Di tengah fluktuasi suku bunga, KPR syariah makin dilirik berkat skema angsuran tetap. Tapi, besarnya porsi pembiayaan konsumsi menyisakan pekerjaan rumah bagi industri perbankan syariah.
Sumber : Istimewa
PEMBIAYAAN konsumsi masih menjadi motor pertumbuhan bisnis bagi industri perbankan syariah. Segmen ini ditopang oleh berbagai produk, mulai dari pembiayaan rumah atau kredit pemilikan rumah (KPR) syariah, pembiayaan kendaraan bermotor, pembiayaan emas, hingga pembiayaan multiguna.
Per April 2026, Biro Riset Infobank (birI) mencatat total penyaluran pembiayaan bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp702,78 triliun atau tumbuh 10,84% secara tahunan. Segmen pembiayaan konsumsi mendominasi dengan pangsa 55,03% atau senilai Rp386,76 triliun. Dari jumlah itu, pembiayaan konsumsi BUS mencapai Rp308,47 triliun atau menguasai pangsa 43,89%, sedangkan UUS sebesar Rp78,29 triliun dengan pangsa 11,14%.