Generali Indonesia tampil sebagai yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi jiwa bermodal sendiri Rp1 triliun hingga di bawah Rp5 triliun. Dari 13 perusahaan di kelompok ini, 7 di antaranya berhasil mengantongi predikat “sangat bagus”.
Sumber : Istimewa
BERKAT kerja keras Rebecca Tan sebagai presiden direktur beserta seluruh jajarannya, Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) berhasil menorehkan total skor nyaris sempurna dalam rating kali ini. Perusahaan ini membukukan total skor 99,95% atau tertinggi dari seluruh perusahaan asuransi jiwa yang dirating. Capaian ini mengantarkan Generali meraih predikat “sangat bagus” sekaligus menjadi yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi jiwa bermodal sendiri Rp1 triliun hingga di bawah Rp5 triliun.
Perusahaan ini konsisten memperbaiki kualitas bisnis melalui disiplin underwriting, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan investasi yang makin optimal. Alhasil, hampir seluruh indikator keuangan Generali Indonesia menunjukkan penguatan di 2025, mencerminkan kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri asuransi jiwa.
Penguatan yang paling mencolok terlihat pada bisnis inti. Generali Indonesia membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,58 triliun, tumbuh 17,20% dari Rp2,19 triliun di 2024. Di saat yang sama, beban jasa asuransi hanya meningkat 6,30% menjadi Rp2,22 triliun. Laju pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi ketimbang kenaikan beban menjadi sinyal membaiknya kualitas underwriting perusahaan ini.
Hasil jasa asuransi Generali Indonesia pun melonjak 498,73% menjadi Rp282,25 miliar dari Rp47,14 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan bahwa Generali Indonesia tak hanya berhasil meningkatkan volume bisnis, tapi juga makin efisien dalam mengelola risiko.
Kontributor penting lainnya adalah pengelolaan investasi. Meski pendapatan investasi turun tipis 3,49% menjadi Rp305,49 miliar, Generali Indonesia mampu meningkatkan produktivitas portofolionya. Lihat saja, hasil investasinya memelesat 328,80% menjadi Rp312,12 miliar dari Rp72,79 miliar di 2024. Hal ini menunjukkan bahwa strategi investasi Generali Indonesia makin adaptif dalam memanfaatkan peluang di tengah kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi.
Kombinasi membaiknya bisnis inti dan meningkatnya hasil investasi berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Laba bersih Generali Indonesia di 2025 melonjak 225,53% menjadi Rp182,09 miliar. Lonjakan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja Generali Indonesia tak hanya berasal dari aktivitas operasional, tapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah secara menyeluruh.
Dari sisi neraca, Generali Indonesia juga berhasil memperkuat fundamental keuangannya. Total aset tumbuh 13,89% menjadi Rp6,29 triliun, didukung kenaikan modal sendiri 15,28% menjadi Rp1,99 triliun. Pertumbuhan modal yang lebih tinggi dibandingkan dengan aset mencerminkan struktur permodalan yang makin kokoh dan memberikan ruang yang lebih besar untuk memperluas bisnis secara sehat sekaligus memenuhi kewajiban jangka panjang kepada para pemegang polis.
Kekuatan finansial itu kian dipertegas oleh tingkat solvabilitas yang tetap terjaga di level sangat memadai. Hingga akhir 2025, Generali Indonesia membukukan risk based capital (RBC) 393%, lebih dari tiga kali lipat di atas ketentuan minimum 120%. Generali Indonesia juga mencatatkan rasio likuiditas 314% dengan rasio kecukupan investasi 140%, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis sekaligus menjaga kualitas aset penyangga bisnis.
ASURANSI Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) menutup 2025 dengan akselerasi kinerja yang impresif. Anak perusahaan Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) ini mencatatkan pertumbuhan bisnis yang merata, mulai dari peningkatan pendapatan, hasil operasional, hingga laba bersih yang melonjak tajam.
