Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Memimpin dengan Konsistensi Kinerja dan Fundamental Kuat

Persaingan di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp1 triliun hingga di bawah Rp2,5 triliun berlangsung ketat. Dari 11 perusahaan, 8 berhasil menyabet predikat “sangat bagus”. BCA Insurance menempati posisi teratas berkat kinerja yang konsisten dan fundamental bisnis yang kuat.

Oleh Alfi Salima Puteri
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa



PERSAINGAN di industri asuransi umum ibarat lomba maraton. Bukan semata soal siapa yang berlari paling cepat, melainkan siapa yang mampu menjaga konsistensi hingga garis akhir. Itulah yang ditunjukkan Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) di 2025.

Di tengah kompetisi yang makin ketat, BCA Insurance berhasil mempertahankan ritme pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas bisnisnya. Alhasil, anak perusahaan Bank Central Asia (BCA) ini berhasil menjadi yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp1 triliun hingga di bawah Rp2,5 triliun dalam rating ini.

BCA Insurance meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,35%. Dari 11 perusahaan di kelompok ini, hanya 8 yang berhasil memperoleh predikat serupa.

Dalam penilaian rating, BCA Insurance memborong nilai sempurna pada berbagai kriteria, mulai dari risk based capital (RBC), rasio kecukupan investasi, pertumbuhan laba, hingga berbagai rasio profitabilitas.

Pada 2025, BCA Insurance membukukan laba bersih Rp260,18 miliar atau meningkat 16,65% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp223,04 miliar. Pertumbuhan laba itu di antaranya ditopang pendapatan jasa asuransi yang mengembang 4,24% menjadi Rp1,63 triliun. Inimenandakan bahwa aktivitas bisnis BCA Insurance terus berkembang seiring dengan meningkatnya kepercayaan nasabah.

Di lain sisi, beban jasa asuransi BCA Insurance meningkat 17,15% menjadi Rp1,38 triliun. Tapi, kenaikan ini tidak menggerus kemampuannya dalam mencetak profit. Hasil jasa asuransi perusahaan ini tumbuh 2,58% menjadi Rp287,15 miliar. Capaian ini menggambarkan kualitas underwritingnya yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis.

Kekuatan BCA Insurance juga tecermin dari struktur keuangannya yang kian kokoh. Nilai investasinya meningkat 6,14% menjadi Rp2,62 triliun dengan hasil investasi Rp164,77 miliar atau tumbuh 20,85% dari Rp136,35 miliar di 2024. Sementara, modal sendiri meningkat 11,24% menjadi Rp1,56 triliun.

Rasio RBC BCA Insurance mencapai 475%, hampir empat kali lipat di atas ketentuan minimum regulator yang sebesar 120%. RBC yang tinggi ini menggambarkan kesehatan finansial, tingkat solvabilitas yang kuat, serta kemampuan modalnya yang sangat baik dalam membayar klaim nasabah.

Adapun total aset BCA Insurance naik 11,87% menjadi Rp3,45 triliun dari Rp3,09 triliun di 2024. Direktur Utama BCA Insurance, Hendro H. Wenan, mengatakan, capaian ini menjadi pijakan bagi perusahaan untuk terus melangkah dan memperkuat kontribusinya di industri asuransi. "Kami berharap dapat terus menjadi mitra perlindungan tepercaya yang memberikan rasa aman bagi nasabah serta berkontribusi lebih besar bagi kemajuan industri perasuransian Indonesia," ujarnya.

DI bawah kepemimpinan Pankaj Oberoi selaku presiden direktur, Asuransi Multi Artha Guna (Asuransi MAG) me nutup 2025 dengan total aset Rp5,75 triliun, tumbuh 11,77% secara tahunan. Angka ini melampaui ratarata per tumbuhan aset industri asuransi umum yang 7,44%.

Aktivitas bisnis Asuransi MAG terus bergerak positif. Pendapatan jasa asuransi meningkat 8,48% menjadi Rp2,79 triliun. Beban jasa asuransi naik 18,64% menjadi Rp1,72 triliun sehingga hasil jasa asuransi terkoreksi 15,24% menjadi Rp373,49 miliar. Biarpun begitu, perusahaan ini tetap berhasil menjaga kekuatan permodalannya dengan modal sendiri Rp2,17 triliun, naik 9,46%. Asuransi MAG mencetak laba bersih Rp156,49 miliar di tahun lalu.

