Infobank Edisi Januari 1991
Infobank Edisi Januari 1991
Sejumlah bank mulai kelibet likuiditas. Masyarakat makin perlu hati-hati dalam memilih bank. Mengapa bank hanya menggenjot kekayaan?
Sejumlah bank mulai kelibet likuiditas. Masyarakat makin perlu hati-hati dalam memilih bank. Mengapa bank hanya menggenjot kekayaan?
Mencari Bank Idola itu susah, tapi mencari nasabah ideal lebih rumit lagi. Nah, strategi apa yang harus dipakai untuk mengawinkan keduanya?
Meski suku bunga tinggi, toh kredit lewat bank sulit didapat. Bukan impian jika ada kredit tanpa bunga.
Bisnis bank memasuki tahun menentukan. Suku bunga tetap membandel. Padahal bankir kekenyangan likuiditas. Bankir sibuk berbenah diri akibat kredit macet. Janji besar Mooy, rupiah longgar tak terjadi di pasar perbankan.
Bank dihadang kredit macet. Hampir semua bankir berpikir agar tak tergelincir. Masa suram perbankan nasional.
Fungsi Bank Sentral makin tenggelam oleh Gebrakan Menkeu. Kendali moneter "diambil alih" Menteri Keuangan. Mengapa Bank Sentral dimandulkan.
Dana murah asal Kredit Likuiditas Bank Indonesia belakangan jadi rebutan. Peran KLBI selama 22 tahun sudah ikut membantu eknomi kecil, malah terdengar cerita sumbang di sana-sini
Bank negara memang yang membesarkan konglomerat. Mengapa harus menjadi persero yang memburu keuntungan semata?
Seribu satu macam persoalan yang dihadapi koperasi. Satu di antaranya adalah kering-kerontangnya permodalan. Apa yang harus dilakukan?
Pertumbuhan Lippobank jauh lebih gesit ketimbang BCA. Adu balap antara BCA dan Lippobank kian seru. Kenapa Mochtar Riady sudah siap-siap hengkang dari BCA. Ada "perang dingin" antara Mochtar Riady dan Om Liem?
Jajaran konglomerat Indonesia telah berjaya berkat utang. Kini giliran 120 ribuan pengusaha kecil naik panggung dengan lakon pakjan. Bakal happy ending-kah?
Belum lama ini Kwik Kian Gie membeberkan "mimpi"nya menjadi konglomerat. Dengan licik dan licin, sang konglomerat menjadi milyuner dan dikagumi masyarakat sebagai pengusaha sukses. Kini dunia perbankan, terutama bank-bank baru, juga tengah mengimpikan masa depannya yang aduhai di tengah persaingan yang kian tajam dan terkadang terkesan tak sehat. Mampukah mereka merealisir "mimpi" tersebut?