Dari delapan perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp2,5 triliun ke atas, tujuh perusahaan berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Bermodalkan rapor kinerja 2025 yang membiru, Tugu Insurance sukses menduduki peringkat pertama di kelompok ini.
Sumber : Istimewa
ASURANSI Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) kembali menunjukkan performa yang layak mendapat angkat topi. Perusahaan ini sukses meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,27%. Capaian ini menempatkan Tugu Insurance sebagai juara di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp2,5 triliun ke atas.
Prestasi itu mencerminkan kualitas bisnis sekaligus konsistensi pengelolaan Tugu Insurance. Dipimpin Adi Pramana sebagai presiden direktur, Tugu Insurance mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di berbagai lini usaha. Kinerja itu makin keren karena dicapai di tengah persaingan industri asuransi yang kian kompetitif. Anak perusahaan PT Pertamina ini juga terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain kelas kakap di industri.
Dalam penilaian rating, Tugu Insurance tampil dominan di banyak indikator utama. Perusahaan ini meraih nilai sempurna pada rasio risk based capital (RBC), rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan jasa asuransi, pertumbuhan laba, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, hingga hasil investasi terhadap investasi.
Pada indikator lain, seperti beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba sebelum pajak terhadap rata rata aset, serta pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri, nilainya juga berada di level tinggi. Kombinasi tersebut memperlihatkan fondasi bisnis Tugu Insurance yang sangat solid.
Keunggulan Tugu Insurance dalam rating ini sejalan dengan capaian laba bersihnya sepanjang 2025. Per usaha an asuransi ini membukukan laba bersih Rp672,18 miliar atau melonjak 46,43% secara tahunan. Pertum buhan laba itu menjadi yang tertinggi di kelompoknya.
Dari sisi operasional, pendapatan jasa asuransi Tugu Insurance memelesat menjadi Rp5,39 triliun atau tumbuh 27,30%. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa bisnis berkembang sehat melalui bertambahnya nasabah ataupun perluasan polis yang sudah ada. Di tengah persaingan yang ketat, capaian ini layak disebut gemilang.
Memang, beban asuransi ikut meningkat menjadi Rp8,47 triliun atau naik 75,29%. Tapi, Tugu Insurance tetap mampu menjaga kualitas bisnis sehingga hasil jasa asuransi tumbuh 17,78% menjadi Rp891,00 miliar. Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan pengelolaan risiko yang baik. Dalam perspektif underwriting, Tugu Insurance tetap mampu menjaga produktivitas usahanya secara optimal.
Kekuatan Tugu Insurance juga tecermin dari porto folio investasi yang terus berkembang. Nilai investasinya tercatat Rp6,91 triliun atau tumbuh 3,62%. Peningkatan itu menggambarkan bertambahnya dana premi yang ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan sekaligus mencerminkan likuiditas aset yang makin baik. Tak hanya itu, hasil investasi melonjak 41,32% menjadi Rp432,87 miliar, tertinggi di kelompoknya.
Dari sisi permodalan, modal sendiri Tugu Insurance tumbuh 10,82% menjadi Rp5,77 triliun. Sementara, rasio RBCnya tercatat 410,90%, jauh melampaui ketentuan minimum 120%. Ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban klaim berada pada level yang sangat aman.
Total aset Tugu Insurance juga melonjak 40,95% menjadi Rp18,18 triliun dari Rp12,90 triliun pada 2024. Pertumbuhan aset ini menjadi yang tertinggi di kelompok nya, bahkan jauh melampaui ratarata pertumbuhan industri asuransi umum yang tercatat 7,44%.
R. BUdI Legowo, Direktur Utama BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) dan jajarannya sukses meng antar perusahaannya meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 96,42%. Anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini membukukan nilai sempurna pada berbagai indikator penting, mulai dari rasio solvabilitas minimum (RBC), likuiditas, kecukupan investasi, hingga pertumbuh an laba dan berbagai rasio profitabilitas yang mencermin kan kinerja keuangan yang solid.