Kinerjanya yang apik mengantarkan Asuransi MAG meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,64%. Capaian ini menjadi penegas bahwa perusahaan ini memiliki daya tahan yang kuat untuk terus bertumbuh di tengah persaingan industri yang makin kompetitif. ASP

ASURANSI Bina Dana Arta (Oona Indonesia) meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,04%. Nilai sempurna diraih perusahaan yang dipimpin Vincent C. Soegianto sebagai direktur utama ini pada sejumlah indikator penting, mulai dari permodalan, rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, hingga pertumbuhan laba.

Kinerja operasional Oona Indonesia di 2025 menun jukkan perkembangan yang menggembirakan. Pendapat an jasa asuransi tumbuh 13,09% menjadi Rp917,78 miliar. Kenaikan beban jasa asuransi relatif lebih terkendali. Efisiensi itu berdampak pada hasil jasa asuran si yang tumbuh 131,63% menjadi Rp75,99 miliar.

Kontribusi hasil investasi sebesar Rp147,70 miliar turut memperkuat kinerja perusahaan ini sehingga laba bersihnya memelesat 151,75% menjadi Rp99,85 miliar. Kendati pertumbuhan asetnya lebih moderat, Oona Indonesia berhasil menunjukkan bahwa kualitas pertumbuhan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar skala bisnis. ASP

CHUBB General Insurance Indonesia (Chubb) mampu men jaga keberlanjutan usahanya dengan sangat baik di 2025. Hal itu ditandai dengan keberhasilan perusahaan yang dipimpin Stephen B. Crouch sebagai presiden direk tur ini kembali meraih predikat “sangat bagus”. Chubb meraih total skor 89,16%.

Dalam penilaian rating, Chubb mencetak nilai sempur na pada sejumlah indikator penting, seperti RBC, rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan laba, hingga berbagai rasio profitabilitas lainnya. Deretan indi kator itu menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu menjaga kesehatan keuangan di tengah persaingan yang kian dinamis.

Kinerja keuangannya pun mengonfirmasi hasil itu. Laba bersih meningkat 15,46% menjadi Rp69,96 miliar, di dukung pendapatan jasa asuransi Rp1,33 triliun atau naik 0,91%. Sementara, total aset meningkat 14,17% men jadi Rp1,85 triliun, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari rata rata pertumbuhan industri yang tercatat 7,44%. ASP

ASURANSI Simas Insurtech adalah juara pertumbuhan laba di kelompok ini. Tahun lalu, perusahaan yang dipimpin Dharmanto Rahardjo sebagai presiden direktur ini membukukan laba bersih Rp519,82 miliar, tumbuh 671,04%, paling tinggi di kelompoknya.

Pertumbuhan laba Asuransi Simas Insurtech ditopang pendapatan jasa asuransi yang melonjak 133,95% menjadi Rp8,18 triliun, dengan hasil jasa asuransi memelesat 1.036,27% menjadi Rp436,57 miliar. Sementara, hasil investasinya tercatat Rp81,89 miliar. Di lain sisi, total aset meningkat 132,65% menjadi Rp2,97 triliun, dengan rasio RBC terjaga di level 223%.

Kinerja yang biru membuat Asuransi Simas Insurtech meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 88,91%. Perusahaan ini unggul di sejumlah aspek penilaian rating, seperti rasio likuiditas, pertumbuhan jasa asuransi, rasio laba setelah pajak terhadap rata rata modal sendiri, dan rasio laba sebelum pajak terhadap ratarata aset. ASP

 

 

 

 

Di tengah kompetisi yang makin ketat, BCA Insurance berhasil mempertahankan ritme pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas bisnisnya. Alhasil, anak perusahaan Bank Central Asia (BCA) ini berhasil menjadi yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp1 triliun hingga di bawah Rp2,5 triliun dalam rating ini.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2026

Rp 65.000

BELI