Kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun dihuni sembilan perusahaan. Sebanyak enam perusahaan berhasil menggenggam predikat “sangat bagus”. Kinerja yang tumbuh solid mengantarkan Asuransi Umum Moneeinsure sebagai yang terbaik.
Sumber : Istimewa
ASURANSI Umum Moneeinsure mengamankan posisi teratas kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Total skor 96,82% tidak hanya mengantarkan perusahaan yang sebelumnya bernama Asuransi Umum Seainsure ini meraih predikat “sangat bagus”, tapi sekaligus menjadi yang terbaik di kelasnya. Kelompok ini sendiri dihuni sembilan perusahaan asuransi umum. Di rating tahun ini, enam di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.
Pencapaian Asuransi Umum Moneeinsure ini tentu layak diapresiasi. Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi industri asuransi umum sepanjang 2025, bisnis perusahaan ini tetap tumbuh signifikan. Dipimpin Bambang Sudjatno sebagai direktur utama, perusahaan ini berhasil mengantongi laba bersih Rp239,77 miliar pada 2025. Pencapaian itu melonjak 40,95% secara tahunan dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp170,12 miliar.
Pertumbuhan laba perusahaan ini disokong bisnis yang tumbuh solid. Lihat pendapatan jasa asuransinya yang meroket 144,50%, dari Rp502,28 miliar menjadi Rp1,23 triliun. Pertumbuhan itu menjadi yang tertinggi di kelompoknya. Meski beban jasa asuransi meningkat menjadi Rp901,21 miliar, hasil jasa asuransi perusahaan ini tetap tumbuh solid, yakni 32,26% atau menjadi Rp316,06 miliar. ini mencerminkan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi. Tak hanya itu, kepercayaan masyarakat juga meningkat. Produkproduk Asuransi Umum Moneeinsure mendapat sambutan positif masyarakat.
Di lain sisi, perusahaan juga mampu mengelola investasi dengan baik. Jumlah investasinya meningkat 80,90% dari Rp475,88 miliar menjadi Rp860,86 miliar. Kenaikan investasi perusahaan ini jauh di atas ratarata industri asuransi umum yang tercatat naik 8,92%.
Pertumbuhan nilai investasi tentunya ditopang likuiditas yang juga mumpuni. Investasi yang dilakukan Asuransi Umum Moneeinsure pun berhasil menggenerate hasil investasi Rp33,35 miliar, melonjak tajam 137,28% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp14,06 miliar.
Fondasi keuangan perusahaan ini terlihat makin kokoh. Dari sisi permodalan, modal sendiri tercatat meningkat 81,51% dari Rp302,28 miliar menjadi Rp548,66 miliar. Penambahan modal ini turut berkontribusi pada terjaganya rasio pencapaian solvabilitas minimum (RBC) di level 296,41%, jauh di atas batas minimum dari regulator. Di akhir 2025, perusahaan ini tercatat memiliki total aset sebesar Rp1,01 triliun, atau meningkat 52,90% dari Rp663,44 miliar di tahun sebelumnya.
Rapor indikator-indikator keuangan yang biru itu membuat Asuransi Umum Moneeinsure mendapatkan nilai tinggi di rating versi Infobank. Perusahaan ini mendapatkan nilai sempurna di sebagian besar indikator penilaian, yakni aspek rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan jasa asuransi, pertumbuhan laba, hasil asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, laba sebelum pajak terhadap ratarata aset, dan pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri.
KEBERHASILAN AIG Insurance Indonesia menjaga performa bisnis di 2025 berbuah predikat “sangat bagus”. Perusahaan yang dikomandani Fery Hakim sebagai presi den direktur ini meraih total skor 90,74%, tertinggi kedua di kelompoknya. Pada 2025, AIG Insurance Indonesia mengantongi pendapatan jasa asuransi Rp681,03 miliar, atau meningkat 9,05% secara tahunan. Meski beban jasa asuransi naik menjadi Rp298,09 miliar, total hasil jasa asuransi perusahaan ini mencapai Rp201,85 miliar atau tumbuh 13,93%. Sedangkan, raihan labanya tercatat Rp147,04 miliar.