Prestasi BRI Insurance diperkuat hasil usaha yang menawan di 2025. Perusahaan ini membukukan laba bersih Rp674,75 miliar atau tumbuh 21,15% secara tahunan, ditopang pendapatan jasa asuransi yang naik 10,78% menjadi Rp3,73 triliun. Total asetnya meningkat 16,03% menjadi Rp7,92 triliun, jauh melampaui ratarata pertumbuhan industri asuransi umum yang tercatat 7,44% sehingga kian mengukuhkan daya saing dan market resilience BRI Insurance di tengah dinamika industri. Ar
CEMERLANG kinerja Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) di 2025. Perusahaan ini membukukan laba bersih Rp1,62 triliun atau melonjak 8,69% secara tahunan, ditopang pertumbuhan pendapatan jasa asuransi 10,39% menjadi Rp8,88 triliun, sementara beban jasa asuransi naik lebih terkendali 7,09% menjadi Rp6,42 triliun.
Kondisi itu membuat hasil jasa asuransi meningkat 17,08% menjadi Rp2,03 triliun, diperkuat hasil investasi yang naik 9,25% menjadi Rp1,01 triliun. Di bawah kepemimpinan Maximiliaan Agatisianus sebagai presiden direktur, Asuransi Astra menutup 2025 dengan aset Rp20,75 triliun atau tumbuh 14,28%, jauh di atas ratarata pertumbuhan industri yang hanya 7,44%.
Performa apik itu mengantarkan Asuransi Astra sebagai peraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 95,62%. Penilaian itu didukung kekuatan pada aspek permodalan, rasio likuiditas, serta hasil investasi terhadap investasi yang menunjukkan fondasi bisnis tetap kokoh. Ar
ASURANSI Sinar Mas meraih predikat “sangat bagus”. Perusahaan ini mengantongi total skor 95,35% dengan nilai sempurna pada sejumlah aspek penilaian, antara lain permodalan, rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, dan pertumbuhan laba. Dipimpin Howen Widjaja sebagai direktur utama, capaian ini mempertegas kualitas underwriting dan pengelolaan keuangan Asuransi Sinar Mas yang konsisten.
Kinerja keuangan Asuransi Sinar Mas tampil menawan tahun lalu dengan pendapatan jasa asuransi mencapai Rp9,84 triliun atau tumbuh 14,34% secara tahunan, se men tara beban jasa asuransi naik 21,59% menjadi Rp3,90 triliun. Kondisi itu mendorong hasil jasa asuransi meme lesat 52,74% menjadi Rp887,39 miliar, tertinggi di kelom poknya, ditopang pula hasil investasi sebesar Rp922,54 miliar yang memperkuat bottom line perusahaan.
Pada akhir 2025, laba bersih Asuransi Sinar Mas tercatat Rp833,97 miliar atau naik 16,35%, sedangkan total aset meningkat 11,69% menjadi Rp11,84 triliun. Ar
KERJA keras tak mengkhianati hasil. Begitulah gambaran kinerja Asuransi Central Asia (ACA) sepanjang 2025. Di bawah kepemimpinan Juliati Boddhiya selaku direktur utama, ACA meraup laba bersih Rp465,16 miliar dengan dukungan pendapatan jasa asuransi yang naik 12,47% menjadi Rp5,39 triliun. Di saat yang sama, hasil jasa asuransi tumbuh 8,42% menjadi Rp470,23 miliar, hasil investasi mencapai Rp369,33 miliar, total aset meningkat 4,36% menjadi Rp14,39 triliun, dan tingkat RBC bertahan sangat kuat di level 410,57%, memperlihatkan fondasi bisnis yang unggul.
Capaian itu sejalan dengan hasil rating kali ini yang menempatkan ACA sebagai peraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 85,65%, sekaligus mempertahan kan raihan yang sama seperti tahun sebelumnya. ACA tampil unggul karena mencatat nilai sempurna pada aspek permodalan, rasio kecukupan investasi, dan laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan. Ar
Prestasi itu mencerminkan kualitas bisnis sekaligus konsistensi pengelolaan Tugu Insurance. Dipimpin Adi Pramana sebagai presiden direktur, Tugu Insurance mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di berbagai lini usaha. Kinerja itu makin keren karena dicapai di tengah persaingan industri asuransi yang kian kompetitif. Anak perusahaan PT Pertamina ini juga terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain kelas kakap di industri.