Dari enam asuransi umum syariah yang masuk ke dalam rating tahun ini, hanya dua yang mampu menyabet predikat “sangat bagus”. Zurich General Takaful Indonesia mengisi posisi puncak.
Sumber : Istimewa
11. Zurich General Takaful Indonesia
Kinerja Cemerlang, Raih Prestasi Gemilang
APRESIASI tertinggi patut diberikan kepada jajaran manajemen dan tim Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) atas keberhasilan dalam mempertahankan konsistensi kinerja dari waktu ke waktu. Pada rating tahun ini, Zurich Syariah berhasil mendapat total skor 94,13%, lebih dari cukup untuk membawa perusahaan ini kembali memperoleh predikat “sangat bagus”.
Hasil itu didapat usai perusahaan yang dipimpin Presiden Direktur Hilman Simanjuntak ini menorehkan 10 nilai sempurna dari total 12 aspek penilaian rating. Salah satu yang menonjol adalah rasio solvabilitas perusahaan yang kokoh. Rasio tingkat solvabilitas dana tabarru dan dana tanahud sebesar 739,00%, sementara rasio tingkat solvabilitas dana perusahaan di posisi 9.570,00%. Di lain sisi, rasio likuiditas mencapai 179,00%.
Kinerja Zurich Syariah pada 2025 memang cemerlang. Aset tumbuh 17,15% secara year on year (yoy) menjadi Rp2,02 triliun. Investasi berada di posisi Rp1,58 triliun, meningkat 16,85% dari posisi Rp1,35 triliun di tahun 2024, menunjukkan kepiawaian dalam membaca dinamika dan gejolak pasar untuk berinvestasi. Perusahaan ini juga konsisten memperkuat permodalan, terlihat dari modal sendiri yang tumbuh 24,72% menjadi Rp481,25 miliar.
Pendapatan kontribusi bruto Zurich Syariah mencapai Rp647,78 miliar, naik 16,81% dari Rp554,54 miliar. Semua komponen itu pada akhirnya berdampak positif terhadap perolehan laba bersih perusahaan, yang berada di posisi Rp62,58 miliar atau naik 42,66% dari periode sebelumnya.
Ini merupakan suatu pencapaian yang patut dibanggakan. Di tengah tekanan yang dialami sektor asuransi umum syariah, perusahaan ini mampu menjalankan strategi yang tepat dan juga melakukan mitigasi risiko yang terukur. Perusahaan asuransi ini juga mampu mempertahankan momentum kinerja serta menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah kondisi penuh ketidakpastian.
2. Asuransi Takaful Umum
ASURANSI Takaful Umum mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025. Ihrom Bayu Aji, Direktur Utama Asuransi Takaful Umum, beserta jajaran manajemen dan tim mampu membawa perusahaan melewati masa-masa yang penuh dengan tantangan di tahun lalu.
Aset Asuransi Takaful Umum tercatat Rp435,27 miliar di 2025, naik 19,20% dari Rp365,15 miliar di 2024. Perusahaan ini juga sukses mengimplementasikan strategi investasi dengan baik, terlihat dari pertumbuhan investasi 33,02%, dari Rp271,59 miliar pada 2024 menjadi Rp361,27 miliar di 2025. Permodalan perusahaan terbilang solid, tecermin dari modal sendiri yang tumbuh 4,53% menjadi Rp106,18 miliar. Selain itu, kontribusi bruto Asuransi Takaful Umum yang mencapai Rp166,63 miliar berdampak terhadap perolehan laba bersih perusahaan yang menjadi Rp2,39 miliar.
Di periode yang sama, Asuransi Takaful Umum juga mencatatkan rasio-rasio yang sehat. Rasio tingkat solvabilitas dana tabarru dan dana tanahud berada di posisi 120,00%, sementara rasio tingkat solvabilitas dana perusahaan di posisi 3.690,00%. Perubahan dana juga berada di angka 18%, dan persentase perimbangan investasi dengan liabilitas menyentuh 129,00%.
Berkat kinerjanya itu, Asuransi Takaful Umum layak menyandang predikat “sangat bagus” dengan total skor 83,54%. Kesuksesan ini memperlihatkan visi misi Asuransi Takaful Umum untuk menjadi salah satu top of mind di industri bukan sekadar "omon-omon" belaka. Apa yang dicapai perusahaan menjadi bukti dari konsistensinya selama puluhan tahun berdiri, melewati pasang-surut industri asuransi umum syariah. MAS
APRESIASI tertinggi patut diberikan kepada jajaran manajemen dan tim Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) atas keberhasilan dalam mempertahankan konsistensi kinerja dari waktu ke waktu. Pada rating tahun ini, Zurich Syariah berhasil mendapat total skor 94,13%, lebih dari cukup untuk membawa perusahaan ini kembali memperoleh predikat “sangat bagus”.
Hasil itu didapat usai perusahaan yang dipimpin Presiden Direktur Hilman Simanjuntak ini menorehkan 10 nilai sempurna dari total 12 aspek penilaian rating. Salah satu yang menonjol adalah rasio solvabilitas perusahaan yang kokoh. Rasio tingkat solvabilitas dana tabarru dan dana tanahud sebesar 739,00%, sementara rasio tingkat solvabilitas dana perusahaan di posisi 9.570,00%. Di lain sisi, rasio likuiditas mencapai 179,00%.