Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Kunci Hadapi Tantangan & Perubahan Pasar

Bumida optimistis mampu melalui berbagai tantangan dengan inovasi produk dan layanan. Strategi bisnis yang tepat dipercaya dapat menjaga keberlanjutan usaha di masa depan.

Oleh Ayu Utami Saraswati
Ahmad Fauzi Nasution, Direktur Pemasaran Bumida

Ahmad Fauzi Nasution, Direktur Pemasaran Bumida

ASURANSI Umum Bumida 1967 (Bumida) berhasil menjalankan bisnisnya dengan sangat baik di 2024. Hal ini tak lepas dari strategi penjualan dan pemasaran yang diterapkannya. Kepada Infobank, medio Desember 2024, Ahmad Fauzi Nasution, Direktur Pemasaran Bumida, mengungkapkan, Bumida telah menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Seperti apa? Berikut penjelasan Ahmad Fauzi Nasution kepada Infobank. Petikannya:

Saat ini terjadi fenomena penurunan jumlah kelas menengah dan daya beli masyarakat. Bagaimana Bumida memanfaatkan peluang di tengah kondisi yang menantang ini?

Penurunan daya beli masyarakat merupakan tantangan serius bagi berbagai sektor bisnis. Dalam situasi ini, bisnis harus bersikap adaptif dan kreatif agar tetap bertahan dan berkembang. Strategi yang diterapkan oleh Bumida dalam menghadapi penurunan daya beli masyarakat, antara lain inovasi produk dan layanan untuk tetap relevan di pasar yang kompetitif sehingga kami perlu menawarkan produk yang tidak hanya berkualitas, tapi juga memiliki nilai tambah yang berbeda dari pesaing.

Kemudian, mengoptimalkan efisiensi operasional. Bisnis bisa mengevaluasi dan mengurangi biaya overhead, dan memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi proses proses yang memakan waktu dan sumber daya. Selanjutnya, melakukan segmentasi pasar yang lebih tepat. Karena itu, memahami perilaku konsumen adalah hal yang krusial, terutama saat daya beli menurun.

Kami juga melakukan diversifikasi produk atau layanan untuk mengurangi risiko dan memperluas peluang pendapatan. Terakhir, kami terus meningkatkan layanan untuk pelanggan. Ketika daya beli menurun, penting bagi perusahaan untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Seperti apa kinerja Bumida berdasarkan data terkini?

Per 30 November 2024, kinerja Bumida mengalami pertumbuhan. Indikatornya berupa produksi premi yang tumbuh 10,27%, hasil underwriting tumbuh 11,87%, dan laba kotor (gross profit) tumbuh 27,33% dari capaian November 2023.

Apa rencana ke depan, terkait dengan pengembangan produk dan layanan?

Kami akan mengajukan 10 produk tambahan yang akan dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025, yaitu Asuransi Travel, Asuransi Liability (Pohon Tumbang), Asuransi Liability (Rumah Sakit), Asuransi Event Organizer (EO), Asuransi Layanan Pelanggan (PDAM dll), Asuransi PAR, Asuransi TSFWD, Asuransi Gempa, Asuransi Heavy Equipment, Asuransi AKDHK, dan Asuransi Limbah.

Bagaimana strategi pemasaran Bumida untuk lebih mendorong kinerja di 2025?

Rencana dan langkah langkah strategis yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam satu tahun ke depan, antara lain pencapaian target kinerja perusahaan berbasis PSAK 117 “Kontrak Asuransi”, peningkatan kapasitas reasuransi untuk mempercepat akseptasi bisnis dengan tetap memperhatikan prudent underwriting, claim handling improvement untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan meningkatkan kecepatan recovery reasuransi. Lalu, optimalisasi instrumen investasi perusahaan untuk memberikan hasil investasi yang lebih baik dengan memperhatikan PSAK 109 “Instrumen Keuangan”, serta melakukan pengembangan SDM yang tepat guna secara kuantitas dan kualitas.

Terkait dengan digitalisasi, pertama, kami akan melakukan optimalisasi serta pengembangan aplikasi BIMA dan Web Bumida untuk meningkatkan branding produk Bumida. Kedua, Gerakan ODOT (One Day One Touch) untuk meningkatkan traffic branding Bumida. Ketiga, mengumpulkan database calon nasabah melalui aktivitas Web Bumida. Keempat, melakukan content digital marketing atau pemasaran melalui media sosial termasuk kolaborasi dengan influencer. Kelima, penyempurnaan aplikasi E-JSHK dan terakhir membuat marketing tools berupa video animasi.

Saat ini terjadi fenomena penurunan jumlah kelas menengah dan daya beli masyarakat. Bagaimana Bumida memanfaatkan peluang di tengah kondisi yang menantang ini?

Penurunan daya beli masyarakat merupakan tantangan serius bagi berbagai sektor bisnis. Dalam situasi ini, bisnis harus bersikap adaptif dan kreatif agar tetap bertahan dan berkembang. Strategi yang diterapkan oleh Bumida dalam menghadapi penurunan daya beli masyarakat, antara lain inovasi produk dan layanan untuk tetap relevan di pasar yang kompetitif sehingga kami perlu menawarkan produk yang tidak hanya berkualitas, tapi juga memiliki nilai tambah yang berbeda dari pesaing.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Januari 2025

Rp 65.000

BELI