnya ia menderu kencang di bilik-bilik kredit perdesaan. Ia bukan raksasa. Ia tak masuk radar pasar modal. Namun, justru karena ia begitu dekat dengan urat nadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maka guncangan di sektor ini adalah gempa sosial yang tertunda. Dan, kini, guncangan itu sudah di depan mata.

Menurut pemantauan Biro Riset Infobank (birI) selama dua tahun terakhir, ada aspirasi yang sejatinya adalah jerit struktural dari industri BPR, bukan sekadar keluhan siklikal. Suarasuara yang terangkum itu, jika dibaca dengan kacamata ekonomi-politik memperlihatkan betapa rezim prudensial yang kaku telah bergerak diam-diam menjadi mesin kontraksi. Poin paling tajam adalah soal Aset Yang Diambil Alih (AYDA) yang menumpuk. Ia bersanding dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di level 12,73%. Ini secara sistematis menggerus modal dan melumpuhkan kapasitas intermediasi BPR ke sektor produktif.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juni 2026

Rp 65.000

BELI