Jamkrindo Syariah tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin industri penjaminan syariah di ndonesia. Dengan berbagai inovasi, seperti peluncuran program Line Guarantee dan Plafond Guarantee, serta fokus pada penguatan transformasi di sektor human capital, Jamkrindo Syariah berambisi meningkatkan portofolio bisnis non-cash loan dan mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan.
Hari Purnomo, Direktur Utama Jamkrindo Syariah
PT Penjaminan Jamkrindo Syariah ( Jamkrindo Syariah) terus mengukuhkan diri sebagai salah satu pemimpin di industri penjaminan syariah di Indonesia. Dalam upaya memperluas jangkauan bisnis dan menjawab tantangan industri, perusahaan meluncurkan dua program unggulan, yaitu Line Guarantee dan Plafond Guarantee. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan portofolio non-cash loan. Direktur Utama Jamkrindo Syariah, Hari Purnomo, menyatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh yang dilakukan perusahaan, mencakup aspek digitalisasi, penguatan budaya kerja, dan rejuvenasi produk.
“Kami yakin dalam transformasi aspek rejuvenasi produk melalui program Line Guarantee dan Plafond Guarantee akan menjadi game changer dalam industri penjaminan, terutama di segmen non-cash loan,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa potensi industri penjaminan di Indonesia sangat besar, terutama pada dua kanal utama, cash loan dan non-cash loan. Cash loan melibatkan penjaminan atas fasilitas pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang bertujuan mendorong sektor ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan.
“Potensi cash loan sangat besar karena industri perbankan terus menyalurkan kredit dengan mitigasi risiko melalui penjaminan. Sedangkan non-cash loan, seperti proyek pembangunan infrastruktur yang melibatkan Jaminan Penawaran, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Pemeliharaan, juga memiliki ruang pertumbuhan signifikan,” jelas Hari.
Lebih jauh, Line Guarantee merupakan inovasi yang memungkinkan pengajuan penjaminan sekaligus untuk beberapa kebutuhan proyek, mulai dari Jaminan Penawaran hingga Jaminan Pemeliharaan.
“Jika biasanya kontraktor harus mengajukan jaminan secara terpisah, Line Guarantee menyederhanakan prosesnya. Saat kontraktor menang tender, semua paket penjaminan langsung bisa diputuskan satu kali,” papar Hari.
Sementara, Plafond Guarantee dirancang untuk memenuhi kebutuhan penjaminan kontraktor selama satu tahun ke depan. Dengan program ini, Jamkrindo Syariah dapat memberikan Plafond penjaminan yang fleksibel berdasarkan estimasi kebutuhan proyek. “Misalnya, kontraktor mengajukan plafond Rp60 miliar untuk berbagai proyek sepanjang 2025. Jika kontraktor ingin mengerjakan proyek, cukup melapor ke kami tanpa perlu proses ulang dari awal,” tambahnya.
Penguatan melalui transformasi yang dilakukan Jamkrindo Syariah tidak hanya terbatas itu, tetapi juga mencakup penguatan digitalisasi dan budaya kerja.
“Digitalisasi adalah kunci efisiensi, baik untuk internal maupun customer. Kami mengembangkan sistem otomatisasi, sehingga proses penjaminan yang sebelumnya memakan waktu dua minggu kini dapat selesai dalam satu hari,” jelasnya.
Salah satu proyek digital yang tengah dikembangkan adalah integrasi penuh antara Prinsipal, Penjamin, dan Obligee melalui platform MySurety, yang rencananya akan diluncurkan pada Januari 2025.
”Mindset individu harus mulai ada eliminasi terhadap kerjaan yang tidak efisien. Kami ingin proses penjaminan bisa otomatisasi, sehingga SLA yang dulu butuh 2 minggu bisa selesai dalam 1 hari,” ujarnya.
Di sisi human capital, Jamkrindo Syariah fokus pada pengembangan SDM berbasis kompetensi dan optimisme. Jamkrindo Syariah ingin menciptakan insaninsan profesional yang mampu memberikan solusi dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Transformasi budaya kerja oleh Jamkrindo Syariah berbasis pada akronim PEOPLE: Performance, Empowering, Optimism, Professionalism, Look Around, dan Engagement.
Sementara, di sisi kinerja, sampai dengan September 2024, Jamkrindo Syariah mampu menunjukkan kinerja yang solid dengan peningkatan laba dan kesehatan keuangan yang baik. Jamkrindo Syariah berhasil mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp71,81 miliar atau meningkat 24,94% secara tahunan. pendapatan investasi juga menunjukkan pertumbuhan, naik 7,04% menjadi Rp68,58 miliar.
”Sebagai wujud komitmen pada Governance Risk and Compliance (GRC), perusahaan terus berupaya mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten demi memberikan penjaminan yang berkualitas sehingga selalu mendapatkan kepercayaan dari stakeholders,” tegas Hari
Dari segi rasio keuangan, likuiditas Jamkrindo Syariah meningkat dari 218% menjadi 318%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Gearing ratio juga menunjukkan tetap stabil di angka 17,92. Return of Equity (ROE) perusahaan meningkat dari 6,32% menjadi 7,82%, dan rasio klaim menurun dari 58% menjadi 55%, menunjukkan pengelolaan risiko yang lebih baik.
Kemudian, meski sebagian besar pendapatan Jamkrindo Syariah masih berasal dari cash loan, perusahaan berkomitmen untuk memperbesar portofolio non-cash loan. Per September 2024, volume penjaminan Jamkrindo Syariah mencapai Rp19,34 triliun, dengan kontribusi non-cash loan sebesar Rp3,5 triliun atau sekitar 18%. Tahun depan, perusahaan menargetkan peningkatan signifikan pada segmen ini hingga Rp16 triliun.
“Transformasi ini mengubah paradigma bisnis kami dari follow the fortune company menjadi direct business. Dengan strategi ini, kami optimis dapat meningkatkan kontribusi non-cash loan secara signifikan,” tegas Hari.
Jamkrindo Syariah saat ini menguasai sekitar 40% pangsa aset industri penjaminan syariah di Indonesia, dengan ekuitas mencapai 48% dari total industri. Posisi ini didukung oleh komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan mendukung pengembangan ekonomi syariah.
“Penjaminan syariah masih memiliki peluang besar, terutama karena literasi dan inklusi keuangan syariah terus berkembang. Dengan equity sebesar Rp1,25 triliun, kami mampu memberikan jaminan maksimal hingga Rp125 miliar per prinsipal, menjadikan kami salah satu pemain utama di sektor ini,” tegas Hari.
Hari mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan bisnis Jamkrindo Syariah di tahun 2025. Tranformasi dan penguatan fundamental menjadi dasar dari terciptanya keyakinan positif itu. “Kami tidak hanya siap menghadapi tantangan saat ini, tetapi juga perubahan di masa depan. Transformasi yang kami lakukan, baik dari sisi SOP, SDM, maupun digitalisasi, dirancang untuk adaptif terhadap dinamika industri,” pungkasnya.
Dengan fokus pada inovasi produk, transformasi digital, dan penguatan human capital, Jamkrindo Syariah bertekad untuk terus menjadi pelopor dalam industri penjaminan syariah di Indonesia