Infobank Edisi Oktober 1989
Infobank Edisi Oktober 1989
Setelah deregulasi, perusahaan-perusahaan keuangan saling berpacu. Tetapi yang paling dominan, masih tetap perbankan. Bagaimana peta mutakhir bisnis keuangan?
Setelah deregulasi, perusahaan-perusahaan keuangan saling berpacu. Tetapi yang paling dominan, masih tetap perbankan. Bagaimana peta mutakhir bisnis keuangan?
Brigjen Pol. Drs.Koesparmono lrsan. Direktur Reserse Polri mengeluarkan perintah, jika ada bukti sebuah perusahaan melakukan praktek bank gelap, mereka langsung ditindak. Cukup banyak kendala yang dihadapi kepolisian di lapangan, terutama masalah "tembok" rahasia bank. Polisi ingin cepat mendapatkan bukti tersangka, tapi dihadang rahasia bank yang menurut undang-undang data nasabah baru bisa diketahui pihak luar kalau sudah mendapat izin dari Menteri Keuangan. Lantas bagaimana?
Ada yang optimis dan ada pula yang pesimis tentang kemungkinan keberhasilannya Bursa Efek Surabaya. Memang di seluruh dunia bursa semacam ini sudah sejak lama dimiliki dan dikelola pihak swasta . Akan tetapi kenyataannya, Bapepam yang mendapat anggaran saja masih kewalahan mengelola bursa, apalagi pihak swasta. Lantas bagaimana dengan investasi yang mencapai Rp 2 miliar itu. Bakal rugi?
Pasar uang kembali digairahkan. Dua lembaga baru: Broker dan Market Maker pun diperkenalkan. Siapa yang diuntungkan?
Arena persaingan, lebih tepatnya sekarang arena pertempuran antar bank, sebenarnya masih lapang. Tetapi bank lebih senang desak-desakan. Maka, pertempuran pun jadi awur-awuran. Sejauhmana kesadaran para bankir akan etika perbankan?
Dunia perbankan dituding sebagai lembaga keuangan yang terlalu berorientasi pada soal jaminan dalam pemutusan kredit, sehingga banyak pengusaha yang punya usaha layak, tapi karena tak punya agunan gagal memperoleh kredit dari bank. Kalau begitu apa bedanya bank dengan rumah gadai ? Direktur BI, Hendrobudiyanto menegaskan, bahwa untuk kredit program tak perlu jaminan tambahan.
Ekspansi pasar modal internasional telah dipercepat dengan adanya deregulasi pasar modal domestik, dan liberalisasi kontrol devisa secara global.
Sumberdaya Manusia akhirnya diakui sebagai masalah paling utama oleh dunia perbankan dewasa ini. Sebuah dilema di saat bank-bank "harus" melakukan ekspansi pasar. Bagaimanakah jalan keluar?
Subsidi KE di berbagai negara berbeda-beda. Dan perbedaan paling prinsipal, ditentukan oleh jenis komoditinya. Negara pengekspor barang modal lebih mengutamakan pembiayaan paska ekspor. Sedang yang mengekspor barang primer, lebih memprioritaskan pembiayaan pra ekspornya.
Menteri Perindustrian Ir. Hartanto. S. dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Infobank menguraikan panjang lebar tentang arah kebijaksanaan Departemen Perindustrian dalam pembinaan dan pengembangan berbagai sektor industri sampai Repelita V dan juga bercerita tentang hasil pembangunan industri pada pelita IV.
Kini untuk menangguk dana, banyak yang melirik pasar dana dalam negeri ketimbang menambah utang ke luar negeri. Soalnya tak terjerat fluktuasi kurs, dan bunganya tak banyak berbeda. Mungkinkah menerbitkan obligasi di atas 10 tahun, seperti di negara maju?
Bisnis kartu kredit kian bergairah, hal ini terlihat tidak saja dari indikasi kian banyaknya jenis kartu kredit tapi jumlah masyarakat yang menggunakannya juga kian membengkak. Konon bisnis ini lebih menguntungkan ketimbang kredit perbankan. Bisnis kartu bergengsi ini ternyata tak mudah dan punya resiko tinggi.