Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Urutkan :
Infobank Edisi Desember 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Desember 1997

Kematian 16 Bank telah meninggalkan luka bagi bank swasta. Sejumlah nasabah bank swasta gelisah akan keamanan uangnya. Bisakah bank swasta dipercaya? Cukup amankah menaruh uang di bank swasta? Itulah pertanyaan mendasar yang muncul dari para nasabah setelah pembredelan 16 bank. Apalagi bank skenario yang beredar di masyarakat -- lewat selebaran gelap -- tentang isu sejumlah bank swasta yang akan dicabut hak hidupnya.

Infobank Edisi Januari 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Januari 1997

Bank Indonesia (BI), selaku pembina dan pengawas bank-bank, nyatanya sampai saat ini masih memiliki 6 bank. Mengapa justru sebagian besar kinerja bank-bank milik BI itu buruk? Boleh jadi, tugas-tugas moneter sebuah bank sentral jauh lebih berhasil dibanding dengan BI selaku wasit bank-bank. Apa mau BI?

Infobank Edisi Agustus 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Agustus 1997

Bank Indonesia menyetop kredit untuk spekulasi tanah. Benarkah ini cara baru untuk menggembosi konglomerat yang ramai-ramai memborong tanah? Bagaimana bank-bank yang sudah telanjur memberikan kredit kepada pengembang?

Infobank Edisi Juli 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Juli 1997

Isu merger antarbank pemerintah mengingatkan kembali tentang loyonya bank pelat merah. Benarkah cara merger cukup mujarab dan akan membukakan mata hati para pejabat yang suka mengganggu bank kelompok ini?

Infobank Edisi Mei 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Mei 1997

Di tengah isu kolusi di tubuh Bank Indonesia dan sakitnya sejumlah bank, diam-diam Bank Central Asia (BCA) menjadi bank paling besar di Indonesia. Bank milik Liem Sioe Liong ini sekaligus menekuk tiga bank pemerintah, yaitu BDN, BRI, dan Bank BNI. Mengapa bank-bank pemerintah tak lagi mampu berada di puncak tangga perbankan Indonesia? Padahal, untuk membendung serbuan bank-bank asing, Indonesia membutuhkan sejumlah bank besar?

Infobank Edisi Juni 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Juni 1997

Hasil usaha bank selama setahun lalu ternyata babak belur. Apakah ini disebabkan oleh sejumlah aturan pengetatan dari Bank Indonesia (BI) yang melilit bank-bank? Bagaimana mereka bisa lolos dari tekanan berbagai kebijakan BI? Mengapa bank-bank besar yang tumbuh sangat ambisius masih kalah kualitasnya ketimbang bank-bank yang lebih kecil?

Infobank Edisi Februari 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi Februari 1997

Kini Bank Indonesia tak segan-segan mencabut izin bank yang sakit. Benarkah otoritas moneter punya nyali untuk melikuidasi bank bermasalah yang jumlahnya makin banyak? ataukah memang ketentuan likuidasi itu hanyalah gertak sambal agar bank bermasalah cepat berbenah?

Infobank Edisi April 1997
Rp 60.000

Infobank Edisi April 1997

Bank Pacifik dan Bank Uppindo terpaksa rela menjadi bank yang dijajakan kepada investor baru. Bagaimana babak akhir kedua bank milik Bank Indonesia ini? Bagaimana kans Bob Hasan dan Aburizal Bakrie? Bagaimana jalan keluarnya: dimerger atau dilikuidasi saja?

Infobank Edisi Februari 1996
Rp 60.000

Infobank Edisi Februari 1996

HongkongBank kebobolan uang sebanyak 20 truk. Atau senilai Rp 79 miliari dari 165 miliar yang sudah direncanakan pelakunya. Benarkah sistem pengawasan internal telah dikhianati orang dalam? Benarkah kasus HongkongBank murni pencurian uang lewat transfer, atau jalur pencucian uang yang sudah berlangsung sekian lama?

Infobank Edisi Mei 1996
Rp 60.000

Infobank Edisi Mei 1996

Sejak menjadi persero empat tahun lalu, sebagian besar bank pemerintah masih seperti gajah yang terseok-seok. Kinerjanya buruk. Soal modal, BMPK, kredit macet, dan mental bankirnya tetap jadi batu sandungan. Sementara bank-bank swasta raksasa sudah menggempur bisnis bank pelat merah ini. Bagaimana sesungguhnya masa depan bank pemerintah di tengah agresivitas bank swasta? Masihkah bank milik negara ini menjadi ibu yang menyusui para konglomerat Indonesia?