Sebanyak 7 perusahaan reasuransi dilibatkan dalam rating ini. Hasilnya, 3 perusahaan mendapat predikat “sangat bagus”. Maipark, dengan rapor kinerja 2025 yang sangat biru, tampil di peringkat pertama.
Sumber : Istimewa
INDUSTRI reasuransi menunjukkan performa yang makin on track sepanjang 2025. Dari tujuh perusahaan yang masuk dalam “Rating 111 Asuransi Versi Infobank 2026”, tiga perusaha an berhasil mengantongi predikat “sangat bagus”. Hasil ini menjadi sinyal bahwa fondasi bisnis reasuransi nasional makin kuat dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.
Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark) tampil sebagai jawara dengan total skor tertinggi, yakni 97,93%. Di bawah kepemimpinan Kocu Andre Hutagalung sebagai presiden direktur, Maipark sukses mempertahankan predikat “sangat bagus” yang juga diraih pada tahun sebelumnya. Konsistensi ini menunjukkan perusahaan ini mampu menjaga kualitas bisnis sekaligus memperkuat daya saing secara berkelanjutan.
Keunggulan Maipark terlihat hampir di seluruh indikator penilaian. Mulai dari rasio solvabilitas (RBC), likuiditas, kecukupan investasi, pertumbuhan laba bersih, efisiensi beban reasuransi, hingga profitabilitas, semuanya mencatat nilai maksimal. Catatan itu memperlihatkan performance yang stabil sekaligus efisien dalam mengelola risiko dan modal.
Kinerja keuangan Maipark juga makin cakep tahun lalu. Laba bersih melonjak 47,85% menjadi Rp89,54 miliar, ditopang kenaikan pendapatan jasa reasuransi 8,40% menjadi Rp421,78 miliar. Di lain sisi, total beban jasa reasuransi hanya naik 0,44% sehingga hasil jasa reasuransi bersih memelesat 60,31% menjadi Rp82,95 miliar.
Kontribusi hasil investasi yang naik 56,23% menjadi Rp59,27 miliar turut memperkuat laba perusahaan. Hingga akhir 2025, aset Maipark mencapai Rp1,07 triliun atau tumbuh 17,01%, sementara modal sendiri meningkat 16,14% menjadi Rp879,56 miliar. Dengan RBC mencapai 1.101,08%, posisi permodalan Maipark berada pada level yang sangat kuat dan menjadi modal penting untuk menjaga sustainability bisnis.
Peringkat kedua ditempati Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) dengan total skor 96,08% dan predikat “sangat bagus”. Tugure mencetak nilai sempurna di sejumlah indikator penting, seperti likuiditas, kecukupan investasi, pertumbuhan pendapatan jasa reasuransi, pertumbuhan laba, efisiensi beban reasuransi, rasio hasil jasa reasuransi bersih terhadap pendapatan jasa reasuransi, dan tingkat pengembalian modal. Hasil itu menegaskan transformasi perusahaan ini berjalan efektif.
Secara keuangan, Tugure berlari kencang di 2025. Aset meningkat 11,33% menjadi Rp6,03 triliun dan modal sendiri tumbuh 8,09% menjadi Rp1,55 triliun. Pendapatan jasa reasuransi naik 21,07% menjadi Rp3,56 triliun, sementara kenaikan beban lebih rendah, sehingga hasil jasa reasuransi bersih meroket 2.045,50% menjadi Rp192,28 miliar dan laba bersih melejit 406,34% menjadi Rp110,06 miliar. Perusahaan ini pun sukses melakukan turn around setelah pada 2024 masih membukukan rugi Rp35,93 miliar.
Posisi ketiga diraih Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) dengan total skor 83,53% dan predikat “sangat bagus”. Perusahaan yang dipimpin Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Robbi Yanuar Walid ini berhasil naik kelas dari predikat “cukup bagus” pada tahun sebelumnya. Indonesia Re mencatat nilai sempurna pada indikator pertumbuhan laba, hasil jasa reasuransi bersih, hasil investasi, dan pengembalian modal, dengan laba bersih melambung 544,35% menjadi Rp176,96 miliar. Pertumbuhannya tertinggi di antara seluruh perusahaan reasuransi.
Keberhasilan Maipark, Tugure, dan Indonesia Re menjadi bukti bahwa industri reasuransi nasional terus berkembang ke arah yang lebih sehat, kompetitif, dan profesional. Ketiganya mampu menjaga kualitas aset, memperkuat profitabilitas, serta mengelola risiko dengan disiplin sehingga layak menjadi acuan bagi pelaku industri lainnya. Rapor biru yang mereka torehkan di 2025 bukan sekadar prestasi tahunan, tapi juga fondasi kuat untuk memperbesar peran reasuransi dalam memperkokoh industri asuransi Indonesia.
Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark) tampil sebagai jawara dengan total skor tertinggi, yakni 97,93%. Di bawah kepemimpinan Kocu Andre Hutagalung sebagai presiden direktur, Maipark sukses mempertahankan predikat “sangat bagus” yang juga diraih pada tahun sebelumnya. Konsistensi ini menunjukkan perusahaan ini mampu menjaga kualitas bisnis sekaligus memperkuat daya saing secara berkelanjutan.
Keunggulan Maipark terlihat hampir di seluruh indikator penilaian. Mulai dari rasio solvabilitas (RBC), likuiditas, kecukupan investasi, pertumbuhan laba bersih, efisiensi beban reasuransi, hingga profitabilitas, semuanya mencatat nilai maksimal. Catatan itu memperlihatkan performance yang stabil sekaligus efisien dalam mengelola risiko dan modal.