Di 2025, total pendapatan jasa asuransi Inhealth meningkat 8,64% menjadi Rp4,69 triliun. Hasil jasa asuransi pun melonjak lebih dari sepuluh kali lipat menjadi Rp269,47 miliar. Sementara, hasil investasi tumbuh 21,23% menjadi Rp227,97 miliar. Alhasil, laba bersih meningkat 136,60% menjadi Rp321,00 miliar.
Fundamental perusahaan yang dipimpin Marihot H. Tambunan sebagai direktur kepatuhan merangkap plt direktur utama ini juga makin kokoh. Total asetnya tercatat Rp3,62 triliun. Sementara, modal sendiri tumbuh 27,07% menjadi Rp1,42 triliun, dengan RBC 390%, jauh melampaui ketentuan minimum regulator. Sejumlah capaian itu mengantarkan Inhealth sebagai peraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 95,66%. ASP
SETELAH sempat mencatat rugi pada tahun sebelumnya, Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan pertumbuhan laba yang signifikan di 2025. Kinerja itu mengantarkan Astra Life meraih total skor 95,62% dan menyabet predikat “sangat bagus”.
Sejumlah indikator keuangan Astra Life membaik. Pendapatan jasa asuransi tumbuh 6,81% menjadi Rp1,46 triliun, sementara hasil jasa asuransi melonjak menjadi Rp160,39 miliar dari rugi Rp34,82 miliar. Hasil investasi Astra Life pun meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi Rp399,43 miliar. Alhasil, laba bersih berbalik dari rugi Rp65,40 miliar menjadi laba Rp125,88 miliar.
Modal sendiri Astra Life juga meningkat 11,14%. Hal itu membuat RBC Astra Life mencapai 382%, jauh di atas ketentuan minimum 120%. Tingkat solvabilitas yang kuat menjadi fondasi bagi perusahaan yang dipimpin Nico Tahir sebagai presiden direktur ini untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus memperkuat perlindungan bagi para pemegang polis. ASP
BAK nakhoda yang mampu menjaga kapal tetap melaju di tengah gelombang persaingan industri, Handojo G. Kusuma, Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), beserta jajarannya sukses membawa perusahaan ini membukukan pertumbuhan yang solid di 2025. Alhasil, pada rating ini
AXA Mandiri meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,94%. AXA Mandiri tampil menawan di tahun lalu. Permodalannya sangat kuat dengan RBC 611%. Tingkat solvabilitas ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memenuhi komitmennya kepada para nasabah.
Secara operasional, pendapatan jasa asuransi AXA Mandiri meningkat 5,70% menjadi Rp4,22 triliun. Hasil investasi pun tumbuh menjadi Rp741,49 miliar, dengan laba bersih naik 12,20% menjadi Rp1,23 triliun. Di lain sisi, total aset mengembang menjadi Rp43,43 triliun dengan modal sendiri Rp3,61 triliun. ASP
ASURANSI Jiwa Central Asia Raya (CAR Life) mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid di 2025. Perusahaan asuransi jiwa yang dipimpin Freddy Thamrin sebagai direktur utama dan direktur kepatuhan ini membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,26 triliun atau tumbuh 15,09%. Total aset dan modal sendirinya pun naik masing-masing menjadi Rp11,65 triliun dan Rp3,57 triliun.
Meski laba bersih CAR Life terkoreksi menjadi Rp147,19 miliar dari Rp310,47 miliar di 2024, perusahaan ini tetap mampu menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika in dustri asuransi jiwa. Di sisi permodalan, CAR Life tetap me nun jukkan kondisi keuangan yang sehat dengan RBC 293%.
Kinerja yang ciamik mengantarkan CAR Life meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,41%. CAR Life mendapat nilai sempurna di beberapa aspek penilai an, seperti rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, dan rasio hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi. ASP
Perusahaan ini konsisten memperbaiki kualitas bisnis melalui disiplin underwriting, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan investasi yang makin optimal. Alhasil, hampir seluruh indikator keuangan Generali Indonesia menunjukkan penguatan di 2025, mencerminkan kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri asuransi jiwa.