Dari 19 perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp250 miliar hingga di bawah Rp500 miliar, 14 perusahaan berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Menggenggam total skor tertinggi dari seluruh perusahaan asuransi umum yang dirating, Asuransi Sumit Oto mengisi barisan terdepan.
Sumber : Istimewa
PERSAINGAN di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar berlangsung cukup ketat. Dari 19 perusahaan di kelompok ini, 14 di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.
Asuransi Sumit Oto berada di peringkat teratas dengan total skor 98,77%. Tak hanya menjadi juara di kelompoknya, total skor ini juga menjadi yang tertinggi di antara seluruh perusahaan asuransi umum yang dirating. Luar biasa!
Perusahaan asuransi umum yang dipimpin Mohammad Haryadi Jayaputra sebagai presiden direktur ini membukukan kinerja yang impresif sepanjang 2025. Laba bersihnya melonjak 80,95% secara tahunan menjadi Rp104,19 miliar dari Rp57,59 miliar pada 2024. Lonjakan laba yang sangat mengesankan itu menunjukkan kemampuan perusahaan ini menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri asuransi umum.
Kinerja operasionalnya pun tumbuh positif. Pada 2025, total pendapatan jasa asuransi meningkat 18,76% menjadi Rp325,54 miliar dari Rp274,11 miliar pada 2024. Asuransi Sumit Oto juga mampu menjaga efisiensi dengan menekan total beban jasa asuransi 1,27% menjadi Rp228,61 miliar. Berkat kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian beban itu, hasil jasa asuransi perusahaan ini memelesat 127,69% menjadi Rp96,93 miliar dari Rp42,57 miliar pada 2024.
Dari sisi investasi, Asuransi Sumit Oto juga mencatat hasil yang positif. Hasil investasinya meningkat 20,30% menjadi Rp39,83 miliar, sejalan dengan pengelolaan portofolio investasi yang tetap terjaga. Sementara, total aset tumbuh 18,34% menjadi Rp745,68 miliar, mencerminkan penguatan skala usaha perusahaan di 2025.
Kondisi keuangan Asuransi Sumit Oto juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio risk based capital (RBC) mencapai 776%, jauh melampaui ketentuan minimum regulator yang sebesar 120%. Bahkan, rasio RBC itu menjadi yang tertinggi di kelompoknya.
Pada rating kali ini, Asuransi Sumit Oto unggul di 10 aspek penilaian, yakni rasio pencapaian solvabilitas minimum/RBC, rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan jasa asuransi, pertumbuhan laba, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, laba sebelum pajak terhadap ratarata aset, serta hasil investasi terhadap investasi. Di aspek-aspek itu, perusahaan yang didirikan pada Oktober 2010 ini mendapat nilai sempurna.
Rasio pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri Asuransi Sumit Oto juga mencatat nilai yang berada pada level tinggi. Dominasi di hampir seluruh indikator penilaian mencerminkan fondasi bisnis yang kuat sekaligus konsistensi Asuransi Sumit Oto dalam menjaga kinerja.
ASURANSI Artarindo (Arta Insurance) berada di posisi runner-up di kelompok ini. Berkat performa solid sepanjang 2025, Arta Insurance meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 96,58%.
Dipimpin Tommy Lau sebagai direktur utama, pertumbuhan laba bersih Arta Insurance memelesat 132,45% secara tahunan menjadi Rp36,19 miliar.
Kinerja operasional Arta Insurance juga terus menguat. Pada 2025, pendapatan jasa asuransi meningkat 17,07% menjadi Rp466,38 miliar dari Rp398,36 miliar pada 2024. Adapun total beban jasa asuransi naik 12,48% menjadi Rp413,49 miliar. Meski demikian, hasil jasa asuransi tumbuh 71,91% menjadi Rp52,89 miliar. Sementara, hasil investasi meningkat 9,99% menjadi Rp15,94 miliar. Total aset pun mengembang 15,75% menjadi Rp488,10 miliar. Sejumlah capaian ini memperlihatkan kemampuan Asuransi Artarindo menjaga pertumbuhan bisnis serta memperkuat fundamental keuangan. AUS
ASURANSI Intra Asia (Intra Asia Insurance) membukukan kinerja yang positif di 2025. Pendapatan jasa asuransi perusahaan yang dinakhodai Liana Ali sebagai direktur utama ini meningkat 36,38% secara tahunan menjadi Rp726,99 miliar. Intra Asia Insurance menutup 2025 dengan laba bersih Rp61,20 miliar. Di lain sisi, total asetnya tumbuh 32,02% menjadi Rp665,49 miliar. Peningkatan aset ini menunjukkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga.
Pada rating kali ini, Intra Asia Insurance unggul di sejumlah indikator penilaian, antara lain rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan jasa asuransi, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, laba sebelum pajak terhadap ratarata aset, dan pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri. Intra Asia Insurance pun layak mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,76%. AUS
DIPIMPIN Adolf Leoman sebagai presiden direktur, Asuransi Total Bersama (TOB Insurance) membukukan laba bersih Rp89,63 miliar pada 2025. Pendapatan jasa asuransi perusahaan ini meningkat 7,14% secara tahunan menjadi Rp694,69 miliar pada 2025. Sementara, total beban jasa asuransi naik 6,86% menjadi Rp538,77 miliar. Meski begitu, hasil jasa asuransi tercatat tumbuh 8,11% menjadi Rp155,92 miliar, mencerminkan kinerja underwriting yang tetap terjaga.
Hasil investasi TOB Insurance juga meningkat 18,42% menjadi Rp61,49 miliar. Sementara, total aset bertambah 17,61% menjadi Rp1,10 triliun. Permodalan TOB Insurance pun tampak sangat kuat. Cerminannya, RBC yang berada di level 382,66%, jauh di atas threshold 120%, dan modal sendiri yang meningkat 29,30% menjadi Rp498,96 miliar.
Kinerja keuangan yang gemilang itu membuat capaian TOB Insurance pada rating kali ini mengesankan. TOB Insurance mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,66%. AUS
ASURANSI Sahabat Artha Proteksi (Sahabat Insurance) sukses meraih predikat “sangat bagus” dengan skor 90,34%. Perusahaan yang dipimpin Leonard Berly Wennas sebagai presiden direktur ini menunjukkan kinerja cemerlang di 2025, ditopang pertumbuhan laba dan sejumlah indikator keuangan yang kuat.
Di 2025, laba bersih Sahabat Insurance tercatat tumbuh 11,16% secara tahunan menjadi Rp39,99 miliar dari Rp35,97 miliar pada 2024. Perusahaan asuransi ini membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp680,92 miliar atau tumbuh 4,70%.
Dalam penilaian rating, Sahabat Insurance unggul di sejumlah indikator, antara lain rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan laba, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba setelah pajak terhadap ratarata modal sendiri, serta pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri. AUS
Asuransi Sumit Oto berada di peringkat teratas dengan total skor 98,77%. Tak hanya menjadi juara di kelompoknya, total skor ini juga menjadi yang tertinggi di antara seluruh perusahaan asuransi umum yang dirating. Luar biasa!