Infobank Edisi Januari 1986
Infobank Edisi Januari 1986
Bank diharap membantu lebih banyak permodalan usaha koperasi. Tapi, banyak kredit koperasi yang macet. Citra koperasi jadi kehilangan pamor. Apa gerangan yang menjadi pengganjal?
Bank diharap membantu lebih banyak permodalan usaha koperasi. Tapi, banyak kredit koperasi yang macet. Citra koperasi jadi kehilangan pamor. Apa gerangan yang menjadi pengganjal?
Leasing di Indonesia menjelang dekade kedua, usaha leasing tidak murni lagi?, mencari konsep strategi marketing perbankan di masa resesi, selera: mengembara di dasar laut
lembaga jaminan kredit yang dikenal saat ini, rupanya sudah dianggap kurang sesuai dengan perkembangan keadaan. "Pola-pola baru", seperti: jaminan kredit berdasarkan hasil produksi, baik atas dasar proyeksi terhadap Debt Equity Ratio maupun Cash Flow dan yang kemudian dijamin resikonya oleh lembaga asuransi, dipandang lebih mampu untuk memperlancar roda ekonomi serta operasi perbankan dewasa ini. Tapi mampukah dunia asuransi mengemban tugas ini?
Bank-bank kini mulai ramai memikat hati nasabah dan masyarakat. Berbagai jasa dan pelayanan baru mereka kembangkan. Ada kecenderungan, dalam situasi ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat dewasa ini, bank-bank kian aktif menggarap retail business. Untuk melihat perkembangan yang terjadi, INFOBANK kali ini menurunkan fokus tentang: upaya bank-bank meningkatkan jasa dan pelayanannya.
Ada titik terang bagi prospek ekonomi tahun depan. Perluasan fasilitas swap, agaknya bisa memancing alternatif turunnya bunga kredit bank. Banyak yang bilang, roda penggeraknya sangat bergantung pada iklim di pasar domestik
Rahasia bank (bank secrecy), belakangan ini semakin santer dibicarakan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ramainya masalah rahasia bank dipergunjingkan, adalah berpangkal dari terbongkarnya kasus-kasus korupsi, manipulasi oleh oknum-oknum tertentu. Misalnya kasus bekas presiden Philipina, Marcos yang dituduh menggelapkan uang negara Philipina yang disimpannya di berbagai bank di dunia, seperti di bank-bank Swiss, Amerika, Italia, dan lainnya. Atau yang baru-baru ini terjadi pada pemeriksaan perkara korupsi Arthaloka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, di mana ada beberapa bank asing dan bank Pemerintah atas permintaan jaksa lalu secara terbuka membeberkan data-data keuangan nasabahnya yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut. Namun dalam menanggapi kasus di atas, ada bankir yang pro dan ada juga yang kontra.
Pendapatan negara dari sektor pajak, mau tak mau memang harus ditingkatkan. Karena rezeki minyak tak mungkin lagi diandalkan sebagai primadona pendapatan negara secara terus-menerus. Sementara itu ekspor non migas juga sedang dalam kemelut. Sehingga perlu dikeluarkan kebijaksanaan 6 Mei 1986
Tujuannya memang ideal, mendorong kegiatan investasi di daerah-daerah. Tapi apa daya, kemampuan BPD ternyata terbatas. Bagaimana kalau bank ini dijadikan bank umum saja?
Sektor perumahan nampaknya akan tetap senjang. Kantong pemerintah kian tipis dan dana tambah mahal. Partisipasi perbankan masih dianggap sedikit. Karena saluran dana masyarakat belum terorganisir?
Banyak bank mulai melakukan kaderisasi. Tenaga muda banyak diserap, dan pendidikan interin dikembangkan, buat mencetak tenaga profesional. Konon, karena pendidikan tinggi belum bisa menghasilkan tenaga siap pakai. Bagaimana gaya bank mendidik murid?
Pengelolaan APBN Kini dan Nanti, Adakah Falsafah Bisnis di Indonesia?, Aplikasi Konsep "Marketing" bagi Perbankan Nasional
Pembangunan nasional dalam Pelita IV yang membutuhkan dana investasi sebesar Rp 145,2 triliun, di antaranya Rp 23,1 triliun (15,9%) bersumber dari pinjaman luar negeri. Komponen yang tercakup dalam pinjaman luar negeri itu antara lain pinjaman lunak dan pinjaman sindikasi atau komersial. Di dalam negeri, yang aktif dengan kredit sindikasi baru bank-bank asing dan beberapa bank pemerintah serta segelintir bank swasta nasional. Apa untung ruginya sebuah kredit sindikasi bagi kreditur dan debitur?