IGNASIUS JONAN Adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, Dan Menteri ESDM 2016-2019.
Ignasius Jonan adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, Dan Menteri ESDM 2016-2019.
AJANG The FIFA World Cup 2026 telah usai pada Juli lalu. Setelah kemenangan diraih melalui perjuangan keras, para juara pantas melakukan selebrasi. Seperti para pemain Timnas Spanyol yang berhasil menja di juara dunia, mengalahkan Timnas Argentina dalam laga puncak yang menegangkan di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat (AS).
Mereka layak menjadi pesohor. Ada Lamine Yamal, bintang muda Timnas Spanyol yang kini resmi menjadi pemain sepak bola dengan nilai pasar tertinggi. Ada juga Rodrigo Hernández, sang Kapten Timnas Spanyol, yang mengangkat trofi World Cup 2026 sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik. Atau, kiper Unai Simon yang diganjar Golden Glove setelah mencatat kan clean sheet di final.
Di balik gemuruh dan selebrasi para bintang FIFA World Cup, pasti ada kisah tentang kerja keras, kegi gih an, kesabaran, hingga kesederha naan, yang tidak terlihat orang banyak. Seperti kata penyanyi AS, Frank Ocean, “Work hard in silence, let your success be your noise.”
Contohnya Rodrigo atau biasa dipanggil Rodri, yang terbiasa hidup sederhana dan nyaris tidak berubah meskipun sudah menjadi pemain di level tertinggi Premier League dan sempat di La Liga. Dalam esai yang ditulis untuk The Players’ Tribune pada 2024, ia mengungkapkan awal nya menggunakan sepeda dan trem untuk menuju tempat latihan karena tidak mampu membayar taksi setiap hari.
Lalu, Lamine Yamal, yang lahir di Spanyol dari orang tua imigran. Ia tumbuh dalam kesulitan ekonomi di lingkungan sederhana. Setelah bakatnya ditemukan di akademi La Masia, ia memelesat menjadi bintang kelas dunia. Tapi, Yamal seperti halnya para juara lainnya yang tak pernah mengklaim bahwa kemenangannya adalah bakat. “Talent without working hard is nothing.”
Mereka adalah orangorang biasa yang menemukan kekuatan untuk gigih dan bertahan meskipun menghadapi rintangan yang sangat besar. Seperti kata aktor AS Christopher Reeve (19522004), “A hero is an ordinary individual who finds strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles.”
Dan, tentu itu bukan hanya cerita milik Lamine Yamal atau Rodri bersama Tim Matador peraih Piala Dunia 2026. Kerja keras dan kegigihan juga melekat dalam kisah hidup pesohor lain seperti kapten Argentina Lionel Messi atau sang mega bintang Cristiano Ronaldo yang bersama Timnas Portugal kalah tipis dari Spanyol di babak 16 besar.
Lionel Messi yang pada masa kecil nya didiagnosis mengalami kela in an kekurangan hormon pertumbuh an dan keluarganya kesulitan membiayai pengobatan tapi kemudian berhasil menjadi salah satu legenda sepak bola dunia. Juga kisah sang mega bintang Cristiano Ronaldo yang lahir di lingkungan sangat miskin di Pulau Madeira, Portugal, dari seorang ayah yang bekerja sebagai tukang kebun dan ibunya seorang juru masak.
Bahkan, ada pemainpemain dari tim underdog dan gagal masuk ke 16 besar, tapi mereka pantas menjadi juara. Sebab, sebelum bertandang ke ajang Piala Dunia, mereka sudah mampu menaklukkan diri sendiri. Dengan ketahanan fisik dan ketang guh an mental, mereka mampu meng atasi keterbatasan yang dimilikinya. Sehingga, meskipun timnya kalah, mereka pulang ke negaranya dengan kepala tegak. Kalimat yang pernah diucapkan Millard Fillmore (1800 1874), presiden AS ke13, pantas untuk mereka, “Kekalahan yang terhormat lebih baik daripada kemenangan yang tidak terhormat.”
Seperti Luka Modric, yang tumbuh sebagai anak pengungsi di te ngah desingan peluru dan ancaman ledakan bom dari Serbia, pada masa Perang Kemerdekaan Kroasia awal dekade 1990an. Sebagai kapten, Luka berhasil membawa Kroasia menundukkan Fore Islands dan Kolombia kemudian kalah dari Portugal di babak 32 besar.
Lalu, ada Josimar José Évora Dias atau Vozinha, kiper Timnas Cape Verde, yang perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Dia dibesarkan kakek neneknya, dan untuk memenuhi hidupnya harus bekerja sebagai sopir bus dan teknisi listrik. Vozinha berani mengejar mimpi dengan menjadi pesepak bola hingga akhirnya berhasil membawa Cape Verde tampil mengejutkan di Piala Dunia 2026. Karena penampilan heroiknya menahan imbang Spanyol dan merepotkan Argentina, pria berusia 40 tahun tersebut mendadak viral dan masuk Best 11 FIFA di Piala Dunia 2026.
Sebagai penutup, ajang Piala Dunia yang digelar setiap empat tahun memberi banyak kisah dan pelajaran dari para bintang sepak bola yang perjalanan hidupnya sangat jauh dari kata mudah. Keberanian, kedisiplinan, kegigihan, ketekunan, dedikasi, kerja keras, kejujuran, dan passion, semuanya adalah harga yang harus dibayar oleh mereka yang berambisi menggapai sukses. Mereka yang berani bermimpi dan tidak bisa tidur sebelum mimpinya tercapai. Seperti kata Cristiano Ronaldo, “Dreams are not what you see in your sleep, they are the things that don’t let you sleep.”
Mereka layak menjadi pesohor. Ada Lamine Yamal, bintang muda Timnas Spanyol yang kini resmi menjadi pemain sepak bola dengan nilai pasar tertinggi. Ada juga Rodrigo Hernández, sang Kapten Timnas Spanyol, yang mengangkat trofi World Cup 2026 sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik. Atau, kiper Unai Simon yang diganjar Golden Glove setelah mencatat kan clean sheet di final.