Perusahaan juga menunjukkan keberhasilan dari sisi investasi. Jumlah investasinya naik 34,88% menjadi Rp864,92 miliar. Sedangkan, pendapatan investasi tum buh 42,55% menjadi Rp41,59 miliar. Dari sisi permodalan, RBC terjaga kokoh di level 653,00%. Pencapaian ini juga di dukung modal sendiri yang meningkat 25,83% menjadi Rp761,49 miliar. AIG Insurance Indonesia menutup 2025 dengan total aset naik 24,00% menjadi Rp1,48 triliun. AA
YUNA Prabawangi, Direktur Utama Asuransi Raksa Pratikara dan jajarannya berhasil membawa perusahaan melewati 2025 dengan kinerja ciamik. Perusahaan ini berhasil menorehkan kenaikan laba bersih 14,99% secara tahunan menjadi Rp137,48 miliar. Kenaikan laba ini disokong bisnis yang tumbuh solid, dibarengi dengan pengelolaan kualitas underwriting yang makin baik. Operasionalnya pun makin efisien.
Di 2025, Asuransi Raksa Pratikara mengantongi pendapatan jasa asuransi Rp1,06 triliun, naik 1,11%. Di lain sisi, beban jasa asuransi naik tipis 0,43% menjadi Rp763,08 miliar. Sementara, hasil jasa asuransi mengalami lonjakan 17,16% menjadi Rp235,64 miliar. Ini merefleksikan bahwa perusahaan mampu mengelola risiko dengan baik.
Berkat kinerja apik itu, dalam rating ini, Asuransi Raksa Pratikara diganjar predikat “sangat bagus”. Perusahaan beraset Rp2,31 triliun per 2025 ini mendapatkan total skor 89,05%. AA
PERFORMA kinerja laba Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPM Insurance) naik signifikan pada 2025. Per usaha an yang dipimpin Wayan Pariama sebagai presiden direktur ini mengantongi laba bersih Rp45,22 miliar, melonjak tajam 69,65% secara tahunan. Kinerja laba yang moncer antara lain disokong hasil jasa asuransi yang naik 5,91%, dari Rp135,55 miliar menjadi Rp143,56 miliar.
Pencapaian itu juga tidak lepas dari keberhasilan MPM Insurance mengelola risiko dan menjalankan bisnis dengan lebih efisien. Lihat saja, meski pendapatan jasa asuransi hanya tumbuh 1,58% menjadi Rp927,82 miliar, hasil jasa asuransinya tetap tumbuh lebih tinggi. Itu sejalan dengan beban jasa asuransi yang berhasil ditekan hingga turun 36,58% menjadi Rp303,25 miliar.
MPM Insurance terus memperkuat fundamental permodalan. Modal sendiri naik 10,36% menjadi Rp639,44 miliar. RBC sangat sehat di level 361,00%. Perusahaan beraset Rp1,92 triliun per akhir 2025 ini mendapat kan total skor 88,76% dengan predikat “sangat bagus”. AA
RAIHAN total skor 87,50% mengantarkan Asuransi Umum Mega masuk jajaran top 5 di kelompoknya. Perusahaan yang dipimpin Tomy Ferdiansah sebagai presiden direktur ini pun berhak menyandang predikat “sangat bagus” dalam rating asuransi versi Infobank 2026.
Pada 2025, perusahaan ini mengantongi pendapatan jasa asuransi Rp1,32 triliun, dengan total hasil jasa asu ransi Rp291,91 miliar. Adapun total asetnya melonjak 25,19%, menjadi Rp1,98 triliun. Raihan laba bersih perusahaan ini di 2025 tercatat Rp165,53 miliar.
Dari sisi investasi, ada kenaikan 19,48% menjadi Rp1,03 triliun. Kenaikan itu mendorong pertumbuhan hasil investasi menjadi Rp70,82 miliar, tumbuh 14,00%. Asuransi Umum Mega juga terbilang cukup agresif memperkuat permodalan. Modal sendiri mengembang 25,76% dari Rp703,14 miliar menjadi Rp884,28 miliar. Sementara, RBC tercatat 326,00%, jauh di atas threshold minimum dari regulator, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan keuangan perusahaan ini terjaga dengan solid. AA
ASURANSI Umum Moneeinsure mengamankan posisi teratas kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Total skor 96,82% tidak hanya mengantarkan perusahaan yang sebelumnya bernama Asuransi Umum Seainsure ini meraih predikat “sangat bagus”, tapi sekaligus menjadi yang terbaik di kelasnya. Kelompok ini sendiri dihuni sembilan perusahaan asuransi umum. Di rating tahun ini, enam di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.