SMBC Indonesia menjadi yang terdepan di kategori bank dengan layanan digital. Skor yang meningkat signifikan membuktikan bahwa bank ini banyak melakukan improvement terkait dengan layanan kepada nasabah. Bank Jago dan BNC tak kalah hebat.
Sumber : Infobank
Dalam kategori bank dengan layanan digital, SMBC Indonesia, yang mengembangkan aplikasi perbankan digital Jenius, berhasil menduduki peringkat pertama dalam survei “Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) 2025”. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan SMBC Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank BTPN, dalam menjaga kepuasan dan loyalitas nasabahnya.
Jenius mencatatkan total skor 66,94%, melonjak dari 55,65% pada survei SLE 2024 dan peringkat ketiga sebelumnya. Skor ini tidak hanya melampaui rata-rata indeks SLE bank digital yang berada di angka 60,44%, tapi juga mengungguli rata-rata industri perbankan secara keseluruhan yang tercatat 64,90%. Capaian ini membuktikan bahwa inovasi yang dilakukan SMBC Indonesia berhasil memberikan pengalaman layanan yang lebih baik kepada nasabah.
Dalam survei ini, ada sepuluh aspek penilaian untuk kategori bank dengan layanan digital. SMBC Indonesia mencatat skor tertinggi pada empat aspek, yaitu loyalty (70,09%), engagement (74,60%), marketing engagement (66,62%), dan net promoter score (46,67%). Meski telah berubah nama dari BTPN menjadi SMBC Indonesia, misi bank yang berbasis di Jepang ini tetap konsisten dalam memperkuat inovasi. Di bawah kepemimpinan Henoch Munandar sebagai direktur utama, SMBC Indonesia terus mendorong transformasi aplikasi Jenius agar makin relevan dan bermakna bagi masyarakat digital-savvy.
Di posisi kedua ada Bank Jago yang berhasil mengukir total skor 58,33%. Bank ini mencatatkan skor tertinggi pada aspek satisfaction (78,38%), customer centricity (75,63%), customer resilience level (60,28%), dan satisfaction mobile banking sebesar 82,83%. Bank yang dinakhodai Arief Harris Tandjung sebagai direktur utama ini terus menunjukkan kinerja yang kuat dalam memenuhi kebutuhan nasabah di era digital.
Melengkapi posisi tiga besar, ada Bank Neo Commerce (BNC) yang mencatatkan total skor 55,83%. Di bawah arahan Eri Budiono sebagai direktur utama, BNC unggul di aspek brand interactivity index (74,38%) dan proses layanan (77,50%). Selain itu, BNC berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi untung. Hingga kuartal ketiga 2024, BNC mencatat laba bersih Rp4,06 miliar, meningkat signifikan dari kerugian Rp566,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas layanan yang turut mendorong kinerja keuangan bank.
Persaingan di kategori bank digital kian menunjukkan pentingnya inovasi dan kualitas layanan untuk menarik dan mempertahankan loyalitas nasabah. SMBC Indonesia, Bank Jago, dan BNC menjadi bukti nyata keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut
Jenius mencatatkan total skor 66,94%, melonjak dari 55,65% pada survei SLE 2024 dan peringkat ketiga sebelumnya. Skor ini tidak hanya melampaui rata-rata indeks SLE bank digital yang berada di angka 60,44%, tapi juga mengungguli rata-rata industri perbankan secara keseluruhan yang tercatat 64,90%. Capaian ini membuktikan bahwa inovasi yang dilakukan SMBC Indonesia berhasil memberikan pengalaman layanan yang lebih baik kepada nasabah.